I'M Your'S Doctor

I'M Your'S Doctor
BAB 57



Setiba nya di kampus, Yiwa tampak begitu murung, sedikit pun senyum nya tidak terlihat di wajah cantik nya itu.


Amel dan Indah yang menyadari itu, segera untuk menghampiri Yiwa.


" Hai Yiwa," sapa Amel ramah seperti biasanya.


" Hai," jawab Yiwa, tidak semangat.


" Lo kenapa,? pagi-pagi sudah murung begini," tanya Indah kembali.


" Gue lagi mikirin mas Arya, hari ini mas Arya ke kalimantan, sepi aja rasanya harus pisah dari suami," jawab Yiwa lesu.


" Hmmm, lo yang sabar ya, sekarang ini kita harus fokus belajar, karena kita akan segera magang, gue sudah gak sabar bagaimana rasanya jumpa dengan seorang Arsitektur yang profesional di dunia kerja," sambung Amel dengan semangat.


" di tambah semua Arsitektur nya pasti tampan-tampan," goda Indah.


" Kakak ipar gak ada niat ingin melihat lelaki lain lagi kan,?" tanya Amel, membuat Indah begitu merasa lucu melihat wajah serius Amel.


" Ya ampun Amel, gak mungkin lah gue berani melakukan itu, bisa memiliki kak Arjuna saja gue bersyukur banget, jadi lo tenang saja, gue akan selalu setia dengan kakak lo, walaupun kak Juna belum mencintai gue, tapi gue harus bisa membuat kak Juna untuk mencintai gue,!" jawab Indah optimis


" Hmmm, selamat berjuang kakak ipar, Semangat,!!! tapi awas aja lo sia-sia in kakak gue, gue akan jadi orang pertama yang membalas lo," ucap Amel mengancam.


" Siap adek ipar, lo memang sahabat plus adek ipar gue yang paling terbaik," jawab Indah sambil memeluk Amel.


Yiwa hanya bisa menyaksikan drama antara Amel dan Indah, namun melihat keakraban mereka, Yiwa juga turut merasa bahagia, ia pun mengerti di balik setiap kesedihan, pasti akan ada kebahagian sesudah nya.


Kelas mereka pun kini di mulai, dosen pun mulai menjelaskan tentang magang yang akan di lakukan, tampak hanya Amel yang begitu terlalu semangat, Yiwa dan Indah begitu tidak semangat, karena mereka akan melakukan magang di luar kota.


Pilihan kota pun sudah ada di depan mata, beserta nama-nama seorang Arsitektur yang akan menjadi pembimbing mereka disana. Yiwa, Amel dan Indah, memutuskan untuk magang di kota yang sama, selain untuk kebersamaan, mereka pasti akan jauh merasa lebih nyaman jika bersama-sama.


Senyum bahagia sekilas terlukis di bibir Yiwa, ketika kota kalimantan yang akan menjadi tujuan mereka, tidak sabar rasanya ingin memberi kabar untuk suami tampan nya yang kini sudah berada disana.


Arya yang baru tiba di rumah sakit, yang ada di pelosok kota, cepat-cepat ingin mengabari Yiwa, rasa rindu nya jauh lebih besar dari apa yang di rasa oleh Yiwa, namun sayang sekali, sinyal disana pun tidak mendukung Arya yang sudah sangat merindukan istri cantik nya.


Arya selalu berusaha untuk mendapatkan Sinyal, sambil mengangkat ponsel nya ke udara, tapi ia tetap tidak bisa untuk mendapat kan nya. sedangkan Yiwa sudah sangat merasa kwatir, Arya sama sekali tidak ada kabar, hati nya gelisah, pikiran nya melayang, hati dan pikiran nya pun kini sudah tidak bisa sejalan.


" Kamu dimana sih mas, sudah malam begini kamu juga tidak ada kabar,!" tanya Yiwa dalam hati, sambil mondar-mandir di kamar nya.


Arya yang tengah serius untuk mendapatkan sinyal, tiba-tiba terdengar suara seorang wanita, yang sangat mengejutkan Arya.


" Dokter tidak akan bisa mendapatkan sinyal disini," ucap gadis itu ramah.


" Jika dokter mau, saya bisa membawa dokter ke tempat yang ada sinyal disini, sebelum hari semakin malam, karena ini masih pelosok, saya tidak bisa menjamin keamanan, " ucap gadis itu kembali.


" Tolong bawa saya kesana, saya harus segera menelfon istri saya, dia pasti sudah sangat kwatir dengan saya, " jawab Arya semangat, lalu gadis itu pun langsung menuntun Arya ke tempat yang ia ceritakan.


Setiba nya disana, benar saja, sinyal langsung terhubung di ponsel Arya, puluhan pesan dari Yiwa pun langsung masuk, dengan cepat Arya langsung menekan tombol panggil yang ada di ponsel nya.


Mendengar ponsel nya yang berdering, membuat Yiwa begitu bahagia, ia yakin Arya lah yang kini menghubungi nya, cepat-cepat Yiwa langsung menjawab panggilan dari orang yang sudah sangat ia rindukan itu.


" Hallo, Assalamualaikum sayang,!" ucap Arya.


" Walaikumsalam sayang, mas dari mana saja, mas tau gak dari tadi aku nungguin kabar dari mas, kenapa mas baru hubungi aku sekarang, aku sudah sangat merindukan mas, mas cepat pulang, " jawab Yiwa meluahkan semua isi hati nya.


" Mas minta maaf sayang, dari tadi Mas sudah mencoba untuk menghubungi kamu, tapi sinyal disini susah, Mas harus jalan jauh dari pemukiman warga untuk mendapat sinyal," jawab Arya menjelaskan.


" Apa mas baik-baik saja disana," tanya Yiwa kwatir.


" Iya sayang, mas disini baik-baik saja, mas minta maaf ya, jika nanti mas tidak sering ngabarin kamu, bukan nya mas sengaja, hanya saja sinyal disini tidak mendukung, tapi mas akan usahain, walau mas harus jalan jauh dari pemukiman, agar mas bisa dengar suara istri mas yang sangat cantik ini," sambung Arya kembali.


" Aku sangat merindukan mas, " ucap Yiwa sedih, membuat Arya tidak tega untuk mendengar nya.


" Mas juga sangat merindukan kamu sayang, kamu yang sabar ya, mas disini tidak lama, dan mas akan pulang untuk kamu, " jawab Arya dan Yiwa hanya bisa pasrah dan mengerti untuk dokter tampan nya itu, melihat gadis yang menemani nya sudah mengantuk dan sibuk berperang dengan nyamuk, membuat Arya tidak enak untuk berlama-lama, dengan berat hati Arya pun harus mengakhiri telfon nya.


" Sayang, mas tutup telfon nya dulu ya. kamu gak pa-pa kan, intinya kamu tidak usah cemas kan mas disini, kamu disana jaga kesehatan, belajar yang rajin, agar cita-cita kamu menjadi seorang Arsitek tercapai, mas sangat mencintai kamu,!" ucap Arya


" Iya sayang, aku juga sangat mencintai mas,!" jawab Yiwa, lalu telfon mereka pun langsung terputus.


Arya langsung menghampiri gadis yang sudah menunggu dirinya.


" Maaf sudah menunggu lama,!" ucap Arya


" Tidak masalah dokter, aku senang bisa membantu dokter, " jawab gadis itu semangat.


Arya dan gadis itu pun segera kembali ke pemukiman, sedangkan Yiwa merasa menyesal tidak sempat untuk memberi kabar tentang magang nya, akhirnya Yiwa memutuskan untuk merahasiakan nya, untuk memberi kejutan untuk dokter tampan nya itu


Dear readers.


Jangan lupa untuk selalu dukung novel ini, dengan cara, like, komen, vote sebanyak-banyak nya, serta jangan lupa beri bintang 5 nya, agar author semakin semangat untuk up setiap hari. dan seperti nya author akan segera mengganti judul novel ini, jangan lupa untuk di kepoin dan di tunggu untuk kisah selanjut nya.