
" Kenapa wajah lo kusut begitu.?" tanya Yiwa.
" Gimana gak kusut, gue sama sekali gak bisa tidur, lo tau dinding kamar tipis banget." jawab Amel membuat wajah Yiwa langsung berubah jadi tomat. Arya yang mendengar itu hanya bisa senyum-senyum sambil menggenggam tangan Yiwa yang duduk di sebelah nya.
Arya memutuskan untuk mengambil cuti, jadi Yiwa merasa lega, akhir nya ia bisa menghabiskan waktu bersama dengan suami tampan nya itu, selain itu, Arya juga menyewa mobil disana, jadi Arya bisa mengantar dan menjemput istri kesayangan nya itu.
" Hati-hati sayang." ucap Arya, saat hendak Yiwa berpamitan.
" iya mas." jawab Yiwa dengan senyum yang begitu indah melekat di bibir nya.
Amel dan Yiwa pun bergegas menuju kantor, tampak lah Krishna yang sedang memperhatikan dua gadis cantik itu.
Amel seakan sudah bisa move on, bagi nya tidak perlu mencintai seseorang yang tidak pernah melihat cinta nya.
hari demi hari pun berlalu, tidak terasa Amel dan Yiwa sudah selesai menyelesaikan magang mereka. kini waktu nya untuk mereka kembali ke Jakarta, namun sebelum mereka kembali, perusahaan tempat mereka magang pun mengadakan sebuah perpisahan dan sebagai bentuk ucapan terimakasih karena Amel dan Yiwa sudah membantu mereka dengan gigih.
Di tengah-tengah acara itu, tiba-tiba Krishna naik ke panggung ingin menyampaikan sepatah dua kata dari nya.
" Saya Krishna sebagai pembimbing kalian disini ingin berterimakasih untuk kalian berdua, karena kalian selalu melakukan seluruh pekerjaan apa yang saya suruh, dan saya juga bangga melihat kegigihan kalian berdua, dan saya yakin kalian akan bisa menjadi best of arshitek sesuai impian kalian." ucap Krisna, tepuk tangan meriah pun langsung mememuhi ruangan itu.
Seluruh karyawan yang ada disana pun spontan menyoraki Krisna untuk bernyanyi, dan Krisha pun tidak dapat untuk menolak nya.
Tesst,,,123,,tess
huuuuuu,,, suara tepuk tangan mendukung Krishna
* Bila nanti kita berpisah
jangan kau lupakan
kenangan yang indah
kisah kita
jika memang kau tak tercipta
untuk ku miliki
cobalah mengerti yang terjadi
bila mungkin memang tak bisa
jangan pernah coba memaksa
tuk tetap bertahan
di tengah kepedihan
jadikan ini perpisahan yang termanis
yang indah dalam hidup mu
sepanjang waktu
semua berakhir
tanpa dendam dalam hati
maaf kan semua salah ku
yang mungkin menyakiti mu
semoga kelak kan kau temukan
kekasih sejati yang kan menyanyangi lebih dari ku
bila mungkin memang tak bisa
menyatukan segala perbedaan kita
dan tetap bertahan
di tengah kepedihan
jadikan ini perpisahan yang termanis
yang indah dalam hidup mu
sepanjang waktu
maafkan semua salah ku
yang mungkin menyakiti mu
____terimakasih______ suara tepuk tangan yang meriah pun kembali memenuhi ruangan itu, Amel tidak menyangka suara Krishna sangat merdu, aura Krishna di panggung seakan menghidup kan kembali perasaan yang susah payah untuk ia lupakan.
" Lo suka dengan mas Krishna.?" tanya Yiwa yang tidak sengaja melihat Amel tidak berkedip memandang Krishna.
" Iya, tapi sayang mas Krishna sama sekali tidak perna mandang gue." jawab Amel lesu.
" Itu kan perasaan lo saja, dan gue perhatiin akhir-akhir ini mas Krishna dekat banget dengan lo, gue sampai berfikir dia suka dengan lo." sambung Yiwa dan Krishna pun langsung menghampiri mereka.
" Hi." ucap Krishna menyapa.
" Hi mas." jawab Amel dan Yiwa serentak.
" Amel boleh ikut mas sebentar." ucap Krishna, mata Amel pun langsung tertuju untuk Yiwa, dan Yiwa hanya memberi kode untuk mengikuti Krishna.
Amel pun akhir nya berjalan mengikuti langkah kaki Krisna.
" Kamu gak makan sayang." tanya Arya yang juga ikut menghadiri acara itu.
" Tidak mas, aku kenyang." jawab Yiwa lalu bersandar di dada bidang suami tampan nya itu.
" Kita mau kemana mas.?" tanya Amel penasaran.
" Silahkan duduk." ucap Krisna yang sidah menyiapkan dua kursi kusus disana. dan Amel pun langsung menuruti nya.
" Mas ingin bicarap apa, kok kayak nya penting banget, sampai harus jauh dari Yiwa dan dr Arya." sambung Amel untuk menutupi gerogi nya.
" Sebenar nya mas ingin bilang kalau mas suka sama kamu." ucap Krisna, membuat Amel terkejut tidak percaya.
" Haa, sejak kapan.?" tanya Amel ceplos.
" Mas juga gak tau sejak kapan, intinya berada dekat kamu membuat mas nyaman." sambung Krisna.
" tapi bukan nya mas suka dengan Yiwa." tanya Amel kembali dan gantian membuat Krisna terkejut.
" itu dulu, tapi bagaimana kamu bisa tahu." pertanyaan yang membuat Amel sedih.
" Siapa pun bisa tahu kalau mas suka dengan Yiwa, tatapan mas ke Yiwa tidak bisa di bohongi." jawab Amel
" Tapi itu dulu, di tambah dia juga sudah bersuami, membuat mas mundur, mas tidak ingin jadi pengganggu, jadi bagaimana, apa kamu bersedia untuk jadi pacar mas." tanya krisna namun Amel tidak bisa menerima nya.
" Maaf mas, aku belum bisa, aku tidak yakin mas serius menyukai ku, aku takut hanya jadi pelarian, dan aku bukan tempat untuk pelampiasan." ucap Amel menolak.
" Tapi mas serius."
" Tapi aku tidak bisa merasakan ketulusan mas, aku pergi dulu, kalau kita berjodoh kita pasti akan bertemu lagi." jawab Amel lalu pergi meninggalkan krisna.
" Yiwa ayo pulang." ajak Amel, Yiwa merasa ada sesuatu yang salah dengan sahabat nya itu.
sepanjang perjalanan Amel pun hanya diam, Arya dan Yiwa saling menatap, dan Yiwa belum berani bertanya, ia tau Amel akan cerita jika ia ingin menceritakan nya.
setelah mereka tiba, Amel langsung berlari menuju kamar nya, dan Arya memberi kode untuk menyuruh Yiwa menyusul nya.
" Amel lo kenapa?" tanya Yiwa. dan Amel pun langsung memeluk sahabat nya itu.
" Yiwa, gue sedih banget, mas Krisna nyataian cinta dengan gue, tapi gue tolak." ucap Amel polos
" kenapa.?" tanya Yiwa penasaran.
" gue juga tidak tau, harus nya gue senang cinta gue gak bertepuk sebelah tangan, tapi entah kenapa hati gue berat untuk nerima." sambung Amel menjelaskan.
" Sudah, lo gak usah menangis begini, hati lo tidak akan pernah salah, dan lo harus bersyukur, lo masih bisa ngikutin apa kata hati lo, gue bangga dengan lo." jawab Yiwa menghibur sahabat nya itu.
" Maaf kalau gue sudah membuat lo dan dr Arya kwatir." sambung Amel merasa bersalah.
" Tidak kok, ya sudah lo harus istrahat, karena besok kita harus pulang ke Jakarta." ucap Yiwa
" Tapi gue belum berkemas." rengek Amel manja.
" Hmm gue bantuin." jawab Yiwa dan Amel pun langsung memeluk Yiwa kembali dengan erat
" lo memang sahabat terbaik gue." ucap Amel memuji.
" Hmm dasar." jawab Yiwa sambil mencubit pipi Amel yang chubi. lalu mereka pun mulai mengemas seluruh barang-barang mereka. tidak lama kemudian Arya pun bergabung lalu mengemas barang nya dan juga istri cantik nya itu.