
Arya, Yiwa dan Amel pun kini sudah berangkat ke bandara, berat rasanya meninggalkan kota indah itu, namun apa daya, semua harus di lakukan juga.
Krisna yang belum mendapat jawaban dari Amel, merasa gelisah, hati dan pikiran nya seakan kacau, demi cinta nya, Krisna pun menyusul Amel yang masih berada di bandara Supadio itu.
" Lo kenapa sih, dari tadi gue perhatiin kayak orang bingung gitu." tanya Yiwa yang sangat memperhatikan Amel.
" Gak pa-pa." jawab Amel berbohong.
" kalau ada apa-apa cerita ke gue, jangan simpan sendiri, gue gak mau lihat sahabat gue susah sendiri." sambung Yiwa dan Amel pun langsung memeluk sahabat nya itu.
" Gue baik-baik aja kok, lo gak usah kwatir." ucap Amel, namun saat Amel memeluk Yiwa, tiba-tiba perut Yiwa terasa mual dan ingin muntah, dengan cepat Yiwa pun berlari menuju toilet yang ada di ruang tunggu bandara itu, merasa kwatir Arya dan Amel pun langsung menyusul Yiwa.
" Dr tunggu disini, biar aku yang lihat Yiwa ke dalam." ucap Amel, dan Arya pun hanya bisa mengangguk, ia takut terjadi apa-apa dengan istri cantik nya itu. saat Amel sedang sibuk membantu Yiwa, Amel yang meninggalkan ponsel nya di tas pun berdering, tampak Krisna yang sedang mencoba untuk menghubungi nya, namun sayang sekali Amel tidak mengetahui nya.
" Lo kenapa.? kok bisa muntah-muntah begini.?" tanya Amel sambil mengusuk punggung Yiwa dengan minyak kayu putih.
" Gue juga gak tau, rasanya tiba-tiba aja begini." jawab Yiwa.
" Masuk angin kali, suami lo panik nya sudah setengah ******." jawab Amel, dan Yiwa pun langsung menghampiri Arya yang menunggu di depan pintu toilet.
" Kamu kenapa sayang." tanya Arya panik, lalu melepas jaket nya untuk Yiwa.
" Gak pa-pa mas, mungkin hanya masuk angin." jawab Yiwa.
" Ya sudah kamu tunggu sebentar, mas beli air hangat dulu." ucap Arya lalu mencari air hangat untuk istri kesayangan nya itu.
Amel pun membawa Yiwa kembali, dan Amel sama sekali tidak berniat ingin membuka ponsel nya.
Krisna yang menunggu merasa kecewa, sudah puluhan kali ia mencoba untuk menghubungi Amel, namun tiada jawaban, akhir nya Krisna pun memutuskan untuk pulang, ia tidak tau kesalahan apa yang sudah ia perbuat, sehingga Amel tidak menerima cinta nya.
Arya yang baru tiba langsung memberikan air hangat untuk Yiwa, sebegitu cinta dan sayang nya ia dengan wanita nya itu, sehingga sedikit pun Yiwa merasa sakit sudah membuat nya merasa sangat kwatir, padahal ia seorang dokter, tapi cinta nya seakan membutakan hidup nya. melihat keromantisan Arya dan Yiwa membuat Amel benar-benar merasa cemburu, rasanya Yiwa sangat beruntung memiliki suami seperti Arya, dan Amel berharap kelak ia akan mendapat suami seperti Arya, yang bisa menyanyangi dan mencintai nya apa ada nya.
" Lo lihatin kita kok segitu nya sih." ucap Yiwa, sedangkan Arya sangat jarang bicara dengan Amel, hanya dengan Yiwa Arya akan bersikap seperti anak kecil.
" kalian romantis banget, buat gue cemburu." jawab Amel polos, Arya dan Yiwa hanya bisa senyum tipis melihat kepolosan Amel.
" makanya lo buruan nikah. jadi bisa seperti kita, pacaran setelah nikah, yang pasti nya halal, jadi bebas mau ngapain." ucap Yiwa menggoda, Amel pun hanya bisa memanyunkan bibir nya, membuat Yiwa gemes dan menahan ketawa nya.
Tidak lama kemudian, pesawat yang akan mereka tumpangi pun akan segera berangkat, Arya, Yiwa dan Amel berjalan memasuki pesawat, lagi-lagi Amel merasakan sesak, melihat Arya dan Yiwa berjalan bergandengan tangan di hadapan nya.
" hmm nasib jomblo, hanya bisa jadi penikmat dan saksi cinta ke romantisan sahabat sendiri." bathin Amel, lalu berjalan mendahului Arya dan Yiwa. melihat Amel yang bersikap seperti anak kecil membuat Arya dan Yiwa merasa tertawa lucu.
" Kamu beneran gak pa-pa kan sayang, kalau kamu gak sehat kita cancel aja." ucap Arya yang masih merasa kwatir.
" Aku gak pa-pa kok mas, lagian aku punya suami seorang dokter, jadi buat apa aku cemas." jawab Yiwa menggoda Arya.
" Aku baik-baik aja kok sayang, wajah mas sudah jadi obat untuk ku." jawab Yiwa yang ingin menggoda dokter tampan nya itu.
" Ya sudah, nanti landing kita langsung ke rumah sakit. gak boleh nolak, kamu harus nurut dengan suami tampan kamu ini." ucap Arya memuji diri.
" Siapa bilang suami aku tampan." goda Yiwa.
" Sayang.!!!" rengek Arya manja.
" Becanda sayang, suami aku orang tertampan di dunia." jawab Yiwa dan berhasil membuat Arya tersipu malu.
setiba nya di pesawat, Arya dan Yiwa pun sudah melihat Amel duduk santai di seat bisnis maskapai itu.
Arya langsung membantu Yiwa memasang seat belt, lalu menyelimuti tubuh istri cantik nya itu.
" Ya tuhan, kenapa kau berikan cobaan seperti ini." ucap Amel, yang selalu menyaksikan keromantisan sahabat nya itu.
Pesawat yang mereka tumpangi pun akhir nya lepas landas, Arya sama sekali tidak melepas tangan Yiwa dari genggaman tangan nya.
" Kamu tidur aja sayang. mas akan jaga kamu." ucap Arya, sambil mengelus lembut rambut Yiwa, buaian Arya yang lembut membuat Yiwa dengan mudah terbawa ke dalam mimpi nya. sedangkan Amel memutuskan untuk menutup wajah nya, ia tidak sanggup harus selalu menyaksikan keromantisan Arya dan Yiwa.
Menghabiskan waktu 1 setengah jam, mereka pun akhir nya tiba di Jakarta. Amel merasa lega, akhir nya ia kembali ke kehidupan mewah nya, dan saat mereka keluar dari bandara, tampak lah Arjuna dan Indah dengan perut buncit nya, yang sudah menyambut kehadiran mereka.
" kakak Ipar!!!" teriak Amel sambil berlari menghampiri Indah, dengan bahagia Indah pun membentang kedua tangan nya untuk adik ipar nya itu.
" Apa kabar, lo disana baik-baik saja kan.? tanya Indah.
" Gue baik-baik aja kok, lo apa kabar, eh maksud gue kakak ipar apa kabar." jawab Amel yang selalu suka kecoplosan.
" Alhamdulillah gue baik-baik aja." jawab Indah lalu gantian memeluk Yiwa.
" Yiwa,, gue sangat merindukan lo." ucap Indah.
" Gue juga sangat merindukan lo." jawab Yiwa lalu mengelus perut Indah yang sudah sangat membesar.
" dasar kakak jahat, adik nya pulang bukan di peluk." ucap Amel dan Arjuna pun langsung memeluk erat adik bawel nya itu.
" hmmm, dasar adik nakal, akhir nya kamu berhasil hidup jauh dari kakak." ucap Arjuna yang sangat menyanyangi adik semata wayang nya itu.
" Iya dong, soalnya ada Yiwa yang jaga aku disana." ucap Amel memuji sahabat nya itu.
" Hmm dasar gadis manja." ucap Arjuna kembali. setelah selesai melepas rindu, mereka pun akhir nya pulang ke rumah masing-masing, sedangkan Arya dan Yiwa memutuskan untuk singgah ke rumah sakit.