
Arjuna yang baru mengetahui tentang magang yang akan di lakukan oleh Yiwa, Amel dan Indah, merasa kurang setuju, karena bagaimana pun kota tujuan mereka cukup jauh untuk nya, dengan cepat Arjuna menghampiri Indah ke kamar, untuk menyampaikan langsung pendapat nya dengan Indah.
* klekk * suara pintu terbuka
Spontan Indah langsung bangkit dari tidur nya, ketika melihat sosok Arjuna yang sudah ada di depan pintu.
" Kakak sudah pulang," ucap Indah sambil menyalim tangan Arjuna.
" Kamu lagi ngapain,?" tanya Arjuna kembali sambil melonggarkan dasi nya.
" Perut aku rasanya nyeri banget, jadi aku istrahat sambil nunggu kakak pulang, maaf aku gak bisa nunggu kakak di bawah," jawab Indah sambil mengelus-elus perut buncit nya, spontan Arjuna pun langsung duduk bersimpuh sambil mengelus-elus perut Indah, membuat Indah gerogi, malu, serta bahagia yang sangat memenuhi hati nya.
" Sayang, kamu baik-baik ya di dalam, jangan nakal, kasihan mama, soalnya mama kamu harus rajin belajar, supaya cita-cita mama jadi Arsitek bisa tercapai," ucap Arjuna lembut, membuat Indah begitu terharu. mata Indah hampir tidak berkedip melihat pemandangan yang begitu indah di mata nya, ia sama sekali tidak menyangka akan mendapat perlakuan seperti ini dari Arjuna.
" Kamu sudah makan,?" tanya Arjuna kembali, sambil menuntun Indah untuk duduk di sofa kamar mereka.
" Belum kak, aku nunggu kakak," jawab Indah
" Indah, kamu tidak usah nungguin aku, kamu tau sendiri aku selalu pulang malam, kasihan bayi kamu jika jam segini kamu belum makan, " ucap Arjuna kwatir.
" Iya kak, aku minta maaf, " jawab Indah, di depan Arjuna Indah sama sekali tidak bisa berkata banyak, hati nya mulai gelisah saat menatap wajah Arjuna, yang semakin hari semakin tampan di mata nya.
" Ya sudah, aku bersih-bersih dulu, setelah itu kita makan bersama," sambung Arjuna, lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, jantung Arjuna seketika berdegup kencang saat tidak sengaja menatap mata Indah.
Huffffff, Suara Arjuna menghela nafas nya, sambil menyentuh dada nya yang masih terasa berdebar.
" Kenapa gue seperti ini," bathin Arjuna, lalu Arjuna pun langsung memutuskan untuk mandi, karena buru-buru pergi ke kamar mandi, Arjuna bahkan lupa untuk membawa handuk, membuat nya harus meminta bantuan Indah yang kini sedang menunggu nya.
" Indah tolong bawain kakak handuk kesini," ucap Arjuna, dengan cepat Indah pun langsung membawakan handuk untuk Arjuna
" Kak ini handuk nya," ucap Indah sambil menodongkan ke Arjuna, cepat-cepat Arjuna pun langsung meraih handuk yang ada di tangan Indah, namun sangking buru-buru nya, membuat nya tidak sadar membiarkan pintu terbuka, hingga dengan jelas Indah pun bisa melihat seluruh tubuh Arjuna dari ujung kuku hingga ujung rambut.
Indah seakan terpaku melihat keindahan bentuk suami nya itu, merasa malu Arjuna pun langsung menutup tubuh nya dengan handuk, lalu pergi meninggalkan Indah yang masih diam terpaku.
Indah pun kembali ke kamar dengan santai, ia tidak ingin membuat Arjuna malu dan merasa tidak nyaman.
" Ayok, " ajak Arjuna saat sudah selesai memakai baju santai nya, entah kenapa tampilan Arjuna seperti ini semakin membuat Indah terpana, dan mungkin ia sudah jatuh cinta dengan suami tampan nya itu.
Ke esokan harinya, Arya beserta dokter yang lain nya pun mulai melakukan kegiatan mereka di rumah sakit yang sederhana itu, Arya sungguh sangat merasa prihatin, melihat banyak pasien yang begitu sangat menderita dan tidak mendapatkan perawatan dan pengobatan yang layak. namun seketika mata Arjuna tertuju dengan seorang gadis yang tidak asing di mata nya.
" Selamat pagi dokter " sapa gadis itu ramah.
" Selamat pagi, kamu gadis yang tadi malam kan?," jawab Arya bertanya.
" Iya dokter, perkenalkan nama saya Clara, " jawab Clara berkenalan.
" Saya Arya, jadi kamu dokter disini juga," tanya Arya kembali.
" Iya dokter, saya sangat berterimakasih dokter Arya beserta dokter yang lainnya bersedia untuk dinas disini," sambung Clara
Yiwa yang baru selesai sarapan, memutuskan untuk langsung berangkat kuliah, hati nya masih terasa sedih, ketika ia harus makan sendiri, dan melakukan semua sendiri, rasa rindu kini sudah hampir ingin membunuh nya, mungkin karena Arya merupakan cinta pertama nya, jadi semua hati dan cinta nya sudah ia serahkan untuk dokter tampan itu.
" Non ingin langsung kuliah,? " tanya Inem yang merhatikan Yiwa tidak menghabiskan sarapan nya.
" Iya bi," jawab Yiwa lesu.
" Ohh iya non, barusan nyonya nelfon, setelah kuliah nyonya nyuruh non untuk singgah ke rumah, seperti nya ada yang penting," ucap Inem, membuat Yiwa penasaran apa yang ingin di bahas oleh mertua nya itu.
" Iya bi, nanti Yiwa pasti kesana, yiwa berangkat kuliah dulu ya bi," ucap Yiwa berpamitan, membuat Inem begitu sangat menyanyangi dirinya.
Setelah tiba di kampus, Yiwa belum melihat keberadaan Amel dan Indah, Yiwa pun akhir nya memutuskan untuk menunggu ke dua sahabat nya itu di dalam kelas, entah kenapa hari-hari Yiwa terasa membosan kan, hati dan pikiran nya selalu saja tertuju untuk Arya, tidak dapat menahan rindu, Yiwa mencoba untuk menghubungi Arya, namun sayang sekali, telfon nya sama sekali tidak bisa terhubung, membuat hati nya semakin kacau dan gelisah. tidak menunggu lama Amel dan Indah pun langsung hadir membuat keributan, membuat Yiwa merasa beruntung, memiliki dua sahabat yang selalu bisa untuk menghibur nya.
Saat nya kelas mereka pun di mulai, segala materi sudah di jelas kan, sayang sekali Randy lah yang harus menjadi dosen pembimbing mereka, membuat ketiga sahabat itu tidak bisa menolak dan tidak bisa berkata apa-apa.
" Apa yang sudah kalian persiapkan,?" tanya Randy yang ingin membantu.
" Kenapa harus pak Randy yang menjadi pembimbing kami, " tanya Amel ketus.
" Harus nya kalian beruntung, di antara semua mahasiswa disini, berharap saya yang akan menjadi dosen pembimbing mereka," jawab Randy percaya diri.
" Ya sudah bapak bisa menjadi dosen pembimbing mereka," sambung Amel kembali.
" Saya hanya setuju untuk menjadi dosen pembimbing kalian, karena saya yang mengetahui tentang proyek yang akan kalian kerjakan, selama kalian melakukan magang disana," jawab Randy, membuat ketiga tidak bisa untuk membantah.
Akhirnya mereka pun setuju dan langsung melakukan diskusi dengan Randi, setelah selesai diskusi, Yiwa memutuskan untuk langsung pulang, dan kemudian langsung di susul oleh Amel dan Indah.
" Indah, tunggu," ucap Randy. amel dan Indah pun langsung menghentikan langkah nya.
" Saya ingin bicara dengan kamu sebentar, " sambung Randy kembali, dan Indah pun tidak bisa untuk menolak nya, Indah lalu mengikuti langkah Randy yang tidak jauh dengan Amel.
" Bagaiamana keadaan kamu,?" tanya Randy
" Saya baik-baik saja pak," jawab Indah ketus.
" Saya minta maaf, atas semua yang sudah saya lakukan, saya menyesal tidak bisa menikahi kamu, tolong ijinkan saya untuk memberi nafkah dengan anak saya, " ucap Randy berharap.
" Saya sudah memiliki suami yang memberikan saya nafkah, lebih baik mulai sekarang kita buka lembaran baru, saya akan melupakan semua yang sudah terjadi, begitu juga dengan bapak untuk melupakan apa yang sudah terjadi, anggap saja kita tidak pernah berhubungan, hubungan kita hanya sebatas mahasiswa dan dosen, itu saja," jawab Indah tegas.
" Tapi saya ingin tanggung jawab Indah," jawab Randy membantah.
" saya sudah tidak membutuhkan itu dari bapak, jadi saya mohon tolong iangan ganggu kehidupan saya lagi," ucap Indah lalu pergi meninggalkan Randy.
" Bagaimana pun jika itu memang benar anak ku, aku akan tanggung jawab," bathin Randy saat melihat kepergian Indah.
Amel dan Indah pun langsung menuju restaurant yang di pinta oleh Arjuna. setiba nya disana, mereka pun makan siang dengan lahap.