
Menghabiskan 3 hari bersama Arya, Yiwa pun akhir nya kembali ke kota, berat hati rasanya Arya harus melepas Yiwa, namun demi masa depan pujaan hati nya itu, Arya pun hanya bisa bersabar dan mendukung segala kegiatan yang akan di lakukan Yiwa.
Arya yang mengetahui perasaan Clara, secara sengaja Arya pun mulai menjaga jarak, Arya tidak ingin memberi harapan, dan Clara yang menyadari itu merasa sangat terpukul, dan perlahan Clara pun mencoba untuk melupakan perasaan nya, melihat kemesraan Arya dan Yiwa membuat ia malu, posisi Yiwa tidak akan pernah terganti di hidup Arya.
Yiwa pun mulai melanjutkan magang nya bersama Amel sahabat nya, hari demi hari banyak ilmu yang mereka dapat, serta pengetahuan mereka juga semakin maju pesat. menghabiskan waktu 2 bulan, membuat Krisna semakin mengagumi kecantikan Yiwa, dan Amel yang memiliki perasaan untuk Krisna bisa melihat jelas bagaimana tatapan Krisna untuk Yiwa sahabat nya, namun walau demikian Amel tidak pernah membenci Yiwa, karena bagaimana pun Amel sudah sangat mengenal sahabat nya itu, Yiwa tidak akan pernah ber paling dari Arya yang sangat mencintai nya.
Krisna yang melihat Yiwa tengah sibuk di ruangan nya, dengan sengaja pun langsung menghampiri Yiwa untuk mengajak nya pulang.
" Hai." ucap Krisna menyapa. dan Yiwa pun langsung menoleh ke hadap nya.
" Mas Krisna." jawab Yiwa. dan Krisna pun langsung pangling melihat wajah cantik Yiwa.
" Mas Krisna, ada yang bisa Yiwa bantu." tanya Yiwa kembali saat melihat Krisna yang sedang melamun.
" Ohh, tidak ada, aku hanya kagum melihat semangat kamu, btw ini sudah jam pulang kantor, mau pulang sama atau bagaimana.?" tanya Krisna basa-basi.
" Seperti nya kami selalu merepotkan mas." jawab Yiwa yang mulai merasa risih akan tatapan Krisna.
" Tidak, lagian tempat tinggal kita sama, jadi tidak ada salah nya kan." sambung Krisna yang tidak mau kalah.
" Ya sudah, Yiwa siap-siap dulu," ucap Yiwa lalu mengemas barang milik nya, setelah itu Yiwa pun langsung menuju ruangan Amel, untuk mengajak nya pulang.
Waktu seakan berjalan dengan cepat, Arya yang sudah selesai tugas akhir nya akan kembali ke ibu kota, banyak kenangan yang ia dapat di kampung kecil itu, membuat nya sedikit bersedih meninggalkan kampung yang nyaman dan berudara sejuk itu.
" Hati-hati di jalan dokter, saya ingin mengucapkan terimakasih, semenjak dokter disini dokter sangat banyak membantu, dan juga dokter sudah mau berteman dengan saya." ucap Clara sebagai bentuk salam perpisahan dari nya, mesti hati nya sangat sedih, namun ia sudah berjanji untuk tidak akan mengahrap cinta yang tidak akan pernah bisa ia miliki.
" Saya juga berterimakasih untuk dr Clara, sejak kedatangan saya kesini, dr sudah banyak membantu, dan saya juga minta maaf, jika perbuatan saya dan istri saya pernah melukai perasaan dokter." jawab Arya jujur, dan sedikit membuat Clara malu.
" Dokter tidak usah berkata begitu, saya jadi malu, dokter seakan mengingat kan kembali kesalahan saya." sambung Clara dan Arya pun hanya bisa tersenyum.
Usai berpamitan, Arya memutuskan untuk tidak langsung kembali ke Jakarta, Arya pun menyusul Yiwa ke tempat Yiwa melakukan magang nya. sebagai balasan, Arya juga ingin memberi kejutan untuk istri cantik nya itu. dan Arya pun sudah menunggu kedatangan nya di depan penginapan istri cantik nya itu.
Amel, Yiwa dan Krisna yang sedang dalam perjalanan, terlihat begitu bahagia, tawa mereka pun seakan memenuhi mobil Krisna, dan semakin hari perasaan Krisna semakin dalam, Krisna pun selalu curi pandang, melihat wajah Yiwa dari spion mobil nya. Amel yang menyadari itu hanya bisa geleng-geleng, ia tau cinta Krisna tidak akan terbalas, karena Yiwa sama sekali tidak pernah memilili perasaan apa-apa untuk nya.
Tidak terasa mereka pun kini sudah tiba, spontan Arya langsung melihat lampu mobil yang menyilau kan mata nya, Yiwa yang baru keluar dari mobil, sangat terkejut dan bahagia, melihat Arya yang kini sudah ada di hadapan nya, merasa ragu, Yiwa pun mengucek kedua mata nya, ia takut rasa rindu nya membuat nya berhayal, dan Amel yang juga sudah melihat Arya, langsung menyadarkan Yiwa untuk memeluk lelaki yang sudah menunggu dirinya.
Yiwa pun langsung berlari kencang, dengan spontan Yiwa langsung melompat sambil memeluk erat suami tampan nya itu, Krisna yang menyaksikan itu sangat terkejut dan merasa cemburu yang sangat luar biasa.
" Emang enak cemburu." bathin Amel yang melihat Krisna tidak berkedip melihat Arya dan Yiwa yang saling berpelukan.
" Mas sangat merindukan kamu sayang." ucap Arya, sambil mengangkat tubuh Yiwa ke dalam pelukan nya.
" Aku juga sangat merindukan mas." jawab Yiwa, meluahkan semua rasa rindu nya terhadap suami tampan nya itu.
" dia dr Arya, suami Yiwa." jawab Amel, membuat jantung Krisna seakan berhenti berdetak.
" Makanya jangan mencintai yang sudah menjadi milik orang." bathin Amel kembali.
" Kenapa Yiwa tidak pernah cerita kalau dia sudah menikah." ucap Krisna membuat Amel merasa kesal.
" mas tidak pernah bertanya, dan juga Yiwa tidak punya kewajiban untuk menceritakan pernikahan." jawab Amel ketus.
" Ya sudah saya masuk dulu, terimaksih tumpangan nya." ucap Amel lalu pergi menyusul Arya dan Yiwa.
" ehem.,,ehem.. mentang-mentang suami datang, gue di lupain begitu saja." ucap Amel menggoda.
" Upss,, sorry." jawab Yiwa
" Dr Arya, apa kabar.?" tanya Amel ramah.
" Alhamdulillah sehat, kamu bagaimana.?" tanya Arya kembali
" Seperti yang dr lihat, sehat luar dalam." jawab Amel membuat Arya dan Yiwa tertawa melihat sikap Amel yang lucu. lalu mereka pun langsung masuk ke rumah.
Setelah selesai membersihkan diri. Yiwa pun menyiapkan makan malam untuk mereka, Yiwa sangat bahagia, akhir nya ia bisa memasak kembali untuk suami tampan nya itu, dan juga Yiwa sedikit merasa sedih, Arya akan kembali ke Jakarta, sedangkan ia harus masih tinggal di Kalimantan.
melihat Yiwa yang lagi sibuk, Arya pun langsung mengampiri nya, lalu memeluk tubuh Yiwa dari belakang.
" masakan kamu membuat mas semakin lapar." ucap Arya, sambil bermain nakal di leher Yiwa.
" sayang geli, aku jadi gak fokus masak." ucap Yiwa.
Amel yang baru selesai mandi, tidak sengaja harus melihat kemesraan Arya dan Yiwa.
" Sial, kenapa aku harus melihat nya." bathin Amel. dan Amel pun langsung buru-buru untuk masuk ke kamar.
Arya pun langsung mematikan kompor, lalu mengangkat tubuh Yiwa ke atas meja.
" apa yang mas lakukan." tanya Yiwa kwatir.
" Mas sangat merindukan kamu sayang." jawab Arya sambil mencium seluruh tubuh Yiwa.
Yiwa benar-benar merasa geli, perasaan Yiwa campur aduk, ia takut Amel akan melihat mereka.
" Mas jangan sekarang, aku takut Amel melihat nya." ucap Yiwa menolak, dan Arya sama sekali tidak memperdulikan nya, Amel merasa Arya dan Yiwa sudah selesai bercumbu, merasa lapar, Amel pun memutuskan untuk kembali keluar kamar, namun mata Amel spontan melotot melihat Arya dan Yiwa yang semakin memanas.
" Kenapa mesti di dapur sih, gue lapar tau." bathin Amel, saat Amel memutuskan untuk kembali ke kamar, Amel pun tidak sengaja menendang topi safety mereka, hingga membuat kebisingan, Arya dan Yiwa yang merasa terkejut, spontan memberhentikan aksi mereka.
" Sorry." ucap Amel, saat mata Arya dan Yiwa tertuju untuk nya. Yiwa yang merasa malu membuat Arya geleng-geleng sambil tersenyum tipis, ia bisa mengerti perasaan istri cantik nya itu.