
Hampir menunggu 1 jam Arjuna pun sadar, walau belum pulih total ia kini sudah memiliki sedikit tenaga.
" Kak Juna " ucap Yiwa, dengan cepat Arya pun kembali memeriksa keadaan Arjuna, dan syukur tidak ada yang perlu untuk di kwatirkan.
" kakak makan dulu ya, biar Amel suapin, kakak harus cepat sembuh, " sambung Amel lalu menodongkan suapan bubur untuk Arjuna, namun Arjuna pun menolak nya.
Melihat Yiwa dan Arya di hadapan nya, membuat Arjuna kembali sakit hati, bagaimana pun ia belum ikhlas, ia sudah terlanjur membuka hati untuk Yiwa, namun sayang, ia mungkin tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan Yiwa.
Tanpa direncanakan, air mata nya pun mengalir di wajah tampan pucat nya, membuat Yiwa merasa bersalah, Arya yang menyadari itu juga tidak bisa berbuat apa-apa, tidak ingin melihat Arjuna semakin parah, Arya pun memberi kode untuk Yiwa, agar mengambil alih untuk menyuapi Arjuna, dengan pasrah Yiwa pun menuruti perintah dokter tampan nya itu.
" Kak,, kakak makan ya, biar aku suapin, aku dan semua yang disini tidak ingin melihat kakak seperti ini, please kakak makan " ucap Yiwa lalu menodongkan suapan bubur untuk Arjuna, tidak ingin menolak, Arjuna pun membuka mulut nya serta memakan bubur dari tangan Yiwa. seketika Arya merasa cemburu, namun ia juga tidak bisa berbuat apa-apa, ia percaya Yiwa tidak akan menghianati cinta nya.
Setelah selesai, Yiwa pun kembali memberi Arjuna obat, segala yang di lakukan Yiwa akan di terima oleh Arjuna.
Merasa cukup baik, Arya dan Yiwa pun pamit untuk pulang, namun tiba-tiba Arjuna menahan tangan Yiwa, membuat jantung Yiwa terasa ngilu.
" Yiwa aku mohon jangan pulang, temani aku malam ini saja," pinta Arjuna memohon, membuat Yiwa benar-benar bingung apa yang harus ia lakukan, namun Arya pun kembali memberi kode untuk menyetujui permintaan Arjuna, walau berat Arya harus melakukan nya, ia bisa mengerti bagaimana perasaan Arjuna saat itu juga.
" Ya sudah Aku akan menemani kakak, dengan syarat kakak harus istrahat agar cepat sembuh " jawab Yiwa dan Arjuna pun menggangguk pertanda setuju.
Arya pun keluar meninggalkan kamar Arjuna, melihat ekspresi Arya membuat Yiwa bisa mengerti apa yang di rasakan suami tampan nya itu, ingin rasanya Yiwa mengejar, namun Arjuna yang menggenggam tangan nya tidak bisa berbuat apa-apa.
" Dok tunggu " ucap Amel menahan langkah Arya.
" Iya Mel, kenapa?" jawab Arya yang berusaha menyembunyikan perasaan nya.
" Secara pribadi aku ingin minta maaf dengan dokter, aku bisa mengerti perasaan dokter, tapi aku janji setelah kak Juna sembuh aku tidak akan membiarkan dia mengganggu hubungan dokter dan Yiwa " ucap Amel
" Terimakasih ya, aku titip Yiwa, dia sangat berharga untuk ku " jawab Arya membuat Amel cemburu, betapa beruntung nya Yiwa memiliki suami seperti Arya.
" Dokter tunggu, dokter mau kemana " ucap Amel kembali ketika Arya hendak keluar dari rumah nya
" Aku mohon Dokter juga menginap disini, aku takut terjadi apa-apa dengan kak Juna " pinta Amel, dan tidak bisa untuk di tolak Arya, bagaimana pun ia tidak ingin jauh-jauh dari Yiwa.
Setelah setuju menerima tawaran Amel, Arya pun kini sudah berada di kamar tamu, Amel hanya ingin membantu hubungan Arya dan Yiwa, agar tidak ada kesalahpahaman.
Waktu menunjukkan pukul 00:00, Arya dan Yiwa sama sekali belum tidur, mereka saling memikirkan satu sama lain, namun Arjuna kini sudah nyenyak dalam tidur nya.
Amel pun menghampiri Yiwa, kini ia sudah bisa menerima dan mengerti, bagaimana pun ia tidak ingin persahabatan nya dan Yiwa harus hancur berantakan.
" Yiwa " panggil Amel dengan suara berbisik, dengan lembut Yiwa pun melepaskan tangan Arjuna dari tangan nya, lalu mengahampiri Amel
" Kenapa? " tanya Yiwa
" Gue minta maaf, tidak seharus nya gue bersikap kasar dengan lo " ucap Amel setelah berada di luar kamar Arjuna
" Tidak masalah, gue sama sekali gak marah, gue bisa mengerti, dan seharus nya yang minta maaf itu gue, gue yang sudah menyebabkan kak Arjuna seperti ini ," sambung Yiwa
" lo tenang saja, gue yakin kak Juna hanya butuh waktu, sekarang lo ikut gue, ada sesuatu yang ingin gue tunjukin," ucap Amel lalu mengajak Yiwa ke kamar Arya
" Kita mau kemana ". tanya Yiwa penasaran
" Udah lo ikut saja, gue yakin lo pasti suka," jawab Amel yang sudah menyukai Arya bersama Yiwa, dengan pasrah Yiwa pun mengikuti langkah Amel.
" Silahkan masuk, seseorang sedang menunggu lo " ucap Amel ketika sudah tiba di depan pintu kamar Arya, dengan penasaran Yiwa pun langsung membuka pintu kamar itu, dan betapa bahagia nya, Yiwa melihat suami tampan nya yang sedang duduk termenung, melihat ekspresi Yiwa, Amel pun bergegas meninggalkan mereka lalu menuju kamar Arjuna.
" Yiwa " ucap Arya yang langsung menyadari keberadaan Yiwa, dengan cepat Yiwa pun langsung menyusul Arya lalu memeluk erat tubuh Arya, dengan bahagia Arya pun membalas pelukan istri cantik nya itu
" Aku sangat merindukan mu sayang " ucap Arya.
" Aku juga merindukan mas " jawab Yiwa, setelah selesai melepas rindu, dan saling memberi penjelasan, Yiwa pun kembali ke kamar Arjuna.