
Setiba nya di penginapan, Yiwa langsung memtuskan untuk mandi, badan nya terasa lengket, sedangkan Arya menyiapkan makan malam untuk mereka.
" Mas lagi apa?" tanya Yiwa sambil mengeringkan rambut nya.
" Mas lagi siapin makan malam sayang, kita makan seadanya saja ya, kamu tau sendiri disini bagaimana," jawab Arya.
" Gak pa-pa kok mas, aku bisa makan apa saja, apa lagi makan berdua dengan mas." sambung Yiwa mengggoda.
" Ya sudah mas mandi dulu ya, setelah itu kita makan." ucap Arya, lalu bergegas menuju kamar mandi.
Sambil mengeringkan rambut dengan handuk, Yiwa pun berjalan mengelilingi perumahan yang Arya tempati, tampak begitu sederhana. dan perumahan itu memang di bangun khusus untuk dokter yang bekerja di rumah sakit disana.
Saat Yiwa hendak melihat foto yang terpajang di dinding rumah Arya, tiba-tiba terdengar suara seseorang sedang mengituk pintu. dan Yiwa pun bergegas membuka nya.
" Dr Clara " ucap Yiwa, saat melihat Clara yang sedang beridiri di hadapan nya.
" Saya kesini hanya mengantar ini, biasanya setiap malam dr Arya akan makan masakan saya." ucap Clara menyombong.
" Ohh seperti itu, terimakasih sudah repot-repot memikirkan suami saya, mulai sekarang, seperti nya dr harus berhenti, karena suami saya bisa mengurus diri sendiri, dan lebih baik masakan ini dr bawa kembali. suami saya sudah masak yang jauh lebih enak dari ini." jawab Yiwa, benar-benar membuat Clara kessal, Clara pun langsung bergegas pergi membawa sayur yang sudah ia siap kan.
Tidak menunggu lama, Arya pun keluar dari kamar mandi, dan melihat Yiwa yang masih berdiri di depan pintu.
" Apa yang kamu lakukan disini sayang." ucap Arya sambil memeluk Yiwa dari belakang.
" Aku baru mengusir tamu sayang." jawab Yiwa
" Siapa?," tanya Arya kembali.
" Menurut mas siapa?" tanya Yiwa kembali.
" Dr Clara." jawab Arya menebak.
" Ohh berarti memang benaran dia tiap malam kesini ngantarin mas makanan." ucap Yiwa menyindir.
" Sayang, jangan salah paham dulu, ayo masuk, nanti banyak nyamuk yang gigit kamu disini." jawab Arya, lalu menggandeng tangan Yiwa untuk duduk di meja makan.
Yiwa pun duduk dengan kesal. wajah nya cemberut, melihat itu Arya pun merasa sangat gemes. lalu berusaha untuk menjelaskan.
" Sayang, dengarin mas, memang selama mas disini hampir tiap malam dr Clara akan mengjrimi mas masakan nya, namun mas tidak tega untuk menolak nya, tapi bukan mas yang makan, mas akan kasih untuk teman dokter mas lain nya, jika kamu tidak percaya kamu boleh tanya mereka, rumah nya tepat di samping." ucap Arya sambil duduk berlutut di hadapan Yiwa.
" Kenapa mas tidak makan." tanya Yiwa ketus.
" Sayang, kamu tau sendiri kan, mas hanya bisa makan masakan kamu dan bi Inem, bagaimana bisa mas makan masakan perempuan lain, sementara mas sudah punya chef terbaik di hidup mas." jawab Arya, dan berhasil membuat Yiwa tersipu malu.
" Tapi aku tidak percaya dr genit itu." jawab Yiwa, semakin membuat Arya merasa gemes.
" Mas senang melihat kamu cemburu begini, itu pertanda kamu sangat menyanyangi mas." ucap Arya penuh percaya diri.
" Karena mas sudah milik ku, dan hanya akan menjadi milik ku, aku tidak suka jika orang lain menginginkan yang sudah jelas-jelas milik ku." jawab Yiwa.
" ya ampun sayang, kamu kok makin berani dan gemesin seperti ini sih, buat mas makin cinta saja." ucap Arya sambil mencubit kedua pipi Yiwa.
" Aku tidak suka melihat mas berdua dengan wanita lain, aku tidak suka melihat mas harus tertawa dengan wanita lain, dan aku tidak suka harus tersiksa cemburu seperti ini, mas tidak tau aku hampir gila memikirkan mas di Jakarta, aku takut mas akan di ganggu wanita lain, dan mas bisa tergoda lalu meninggalkan aku." ucap Yiwa mengeluarkan isi hati nya, dan Arya hanya bisa tersenyum bahagia melihat Yiwa yang kini semakin posesif.
" Emang mas semurahan itu, sayang, dengarin mas baik-baik, mas sudah milik kamu, dan selama nya akan jadi milik kamu, sedikit pun mas tidak tertarik dengan wanita lain, dalam hati mas, bahkan hidup mas semua sudah tentang kamu." ucap Arya.
" Terus kenapa mas begitu akrab dengan dokter genit itu, apa mas tidak tau dia menyukai mas, atau mas sengaja ingin memberi dia harapan, sudah tau mas ber istri, kenapa dia masih berusaha untuk mendekati mas." tanya Yiwa.
" Sayang, mas benaran tidak tau kalau dr Clara menyukai mas, karena pikiran mas tidak ada tertuju kesitu, mas hanya berteman sebatas teman kerja, itu saja, dan disini mas pendatang baru, mas tidak tau apa-apa tentang tempat ini, dan dr Clara yang memberi tahu mas, selebih nya tidak ada yang lain." sambung Arya menjelaskan.
" Tapi aku tidak suka melihat mas dekat dengan dia, jika itu aku, apa mas suka melihat aku dekat dengan lelaki lain, mesti aku sudah berkata tidak ada hubungan apa-apa, apa mas bisa tenang." tanya Yiwa menantang.
" Istri mas kok jadi posesif begini sih, ya sudah jika kamu tidak suka melihat mas dekat dengan dr Clara, mas akan jaga jarak dari dia, ini semua mas lakukan untuk istri mas yang cantik ini." ucap Arya dan berhasil membuat Yiwa tersenyum.
" Mas benar-benar sangat mencintai kamu sayang." ucap Arya lalu memeluk Yiwa.
" Aku juga sangat mencintai mas." jawab yiwa lalu membalas pelukan suami tampan nya itu.
setelah itu Arya dan Yiwa pun melanjutkan untuk makan malam.
" Ohh iya sayang, kamu belum cerita bagaimana bisa kamu ada disini." tanya Arya kembali yang sudah duduk santai di kursi kayu mereka.
" Sebenar nya aku sudah seminggu disini, aku minta maaf tidak memberi mas terlebih dahulu, aku memilih magang disini, agar aku bisa dekat dengan mas, sebelum aku berangkat kesini aku ingin memberi tahu mas, tapi sayang mas harus sibuk dengan dr genit itu." ucap Yiwa menjelaskan, Yiwa sebenar nya takut, ia takut Arya tidak bisa menerima penjelesan nya.
" Ya ampun sayang, mas sangat bangga, pengorbanan kamu sampai segitu nya hanya untuk bisa dekat dengan mas, mas benar-benar tersanjung dan sangat bahagia, mas tidak menyangka akan memiliki istri seperti kamu." jawab Arya
" Mas tidak marah." tanya Yiwa ragu.
" Untuk apa mas marah, justru mas senang, tapi kamu tidak sendiri kan?" tanya Arya kwatir.
" Tidak mas, ada Amel. aku ijin beberapa hari agar bisa menyusul mas kesini." jawab Yiwa, dan Arya pun langsung memeluk Yiwa.
" Terimakasih sayang " ucap Arya. setelah itu Arya pun mulai melakukan aski nakal nya, Arya mulai mencium bibir bibir Yiwa serta mengecup bagian sensitif Yiwa, lama tidak tersentuh membuat Yiwa begitu cepat terangsang. dengan cepat Yiwa pun membalas serangan Arya, hingga benar-benar membuat gairah Arya semakin ganas. sambil berpelukan dan berciuman, Arya dan Yiwa pun berjalan menuju kamar, Arya menyandarkan tubuh Yiwa di dinding, lalu mulai melepas seluruh baju Yiwa dan baju nya. setelah itu Arya pun membaringkan tubuh Yiwa di atas kasur, lalu menindih nya, Yiwa benar-benar merasakan sensasi yang nikmat, Arya yang sudah sangat bergairah segera menuntun senjata nya untuk masuk ke mahkota Yiwa. mereka pun bercinta segairah-gairah nya, hingga Yiwa kewalahan harus melayani suami nya yang sudah sangat haus dan kelaparan itu.