
Hari ini, hari pertama Yiwa ke kampus, seperti mahasiswi lainnya, Yiwa mengikuti kegitan Ospek di kampus nya, seperi kata orang, mahasiswa jurusan tehnik rata rata berwajah tampan, gadis gadis lainnya sangat merasa beruntung bisa kelilingi oleh pria pria tampan.
Ospek pun berjalan sempurna, tidak ada yang harus di cemas kan, Mahasiswa/i baru hanya perlu untuk mengenal senior dari jurusan mereka masing masing.
Sebagai jurusan Arsitektur, tentu lebih banyak diminati oleh laki laki, Yiwa yang belum memiliki teman baru perempuan, sangat merasa canggung, untuk berkenalan sendiri dengan senior senior nya.
Sedikit merasa beruntung, Wajah cantik yang dimiliki Yiwa, membuat dirinya begitu mudah terkenal di jurusan nya, bahkan selama Ospek berlangsung, satu angkatan Yiwa dan juga senior senior yang bertugas sebagai panitia Ospek mencoba untuk mendekati Yiwa. namun Yiwa sama sekali tidak tertarik untuk tergoda dengan rayuan lelaki anak tehnik yang cukup terkenal di kampus itu.
Namun berbeda dengan Andre, ketua ospek yang memiliki wajah tampan, cerdas, membuat nya sangat terkenal dan memiliki banyak penggemar, bahkan wanita dari fakuktas lain banyak yang mengincar nya, namun hanya Yiwa yang berhasil menahlukkan hati nya.
" Hai " ucap Andre menyapa Yiwa, yang menunggu pak Joko untuk menjemput nya
" Hai kak " jawab Yiwa, yang tentu sudah mengenal Andre yang sudah mengospek dirinya selama 4 hari terakhir.
" Kamu Yiwa kan " tanya Andre berpura pura, padahal ia sebenar nya sudah mengenal Yiwa
" Benar kak, aku Yiwa, ngomong-ngomong kak Andre kok bisa tau?" tanya Yiwa polos, membuat Andre berfikir keras alasan apa yang harus ia pakai untuk tidak membuat Yiwa curiga
" Ohh wajar lah aku bisa tau, Arsitektur hanya memiliki 5 wanita, salah satu nya kamu, jadi sah sah aja dong kalau aku tau nama kamu " jawab Andre, dan jawaban nya sedikit jitu membuat Yiwa mempercayai nya.
" Hmm sedikit masuk akal " jawab Yiwa sambil mengeluarkan senyum manis nya.
Tidak menunggu lama, pak Joko pun datang untuk menjemput Yiwa, Arya sengaja memperkerjakan pak Joko hanya untuk menjadi supir pribadi istri cantik nya itu.
" Kak aku pamit dulu, supir aku sudah jemput " ucap Yiwa berpamitan, dan lagi Andre harus gagal untuk bisa meminta nomor ponsel nya.
" Bagaimana bro, apa lo berhasil? " tanya Alex yang merupakan sahabat Andre
" Belum, tapi gue yakin, gue pasti bisa dapatin Yiwa " jawab Andre semangat.
" Jangan terlalu semangat bro, Yiwa seperti nya tidak tertarik dengan lo, gadis secantik dia akan jadi primadola di kampus " jawab Alex
" lo lupa siapa anak teknik yang paling tampan disini " jawab Andre, dan berhasil menutup mulut Alex yang selalu menggoda nya.
Setiba nya di rumah, Yiwa langsung membantu Inem untuk mengurus rumah, Yiwa tidak pernah membiarkan Inem untuk bekerja sendiri, walau Inem sudah menolak dan melarang nya, Yiwa sama sekali tidak memperdulikan larangan Inem, sesuai perintah Arya, Inem pun terpaksa membiarkan Yiwa untuk membantu nya.
" Selamat sore non " sapa Inem melihat Yiwa yang baru menghampiri nya.
" Sore bi, apa yang bi Inem lakukan " tanya Yiwa
" Seperti yang non lihat sendiri " jawab Inem, yang sedang mengupas kentang dan wortel untuk membuat sup salah satu kesukaan Arya.
" Ohh, apa yang bisa Yiwa bantu bi "
" Tidak ada non, non tidak usah repot-repot, non hanya duduk manis disini," jawab Inem, namun Yiwa sama sekali tidak bisa hanya jadi penonton, Yiwa segera meraih pisau yang ada di dekat nya, lalu membantu Inem untuk mengupas bawang dan bumbu lainnya.
Setelah semua selesai, Yiwa dan Inem pun menghidangkan makan malam di meja makan, namun tidak seperti biasanya, Arya sama sekali belum pulang, membuat Yiwa sedikit merasa kuatir apa yang sudah terjadi dengan suami tampan nya itu.
Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, namun Arya belum juga kembali, Yiwa yang sedari tadi belum makan apa-apa tidak merasa lapar, karena menghawatirkan Arya yang tidak ada kabar.
Inem yang menyaksikan itu merasa tidak tega, dan segera menyul Yiwa.
" Non istrahat saja, biar bibi yang nungguin tuar Arya disini " ucap Inem, namun Yiwa tidak menyetujui nya
" Tidak bi, biar Yiwa saja, bibi yang harus istrahat" ucap Yiwa, dan Inem pun tidak dapat menolak nya, Arya sudah memberi perintah, untuk menuruti semua keinginan Yiwa.
waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi, terdengar suara mobil dari halaman rumah, Yiwa pun bergegas membuka pintu, dan benar saja mobil Arya kini sidah parkir di depan rumah mereka, namun tidak di sangka, dalam kondisi mabuk, Bella membantu Arya keluar dari mobil nya, membuat Yiwa merasa terkejut, apa yang sudah terjadi dengan mereka.
" Biar aku saja," ucap Yiwa, meminta alih untuk menopang Arya, namun di tolak mentah mentah oleh Bella
Yiwa pun hanya bisa pasrah, serta menuntun Bella untuk membawa Arya ke kamar mereka.
Saat Bella hendak pergi, Arya pun menarik tangan nya, hingga tubuh nya terjatuh di ranjang yang sama, Yiwa yang menyaksikan itu benar benar merasa sakit hati, namun Yiwa kembali menguatkan hati nya, ia sadar pernikahan mereka hanya kontrak dan tanpa dasar cinta, jadi wajar saja jika Arya berbuat begitu.
Bella merasa puas membuat Yiwa merasa tidak punya harga diri, senyum licik dari bibir nya bisa menjelaskan betapa bahagia nya dirinya, melihat Arya yang lebih memilih dirinya daripada Yiwa, Merasa tidak pantas, Yiwa akhir nya memutuskan untuk tidur di kamar tamu mereka, dan meninggalkan Arya dan Bella tidur di ranjang yang sama.
" Kamu baik baik saja Yiwa, mereka sudah terbiasa melakukan itu, jadi kamu tidak usah fikirkan " ucap Yiwa dalam hati nya dan segera membaringkan tubuh nya di ranjang kamar tamu mereka.
Waktu seakan berlalu begitu cepat, Yiwa yang memiliki kelas pagi, segera berangkat ke kampus, dan Yiwa sama sekali tidak menganggu Arya dan Bella yang masih tertidur dengan nyenyak.
Arya yang baru membuka mata nya merasa bahagia, ia mengira Yiwa lah yang tidur di samping nya, namun saat Arya ingin memperbaiki selimut, Spontan Arya merasa terkejut, melihat Bella yang masih tertidur dengan nyenyak.
" Apa yang sudah ku lakukan " tanya Arya dalam hati, lalu segera bangkit dari tempat tidur nya, Arya memperhatikan seluruh ruangan untuk mencari Yiwa, namun Arya sama sekali tidak bisa melihat keberadaan Yiwa, dengan Cepat Arya bergegas keluar menuju dapur, berharap ia akan melihat Yiwa disana, namun Arya juga tidak melihat Yiwa melainkan hanya Inem yang sedang sibuk membersihkan dapur nya.
" Selamat pagi tuan " sapa Inem, melihat wajah Arya yang penuh kebingungan.
" Pagi Bi, apa bibi melihat Yiwa " tanya Arya, belum sempat Inem menjawab pertanyaan nya, pak Joko pun langsung muncul yang baru pulang mengantar Yiwa.
" Pak Joko dari mana " tanya Arya, yang begitu merasa cemas
" Saya baru pulang ngantar non Yiwa ke kampus tuan " jawab pak Joko, dan Arya pun langsung menggarut kepala nya yang tidak terasa gatal.
" Apa yang sudah terjadi tuan, baru tadi malam non Yiwa nungguin tuan sampai larut malam, apa tuan tidak bertemu dengan non Yiwa " ucap Inem kembali, membuat Arya semakin merasa bingung dan merasa bersalah, Arya lalu kembali ke kamar untuk menanyakan apa yang sudah terjadi dengan Bella.
" Bella bangun " ucap Arya, dengan manja Bella pun menguap sambil menganggkat kedua tangan nya.
" Sayang, kamu sudah bangun " ucap Bella, semakin membuat Arya merasa bingung dan kesal
" Apa yang sudah terjadi, dan kenapa kamu bisa tidur disini" tanya Arya yang semakin merasa penasaran.
" Kamu tidak ingat, kamu sendiri yang meminta ku untuk tidur disini dan mengusir istri kamu yang kampungan itu " jawab Bella, membuat Arya merasa kesal lalu mengusir Bella.
Dengan cepat Arya pun membersihkan diri lalu menyusul Yiwa ke kampus, Arya ingin mejelaskan semua yang terjadi, Arya sama sekali tidak berniat melakukan itu, di tambah dia yang mabuk membuat nya tidak menyadari apa yang sudah di lakukan nya.
Arya kini sudah tiba di gedung teknik, namun mata Arya langsung tertuju melihat Yiwa dan Andre yang kini duduk berdua bersama, ingin sekali Arya menghampiri nya, namun Arya merasa tidak punya hak, lalu memutuskan untuk pergi menuju rumah sakit.