I'M Your'S Doctor

I'M Your'S Doctor
BAB 71



Waktu seakan berlalu begitu cepat, usia kandungan Yiwa pun sudah memasuki bulan ke 5, perut buncit nya semakin membuat Arya merasa gemes dan selalu ingin memeluk dan mencium nya.


" Sayang, jangan nakal ya, papa mau kerja dulu, jangan susahin mama, kasihan mama yang lagi sibuk mau wisuda." ucap Arya sambil mengelus perut buncit Yiwa.


" Iya papa.." jawab Yiwa menirukan suara anak kecil.


" Anak papa sangat pintar, umuuaachhhh,," sambung Arya, dan Yiwa hanya bisa tersenyum bahagia melihat tingkah lucu Arya.


" Ya sudah mas berangkat dulu ya sayang, nanti kuliah nya hati-hati, kalau urusan kamu sudah selesai langsung pulang istrahat, jangan capek-capek." ucap Arya yang sangat overprotektif dengan Yiwa.


" Iya sayang, nanti aku kabarin mas kok, mas jangan lama-lama pulang nya, nanti dedek bayi rindu." goda Yiwa dengan manja.


" Jadi cuman dedek bayi yang rindu."


" Aku juga sayang, makanya jangan lama-lama pulang nya."


" Iya sayang, mas juga gak bisa lama-lama jauh dari kalian berdua, ya sudah mas berangkat ya. jangan nakal."


" Iya sayang. hati-hati."


" love you istri ku."


" love you too suami ku."


Arya pun langsung melajukan mobil nya ke rumah sakit, sedangkan Yiwa kembali istrahat, pinggang nya terasa pegal, dan siang nanti ia harus ke kampus untuk menyiapkan acara kelulusan nya.


Mendengar kelahiran Indah, Randy pun memutuskan untuk kembali ke Jakarta, walau Indah tidak mengharapkan kehadiran nya. Randy benar-benar bertekad ingin melihat buah hati nya.


Setiba nya di Jakarta, Randy pun memutuskan untuk menjumpai Arya di rumah sakit, karena bagaimana pun ia juga sudah sangat merindukan sahabat nya itu, namun hal yang tidak di duga pun terjadi, Randy kembali bertemu dengan Clara yang baru dinas di rumah sakit yang sama dengan Arya.


" Hai, jodoh memang tidak kemana, padahal aku tidak berharap bisa ketemu kamu lagi, namun takdir langsung mempertemukan kita disini." ucap Randy menggoda, namun Clara pun menghiraukan nya.


" Gadis pemabuk, tunggu.!!" panggil Randy, membuat Clara merasa kesal.


" aku punya nama, jadi jangan sembarangan memanggil orang" ucap Clara sambil menempelkan id card nya ke kening Randy, dengan polos Randy pun membaca id card Clara.


" Dr Clara, wow, kamu dokter, aku tidak percaya, kebetulan aku kesini mau berobat, dr Clara obatin aku dong, aku sudah tidak kuat menahan luka ini." sambung Randy yang semakin ingin menggoda Clara.


" Kamu mau di obatin, boleh, ayo, kebetulan pasien yang memiliki masalah kejiwaan di rumah sakit ini sudah berkurang, jadi saya akan daftarin kamu untuk mendapat kan perawatan khusus." jawab Clara berbohong, spontan membuat Randy merasa takut.


" Hahahaha, dr bisa saja, saya hanya bercanda, saya sehat begini kok di bilang gila." ucap Randy, dan Clara pun hanya bisa menahan senyum nya, walau sejujur nya ia juga senang, bisa bertemu dengan Randy kembali. di tengah perdebatan mereka, Arya pun tiba-tiba hadir, dan langsung menghampiri mereka.


" Randy, dr Clara. apa yang kalian lakukan disini." tanya Arya menyapa.


" Arya sahabat gue, lo datang tepat waktu, dr cantik ini hampir menambahkan gue pasien sakit jiwa disini." jawab Randy sambil memeluk Arya.


" Lo kapan pulang.? dan dr Clara, apa yang dr lakukan disini."


" Ohh gue baru tiba di Jakarta, dan gue langsung nyusulin lo kesini. ada sesuatu yang ingin gue bahas dengan lo." jawab Randy menjelas kan, dan Clara sama sekali tidak percaya, bisa melihat Arya kembali, dan melihat Randy yang akrab dengan nya.


" Ohh, saya pindah tugas kesini dr, saya tidak percaya dr Arya ternyata dinas disini juga." jawab Clara.


" Oh, selamat datang, semoga dr Clara bisa betah dinas disini. kenalkan ini Randy sepupu saya." ucap Arya, dengan cepat Randy pun mengulurkan tangan nya, mau tidak mau Clara pun menyambut nya.


" Randy. "


" Clara."


Setelah itu, Arya pun langsung membawa Randy ke ruangan nya, sejak kepulangan Arya dari Kalimantan, Clara benar-benar melupakan perasaan nya untuk Arya, karena menurut nya apa yang sudah ia lakukan salah, dan tidak pantas untuk di lakukan.


" Apa yang membawa lo kesini, pergi tanpa pamit, datang tanpa di undang, lo udah lebih seram dari jelangkung." ucap Arya.


" Sorry, gue rasa gue gak cocok disini, sementara lo lagi dinas di luar kota, gue kesini sebenar nya mau minta saran dari lo, gue dengar Indah sudah melahirkan, jadi gue mau lihat anak gue, itu saja. gue sama sekali tidak ada niat menganggu." ucap Randy menjelas kan.


" Niat lo gak ada yang salah, walau pun mungkin itu bukan anak lo, tapi gue gak yakin dengan Indah dan suami nya, takut nya kehadiran lo membuat mereka tidak nyaman."


" Please bro, bantu gue, sejak kejadian itu gue benar-benar tobat, gue sama sekali tidak ada menganggu wanita dan menggoda mereka, setelah itu gue akan pergi, gue hanya ingin melihat anak gue."


" Terus tadi apa yang lo lakukan dengan dr Clara, seperti nya lo sudah mengenal dia."


" Ohh, beberapa bulan kemaren gue ketemu dia di Singapura, dan barusan gue ketemu dia lagi, jodoh kali." jawab Randy menjelaskan.


" Lo suka dengan dia."


" Gue belum yakin, gue hanya penasaran, btw lo kok bisa kenal dengan dia, sementara dia baru pindah dinas ke rumah sakit ini." tanya Randy penasaran.


" Gue kenal dr Clara di Kalimantan. gue merasa tidak nyaman dia pindah kesini." jawab Arya, semakin membuat Randy penasaran.


" Kenapa."


" Kalau Yiwa tau dr Clara pindah tugas kesini, gue takut Yiwa salah paham, apa lagi sekaranf Yiwa lagi hamil, bawaan nya sensitif, gue gak mau dia kenapa-napa, apa lagi sampai kehilangan dia."


" Apa!!, Yiwa hamil. selamat bro, sebentar lagi lo akan menjadi seorang ayah, gue salut dengan lo. tapi tunggu!! kenapa Yiwa bisa salah paham, apa yang sudah terjadi." sambung Randy kembali.


" Otak lo benar-benar gak bisa mikir panjang. " jawab Arya sambil memukul kepala Randy dengan lipatan kertas.


" Jangan bilang dr Clara naksir lo." tanya Randy menebak.


" Hmm, tapi itu beberapa bulan yang lalu, gue gak tau sekarang."


" Lo memang sepupu gue yang paling tampan, setiap wanita yang bertemu dengan gue, pasti sudah bertemu dengan lo terlebih dahulu, hmmm apesss,, gue selalu dapet bekas dari lo" ucap Randy, dan Arya pun kembali menjitak kepala nya, Randy sama sekali tidak keberatan Arya melakukan itu, karena bagaimana pun Arya lebih tua dari nya.


" bekas kepala lo, enak aja ngomong sembarangan, tapi soal Indah nanti gue omongin dengan Yiwa, biar Yiwa yang bicara, bagaimana pun mereka sahabatan, gue yakin kalau Yiwa yang membujuk pasti Indah bisa mengerti."


" gak percuma gue punya sepupu seorang dokter seperti lo." ucap Randy sambil merangkul Arya.


" Percuma gue punya sepupu seorang dosen, O nya tidak pernah di pakai." jawab Arya sambil menunjukkan otak nya. melihat itu Randy pun hanya bisa tertawa. setelah itu Arya kembali bekerja, sedangkan Randy sibuk mencari Clara, untuk menggoda nya.