
Yiwa sungguh sangat merasa sedih, sudah 2 hari Arya tidak ada kabar, pikiran nya kacau, Yiwa sama sekali tidak tau harus berbuat apa, hanya air mata yang bisa menjelaskan betapa rindu nya ia dengan dokter tampan nya itu.
Arya yang sangat sibuk di rumah sakit, membuat ia tidak punya waktu untuk memberi kabar dengan Yiwa, hati nya seakan bersalah, namun jarak dari pemukiman ke tempat yang memiliki sinyal disana tidak lah dekat, Arya sungguh sangat merasa sungkan jika harus menyusah kan Clara.
Dengan tubuh yang sangat lelah, Arya pun memaksa kan diri untuk berjalan sendiri, ia juga sudah sangat merindukan Yiwa, belum sebulan saja sudah hampir membuat nya gila, apalagi 3 bulan, Arya sama sekali tidak bisa untuk membayangkan nya. namun saat Arya keluar dari penginapan nya, tidak sengaja Clara melihat nya, dengan cepat Clara pun langsung menyusul Arya.
" Dr Arya," panggil Clara dengan nafas tersengah.
" Dr Clara, apa yang dokter lakukan disini, " jawab Arya sambil menodong kan senter ponsel nya ke wajah Clara.
" Saya ingin menemani dokter," jawab Clara, lalu berjalan mendahului Arya.
Arya sama sekali tidak bisa untuk menolak, melihat semangat Clara membuat nya juga ikut semangat, sambil bercerita kini mereka sudah tiba ke tujuan mereka.
" Saya akan menunggu dr disini," ucap Clara, dan Arya pun langsung mengambil jarak dari nya.
Dengan cepat Arya langsung menekan tombol panggil di ponsel nya, namun tidak ada jawaban, Yiwa yang sudah menunggu lama membuat nya tertidur, sekilas Arya melihat jam tangan nya, wajar saja jika Yiwa tidak menjawab nya, Arya baru sadar ia menelfon di waktu yang tidak tepat. dengan senyum kecewa Arya pun kembali menghampiri Clara.
" Maaf sudah membuat dokter menunggu lama," ucap Arya dengan nada suara kecewa, membuat Clara tidak mengerti apa maksud ucapan Arya.
" Saya baru menunggu sebentar dokter, jadi dokter bisa bicara dengan istri dokter, dokter tidak usah mikirkan saya." jawab Clara.
" Yiwa pasti sudah tidur, ini salah saya," sambung Arya, namun saat Arya ingin pergi, tiba-tiba ponsel nya berdering, senyum nya seakan langsung kembali ketika melihat nama istriku⤠di layar ponsel nya, Clara yang menyaksikan itu merasa cemburu dengan Yiwa, betapa beruntung nya memiliki suami yang begitu menyanyangi dirinya.
Dengan cepat Arya pun langsung menjawab telfon dar Yiwa, dengan mata yang sudah berkaca-kaca pertanda betapa sangat ia merindukan istri cantik nya itu.
" Walaikumsalam sayang, kamu kok belum tidur?" tanya Arya
" Aku terbangun mas, entah kenapa rasanya mas seperti ada di samping ku, aku sangat merindukan mas, 2 hari mas tidak ada kabar, aku sangat kwatir," jawab Yiwa manja.
" Mas juga sangat merindukan kamu sayang, mas minta maaf ya, mas sudah membuat kamu kwatir, mas disini benar-benar sibuk, sampai waktu untuk istrahat saja mas tidak punya, " jawab Arya menjelaskan. namun seketika perasaan Yiwa cemas ketika mendengar suara Clara sedang bersin.
" Mas lagi sama siapa disana?" tanya Yiwa cemburu, membuat Arya tidak tega untuk mengatakan nya.
" Ohh mas lagi dengan dokter Clara sayang, dia yang nunjukin mas tempat ini " jawab Arya.
" Jam segini berdua dengan perempuan lain," tanya Yiwa kembali, yang semakin memperjelas rasa cemburu nya.
" Sayang, kamu jangan mikir yang macam-macam ya, mas tidak melakukan aneh-aneh disini, dr Clara hanya berniat untuk membantu mas, itu saja," jawab Arya, mendengar Arya yang berusaha untuk membela wanita lain, rasanya sangat membuat hati Yiwa teriris.
" Oh begitu, ya sudah mas disana hati-hati ya, aku mencintai mas," ucap Yiwa, lalu memutuskan telfon nya, Arya benar-benar tidak tenang, ia sudah tau apa yang ada dalam pikiran wanita pujaan hati nya itu. Arya mencoba untuk menghubungi Yiwa kembali, namun rasanya Yiwa belum siap, entah kenapa ia merasa begitu sakit hati, membayangkan lelaki yang sudah sangat ia cintai sedang berdua dengan wanita lain di jam yang sudah tidak wajar.
Dengan rasa sedih Arya pun mengajak Clara untuk kembali, melihat wajah Clara yang sudah mengantuk membuat Arya tidak tega untuk berlama-lama.
Semakin sering bersama Arya, semakin membuat Clara merasa nyaman, sejak pertama melihat Arya, Clara sudah jatuh cinta pandang pertama dengan dokter tampan itu, mengetahui Arya yang sudah beristri membuat Clara sakit hati, namun Clara tidak ingin menunjukkan nya, bisa di dekat Arya saja sudah membuat perasaan nya bahagia.
Saat Arya dan Clara, berjalan menuruni jalan yang terjal, tiba-tiba kaki Clara tersanjung oleh batang kayu, membuat kaki nya terkilir dan sangat sulit untuk berjalan, Arya yang menyaksikan itu pun tidak tega membiarkan Clara berjalan dengan kaki pincang, akhir nya Arya memutuskan untuk menyuruh Clara naik ke atas punggung nya, perbuatan Arya benar-benar membuat Clara tersanjung, jantung nya berdebar dengan kencang, ia merasa bagai mimpi bisa memeluk tubuh kekar yang di miliki oleh Arya, aroma tubuh Arya seakan membuat Clara semakin jatuh cinta.