I'M Your'S Doctor

I'M Your'S Doctor
BAB 24



Arya yang sudah terbangun dari tidur nya, menatap wajah Yiwa yang begitu cantik menurut nya, jujur saja Arya masih sedikit trauma dengan kisah cinta nya, ia takut Yiwa akan melakukan hal yang sama untuk menyakiti nya lalu pergi meninggalkan nya.


Tidak menunggu lama, Yiwa pun terbangun dari tidur nya, spontan Yiwa merasa terkejut melihat wajah Arya yang tepat di hadapan nya


" Tuan " ucap Yiwa sambil menarik selimut untuk menutupi wajah nya.


" Hei, apa yang kamu lakukan " tanya Arya sambil menarik selimut yang sudah menutupi wajah Yiwa


" Kenapa tuan melihat wajah ku seperti itu, aku merasa malu " jawab Yiwa.


" Yiwa,, kenapa kamu mesti malu, asal kamu tau, kamu itu sangat cantik, aku suka lihat wajah kamu yang tertidur dengan nyenyak " sambung Arya kembali, semakin membuat Yiwa tersipu malu.


Tidak tahan mendengar rayuan Arya, Yiwa pun langsung bangkit dari tempat tidur nya, namun lagi lagi kecepatan nya di kalah kan oleh Arya.


" Kamu mau kemana " tanya Arya dengan manja.


" Aku mau mandi tuan, aku ada kelas pagi " jawab Yiwa berbohong


" Ya sudah, ayo mandi bersama, setelah itu aku akan mengantar kamu, kebetulan aku ada kunjungan kelas di fakultas kedokteran " jawab Arya, semakin membuat Yiwa salah tingkah


" Aku malu tuan, kalau begitu tuan bisa mandi dahulu, aku akan mandi setelah tuan selesai " jawab Yiwa, yang selalu berusaha mencari alasan untuk menolak ajakan suami tampan nya itu


Tidak ingin basa basi, Arya pun langsung mengangkat tubuh Yiwa ke dalam kamar mandi mereka, spontan Yiwa menjerit karena merasa terkejut.


" Apa yang tuan lakukan " tanya Yiwa.


" Kamu diam saja, aku tidak akan macam macam dengan istri cantik ku ini " jawab Arya, semakin membuat Yiwa meleleh yang harus melihat sifat asli suami tampan nya itu, yang sangat suka untuk merayu.


Tidak ingin membantah, Yiwa pun hanya bisa pasrah, hingga Arya berhasil mengangkat tubuh nya sampai ke dalam kamar mandi mereka.


Mata Yiwa seakan terbelalak melihat Arya yang kini mulai melepas seluruh baju tidur nya, Yiwa tidak ingin melihat nya, namun pesona tubuh Arya yang begitu sexy, membuat Yiwa untuk sayang melewatkan nya.


" Kenapa kamu hanya diam saja " tanya Arya, yang kini sudah selesai melepas semua pakaian nya.


" Apa yang tuan lakukan " tanya Yiwa kembali yang merasa tidak percaya dengan apa yang sudah di lihat nya.


" Aku ingin mandi, ayo buka baju mu, kita mandi bersama " ajak Arya, membuat jantung Yiwa berdegup kencang dan semakin kencang, di tambah Arya yang selalu bersikap nakal dengan nya, membuat Yiwa tidak tahan.


Melihat Yiwa yang hanya diam terpaku, Arya pun langsung menarik Yiwa ke bawah shower, hingga air yang mengalir membuat Yiwa kembali tersadar, perlahan Arya pun melepas piyama Yiwa yang sudah basah, Yiwa sama sekali tidak bisa untuk menolak nya, gairah Arya spontan kembali, melihat tubuh indah Yiwa yang kini sudah tanpa busana.


Setelah selesai mandi, Arya dan Yiwa pun langsung bersiap untuk ke kampus, Arya yang sudah selesai menggunakan setelan jas nya terlihat sangat tampan, sehingga membuat Yiwa semakin merasa pangling.



Arya yang sedang duduk manis, sembari menatap Yiwa yang kini sedang berhias, semakin membuat nya menganggumi istri cantik nya itu, tekat Arya semakin bulat untuk bisa memiliki seutuh nya istri cantik nya itu.


Kecantikan Yiwa pun seakan bertambah, yang juga menggunakan setelan jas, yang sangat cocok di tubuh nya.



" Kamu sudah selesai " tanya Arya.


" Sudah tuan, ayo berangkat, nanti tuan bisa terlambat " ajak Yiwa.


Arya dan Yiwa pun akhir nya berangkat ke kampus bersama, dengan bekal serapan yang sudah di siapkan bi Inem semakin menambah kemesraan mereka, Arya yang juga memiliki kunjungan kelas pagi, tidak sempat untuk serapan di rumah, sehingga memutuskan untuk makan di jalan.


" Kamu tidak makan " tanya Arya, melihat Yiwa yang sedari tadi hanya menyuapi dirinya.


" Tidak tuan, aku bisa serapan di kantin nanti " jawab Yiwa


" Kamu makan sedikit, makan di kantin kurang sehat, aku tidak mau kamu kenapa-napa " ucap Arya, dan Yiwa pun langsung menuruti perintah dokter tampan nya itu.


Yiwa dan Arya pun kini sudah tiba di kampus, semua mata tertuju kepada mereka, di tambah Arya yang bersikeras untuk mengantar Yiwa ke fakultas nya, membuat banyak lelaki yang patah hati melihat nya.


Termasuk Andre yang juga menyaksikan pujaan hati nya, berjalan bersama lelaki tampan yang tidak asing baginya, semakin menambah rasa penasaran nya dengan Yiwa.


" Dr Arya " ucap Andre, yang tentu mengenali Arya yang merupakan tamatan dokter terbaik dari universitas nya.


Tidak disengaja, Randy pun berpapasan dengan Arya dan Yiwa, membuat Arya sedikit bersalah, sudah menjanjikan sesuatu yang tidak bisa di tepati untuk sahabat nya itu.


" Hai bro, apa kabar " tanya Randy yang selalu bersikap santai


" seperti yang lo lihat, gue baik-baik saja, lo apa kabar bro, gue sama sekali tidak tau lo ngajar disini " jawab Arya berbohong


" lo gak bisa bohongin gue bro, gue tau lo pura pura tidak tau " jawab Randy, sambil merangkul Arya


" lo memang paling mengenal gue " jawab Arya pasrah, lalu mereka pun berjalan bersama menuju fakultas teknik, Yiwa seakan merasa beruntung bisa di dampingi oleh dua laki laki tampan, serta memiliki karier yang mapan.