I'M Your'S Doctor

I'M Your'S Doctor
BAB 23



Setiba nya di kamar, Yiwa kembali mengemas barang milik nya, Yiwa sama sekali tidak memperdulikan Arya yang sedari tadi memperhatikan nya.


" Yiwa, berhenti mengemas, aku ingin bicara " ucap Arya, dan Yiwa pun langsung menghentikan kegiatan nya


" apa yang ingin tuan katakan " jawab Yiwa, lalu duduk di sofa kamar mereka.


" Aku tau aku salah, tapi ini semua salah paham, ini tidak susai dengan apa yang kamu fikirkan " sambung Arya


" Aku tidak mempermasalahkan nya tuan, jadi tuan tidak usah merasa bersalah, aku tau siapa diriku, tuan ingin seperti ini, ya sudah, aku hanya mengikuti permainan tuan " jawab Yiwa kembali.


" Kenapa, apa kamu tidak bahagia menikah dengan ku " tanya Arya tegas


" Perempuan mana yang akan bahagia dengan pernikahan seperti ini," jawab Yiwa, lalu merunduk menyembunyikan wajah cantik nya yang sudah tidak kuat untuk menahan air mata nya.


Perlahan Arya pun mengahampiri istri cantik nya itu, sejujur nya sejak pandang pertama, Arya sudah jatuh hati dengan Yiwa, hanya saja gengsi nya yang mengeraskan hati nya.


" Yiwa lihat aku " ucap Arya, yang sudah duduk bersimpuh di hadapan Yiwa.


" Kenapa tuan lakukan ini, aku tau tuan tidak mencintai dan tidak menginginkan ku, setidak nya tolong hargai perasaan ku, tuan masih menjadi suami ku, apa kata orang melihat tuan membawa wanita lain ke rumah" ucap Yiwa dengan air mata di pipi nya, spontan Arya pun langsung memeluk erat istri cantik nya itu.


" Maaf kan aku, jujur aku tidak tau ini bisa terjadi, sedikit pun aku tidak pernah ingin menyakiti perasaan kamu, aku tidak akan pernah membawa Bella atau wanita lain ke rumah ini, karena rumah ini aku beli khusus hanya untuk kamu, untuk kita, jadi jangan pernah untuk tinggalkan aku lagi " jawab Arya, membuat Yiwa merasa terkejut mendengar jawaban dokter tampan nya itu.


" Apa maksud tuan " tanya Yiwa yang tidak bisa mengartikan ucapan Arya.


" Aku mencintai mu, bahkan sangat mencintai mu " jawab Arya, membuat Yiwa merasa melayang dan tidak percaya


" Apa " ucap Yiwa dengan wajah yang di penuhi dengan rasa kebingungan


" kenapa, apa kamu tidak yakin " sambung Arya, sambil menggemgam kedua tangan Yiwa


" Aku tidak suka melihat tuan bercanda seperti ini, aku jadi malu " jawab Yiwa membuat Arya semakin gemes dengan senyum manis di bibir nya, sejak pertama bertemu dengan Arya, ini pertama kali Yiwa melihat Arya tersenyum, senyuman Arya seakan bisa meluluhkan hati nya.


" Siapa yang bercanda, kalau aku tidak mencintai mu, aku tidak akan menikahi mu " ucap Arya lalu perlahan mendekat kan wajah nya ke hadapan Yiwa


" Lalu bagaimana dengan perjanjian kita," tanya Yiwa, yang tidak tahan melihat wajah Arya yang semakin dekat dengan wajah nya, dengan jelas Yiwa bisa mendengar nafas Arya yang begitu sexy di telinga nya.


" Kalau kamu setuju, kita bisa membatalkan perjanjian itu, berjanji lah padaku untuk selalu setia, jangan pernah tinggalkan aku dengan lelaki lain, aku sungguh mencintai mu " ucap Arya, tanpa meminta ijin, Arya pun langsung mengecup bibir indah Yiwa yang sangat begitu menggoda.


" Yiwa, aku sangat menginginkan mu, aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan mu " ucap Arya dengan suara desahan yang sangat menggoda, membuat Yiwa merasa geli dan tidak tahan mendapat serangan dari suami tampan nya itu


dengan lembut Arya lalu ******* bibir Yiwa, dan perlahan meraba semua tubuh Yiwa, Yiwa seakan terlena dan pasrah, jujur saja Yiwa menikmati nya, Yiwa yang mulai merespon nembuat Arya semakin bersemangat, Arya kini sudah tidak bisa untuk menahan diri, lalu menganggkat tubuh Yiwa ke ranjang mereka.


Di saat Arya yang semakin menguasai tubuh Yiwa, Yiwa seakan tersadar dengan satu hal, bahwa ia tidak bisa untuk melakukan nya, ia baru saja datang bulan, dengan terpaksa Yiwa pun menghentikan suami nya yang sudah di penuhi nafsu itu.


" Tuan, aku belum bisa " ucap Yiwa, namun Arya tetap melanjut kan tugas nya


" Tuan, hentikan aku benar benar belum bisa " ucap Yiwa kembali, dan Arya pun menghentikan tugas nya sejenak


" Kenapa Yiwa, apa kamu takut " tanya Arya dengan wajah melas nya


" Aku tidak takut, hanya saja aku lagi datang bulan, jadi aku belum bisa melakukan nya " jawab Yiwa, dengan pasrah Arya pun langsung berbaring di samping Yiwa.


" Aku minta maaf, aku tidak mengetahui nya " ucap Arya


" Tidak masalah tuan " jawab Yiwa, lalu beranjak dari tempat tidur mereka


" Kamu mau kemana " tanya Arya, menahan tangan Yiwa


" Aku akan tidur si sofa tuan " jawab Yiwa, namun Arya tidak mengijinkan nya.


" Yiwa, mulai malam ini kamu harus tidur disini bersama ku, kamu sudah menjadi istri sah ku selama nya, aku tidak akan meninggalkan mu " ucap Arya, dan Yiwa pun kembali ke tempat tidur mereka


Merasa mulai nyaman, Arya dan Yiwa pun memutuskan untuk tidur, sembari memeluk Yiwa, membuat Yiwa merasa bahagia, kini ia bisa melihat kebaikan dan ketulusan Arya yang tersembunyi, Yiwa pun kini mulai jatuh cinta dengan suami tampan nya itu.