
Selesai kunjungan kelas, Arya bergegas kembali menyusul Yiwa, entah kenapa Arya mulai merasa rindu dengan istri cantik nya itu, sementara Yiwa kini sedang sibuk berduskusi dengan Andre.
Lagi-lagi Arya harus menyaksikan kedekatan Andre dan Yiwa,ada rasa cemburu yang tidak dapat untuk Arya tahan, dan memutuskan untuk menghampiri istri cantik nya itu.
" Yiwa " panggil Arya dengan nada suara kesal, namun Yiwa sama sekali tidak bisa menyadari nya.
" Dr Arya " jawab Yiwa, yang ingin menjaga nama baik suami tampan nya itu, Yiwa tidak ingin membuat Arya malu, dengan terpaka Yiwa pun harus memanggil gelar Arya.
ini pertama kali Arya mendengar Yiwa memanggil gelar nya, entah kenapa Arya tidak menyukai nya, lalu menarik tangan Yiwa untuk melampiaskan kekesalan nya, Andre yang menyaksikan itu tidak tinggal diam, dan mencoba untuk melindungi pujaan hati nya itu.
" Dr Arya, apa yang anda lakukan, cara dokter seperti ini sudah menyakiti Yiwa," ucap Andre menahan tangan Arya, dengan kesal Arya menghempaskan tangan Andre, membuat Yiwa merasa terkejut, apa yang sudah merasuki suami nya itu, sehingga berubah menjadi singa yang siap menerkam.
" lo siapa, ini urusan gue dengan istri gue " jawab Arya, membuat Andre dan Yiwa terkejut, Andre merasa bagai tersambar petir di siang hari, kaki nya bahkan sampai gemetar mendengar ucapan Arya, perlahan Andre mundur, ia sama sekali tidak menyangka, Yiwa kini sudah menjadi seorang istri dari seorang dokter yang cukup terkenal di universitas nya.
" Apa yang tuan lakukan " tanya Yiwa, setelah kepergian Andre
" Aku tidak tau, entah kenapa aku tidak suka melihat kamu berdua dengan laki laki lain, apa lagi laki-laki brengsek seperti dia " jawab Arya dengan penuh kekesalan, membuat Yiwa tersipu malu, melihat suami tampan nya itu yang kini sedang di landa cemburu.
" Kenapa kamu tersenyum " tanya Arya, melihat Yiwa yang berusaha untuk menahan senyum nya.
" Siapa bilang aku tersenyum " jawab Yiwa yang ingin mencoba untuk menggoda Arya, Yiwa kini sudah bisa untuk mengerti sifat dokter tampan itu, Arya sama sekali tidak menyukai perdebatan, itu sebab nya Yiwa selalu mencoba untuk mengalah, sifat rendah hati Yiwa lah yang membuat Arya begitu cepat untuk jatuh cinta dengan istri cantik nya itu.
" Lalu apa yang kamu lakukan, jelas jelas kamu tersenyum " ucap Arya kembali, membuat Yiwa semakin merasa gemes
" Aku bahagia " jawab Yiwa singkat
" Wanita aneh " jawab Arya sambil menepis kan senyum nya.
" Tuan tidak ingin tau apa yang membuat ku bahagia " tanya Yiwa yang sudah semakin berani untuk menggoda Arya
" Apa " jawab Arya singkat, yang jelas jelas sangat penasaran apa yang sudah membuat istri cantik nya itu merasa bahagia.
" Aku bahagia, melihat tuan cemburu seperti ini " bisik Yiwa, spontan Arya tersenyum malu, mereka kini semakin dipenuhi rasa cinta, lalu Yiwa pun bergegas meninggalkan Arya untuk kelas selanjut nya.
" Hahh, siapa bilang aku cemburu " ucap Arya, lalu kembali ke parkiran untuk bergegas menuju rumah sakit.
Sepanjang perjalanan, wajah Yiwa sama sekali tidak bisa lepas dari pikiran Arya, dan Yiwa juga merasakan hal yang sama, mengingat wajah Arya yang cemburu buta, membuat nya senyum- senyum sendiri bak remaja yang sedang jatuh cinta.
Amel yang menyaksikan itu merasa penasaran, apa yang sedang di hayalkan oleh sahabat baru nya itu
" Hei " ucap Amel mengejut kan Yiwa
" Amel, jantung ku hampir copot " jawab Yiwa sambil mengelus dada nya
" Siapa suruh lo menghayal sambil senyum-senyum sendiri, nanti lo bisa kesambat tau " ucap Amel
" Amit- Amit " jawab Yiwa, Indah yang baru bergabung merasa penasaran, apa yang sedang di bahas oleh kedua sahabat nya itu
" Kalian lagi bahas apa, kelihatan nya seru " tanya Indah, namun belum sempat Amel menjawab pertanyaan Indah, Randy pun langsung hadir di kelas mereka.
Setelah kelas selesai, Amel yang jeli sangat merasa penasaran apa hubungan Yiwa dan Randy, tatapan Randy kepada Yiwa sangat berbeda dengan mahasiwa lainnya, dengan cepat Amel pun langsung menyerang Yiwa yang ingin tahu kebenaran nya.
" Yiwa, kayak nya gue dan Indah masih belum mengenal lo secara dalam " ucap Amel, membuat Yiwa tidak mengerti apa maksud dari pertanyaan sahabat nya itu.
" Maksud kamu apa " tanya Yiwa yang tengah sibuk mengemas buku-buku nya.
" Lo ada hubungan apa dengan pak Randy " tanya Amel kembali, membuat jantung Yiwa merasa sedikit ngilu.
" Lo benar Mel, gue juga merasa seperti itu, seperti nya Yiwa ada hubungan sesuatu dengan pak Randy, gue fikir cuman gue yang merasa seperti itu " sambung Indah, membuat Yiwa tidak bisa menghindar dari serangan kedua sahabat nya itu.
" Ok, tapi aku tidak ingin cerita disini " jawab Yiwa, lalu merek bertiga pun pergi ke salah satu kafe dekat kampus mereka.
Saat Yiwa, Amel dan Indah menuju kafe, Andre tiba-tiba menghalangi langkah mereka, membuat Amel dan Indah menjerit karena sangat mengagumi ketampanan Andre.
" Yiwa aku ingin bicara empat mata dengan kamu " ucap Andre, dan Yiwa pun tidak tega untuk menolak nya.
Mendengar ucapan Andre, Amel dan Indah pun menunggu Yiwa di kafe tujuan mereka.
" Yiwa aku mau nanya sesuatu dengan kamu," ucap Andre
" Kakak ingin tanpa apa? " sambung Yiwa
" Apa benar dr Arya suami kamu " tanya Andre yang sangat menganggu pikiran dan perasaan nya.
" Seperti yang sudah kakak dengar," jawab Yiwa, membuat hati Andre semakin terluka.
Melihat Yiwa dan Andre yang sedang asik mengobrol, Randy pun menghampiri mereka, Randy cukup mengenal Andre yang cukup tenar di kalangan mahasiwi nya, dan Randy tidak akan membiarkan Andre menjadi salah satu saingan nya.
" Andre, apa yang kamu lakukan disini " tanya Randy basa basi, membuat Andre sedikit merasa risih, melihat Randy yang penasaran dengan urusan nya
" Pak Randy, tidak ada yang penting pak, aku hanya diskusi dengan Yiwa, kalau begitu aku pamit dulu, aku masih ada kelas bimbingan " ucap Andre, lalu pergi meninggalkan Andre dan Yiwa.
Yiwa merasa sedikit tidak nyaman, melihat Andre dan Randy yang selalu berusaha untuk mendekati nya, jelas jelas mereka sudah mengetahui bahwa ia sudah menjadi seorang istri.
Arya yang sudah selesai bertugas, bergegas untuk menjemput Yiwa, ia sudah menjanjikan bahwa ia akan menjemput istri cantik nya itu.
Randy dan Yiwa tengah sibuk bercerita, Arya yang menyaksikan itu pun langsung menganggu rencana Randy.
" Hai sayang " ucap Arya, lagi lagi ucapan Arya membuat Yiwa dan Randy merasa terkejut
" Gue gak salah dengar " ucap Randy
" Tidak bro, seperti yang lo dengar, hubungan gue semakin hari semakin baik dengan istri gue yang cantik ini " jawab Arya lalu merangkul Yiwa, membuat Randy benar benar merasa cemburu, dan Yiwa hanya bisa pasrah melihat tingkah lucu dokter tampan nya itu.
" Pak Randy yang terhormat, gue dan istri gue ijin pamit, maaf sudah menggangu dan maaf untuk ketidak nyamanan nya " ucap Arya sambil mengedipkan mata nya, membuat Randy benar benar merasa kesal, melihat Arya yang tidak bisa untuk menepati janji nya
Arya pun menggenggam tangan Yiwa menuju parkiran, serta membawa pulang istri cantik nya itu, sangking merasa bahagia, Yiwa sama sekali tidak mengingat Amel dan Indah yang sudah lama menunggu kehadiran nya.