I'M Your'S Doctor

I'M Your'S Doctor
BAB 22



Yiwa yang akan memasuki kelas nya sangat merasa gugup, masa SMA dengan kuliah sungguh sangat jauh berbeda.


" Hai gue Amel " ucap Amel yang duduk tepat di sebelah Yiwa


" aku Yiwa " jawab Yiwa yang belum


bisa menggunakan logat jakarta.


Yiwa dan Amel pun saling berkenalan satu sama lain, di tambah dengan Indah yang baru bergabung dengan mereka, Yiwa berharap Amel dan Indah bisa menjadi sahabat nya.


Tidak menunggu lama dosen pertama pun memasuki kelas Yiwa, mata Yiwa seakan terbelalak melihat dosen tampan yang tidak asing baginya, dia adalah Randy, yang kebetulan ngajar jurusan teknik di universitas itu.


Randy juga merasakan hal yang sama, pertama Randy memasuki kelas, mata nya pun selalu tertuju dengan Yiwa, Randy sama sekali tidak menyangka, gadis yang ia cintai kini menjadi salah satu murid nya.


Setelah kelas selesai, Randy langsung mengajak Yiwa untuk makan siang, ini merupakan kesempatan besar untuk nya, agar bisa mendekati Yiwa.


Lagi lagi semua mata tertuju kepada Yiwa, yang kini berjalan dengan Randy yang merupakan dosen tertampan di kampus itu.


" Kenapa semua mata tertuju kepada kita Mas " tanya Yiwa polos yang sama sekali tidak mengerti arti tatapan mahasiswi yang mengidolakan Randy


" Aku juga tidak tau, kamu tidak usah pedulikan," jawab Randy singkat


Sesuai perintah Randy, Yiwa pun akhir nya berjalan santai, mengikuti langkah Randy, menuju kantin fakultas mereka.


" Yiwa, apa yang sudah terjadi, kenapa kamu bisa kuliah disini, aku sama sekali tidak percaya, melihat kamu duduk di kelas ku" Tanya Randy yang kini sudah tiba dan duduk di kantin bersama Randy.


" Sebelum aku jawab, Kalau disini aku harus panggil mas apa," tanya Yiwa yang sedari tadi menganggu pikiran nya.


" kalau di kelas kamu bisa panggil seperti anak lain nya, tapi kalau kita lagi berdua gini, kamu harus tetap panggil Mas, aku sangat menyukai nya " jawab Randy, dan Yiwa pun meyutujui nya


" Oh ia, sebenar nya aku juga tidak menyangka bisa kuliah disini, tuan Arya yang mengurus semua nya, dan lebih tidak percaya lagi, mas Randy ternyata dosen ku " jawab Yiwa


" Apa Arya tidak cerita apa-apa dengan kamu " tanya Randy, karena Arya tau pasti Randy sebagai dosen jurusan teknik di kampus itu.


" Tidak mas, tapi ya sudah lah, sekarang aku merasa lega, setidak nya aku mengenal satu orang disini, yaitu mas Randy " sambung Yiwa kembali


" Aku juga senang, mulai sekarang kalau kamu butuh apa-apa dengan senang hati aku akan membantu kamu " jawab Randy, dan Yiwa hanya membalas dengan senyum manis nya, membuat Randy semakin menggilai nya.


" Apa tuan Arya ada di rumah pak " tanya Yiwa penasaran, kejadian tadi malam masih sangat menganggu pikirian nya.


" Tidak Non, sejak tadi pagi tuan Arya sudah berangkat ke rumah sakit" jawab Joko, secara tidak langsung, Joko dan Inem bisa mengerti perasaan Yiwa, yang menyaksikan Bella keluar tadi pagi dari kamar mereka.


Sepanjang perjalanan, Yiwa masih berfikir apa yang akan ia lakukan, bayangan Arya dan Bella masih begitu jelas di kepala nya, Yiwa masih tidak menyangka ini semua akan terjadi dengan nya, melihat suami nya harus berada di dalam pelukan wanita lain.


Setiba nya di rumah, Yiwa langsung menyusun semua baju dan barang milik nya, ia tidak ingin menganggu Arya dan wanita lain yang akan tidur bersama, Yiwa memutuskan untuk pindah ke kamar tamu mereka.


Inem yang menyaksikan itu tidak berani untuk bertanya, kejadian tadi pagi tentu sudah bisa menjadi jawaban untuk nya.


Yiwa sama sekali tidak menunggu kepulangan Arya, ia merasa tidak pantas dan meyadarkan diri, Arya bukan miliknya, Pernikahan mereka hanya status dan suatu saat Arya akan menceraikan nya.


Merasa cukup lelah, Yiwa pun memutuskan untuk tidur, Arya yang baru tiba di rumah, langsung mencari Yiwa, namun ia sama sekali tidak bisa menemukan istri cantik nya itu.


" Bi Inem " panggil Arya keras.


" Iya tuan, ada yang bisa saya bantu " tanya Inem


" Apa bibi melihat Yiwa " tanya Arya, spontan jantung Inem merasa ngilu, dan ia tidak mungkin untuk berbohong dengan majikan tampan nya itu


" Non Yiwa ada di kamar tamu tuan " jawab Inem, dan Arya pun langsung berlari menuju kamar tamu mereka


Setiba nya disana, Arya langsung menerobos untuk masuk, Yiwa tidak menyangka Arya akan mencari nya, sehingga ia tidak mengunci pintu kamar nya, mendengar suara pintu yang terbanting cukup keras, membuat Yiwa kembali terbangun dari tidur nya, kini Arya yang sudah berada di hadapan nya, dengan raut wajah marah, membuat Yiwa merasa takut, apa yang akan di lakukan suami tampan nya itu.


" Apa yang kamu lakukan disini " tanya Arya dengan nada suara kesal.


" Mulai malam ini aku akan tidur disini tuan, jadi tuan bisa bebas, memawa wanita mana pun yang ingin tuan aja tidur " jawab Yiwa


" Siapa yang mengijinkan kamu untuk tidur disini, ini rumah ku, apa pun yang terjadi di rumah ini, semua harus dengan izinkan ku " ucap Arya, dan Yiwa pun tidak berani untuk menjawab nya, lagi lagi ucapan Arya menyadar kan dirinya siapa dia sebenar nya.


" Apa yang tuan inginkan " tanya Yiwa dengan nada suara yang menahan tangis, entah mengapa mendengar Arya yang meninggikan suara nya membuat nya begitu takut dan hampir tidak bisa untuk menahan air mata.


" Kembali ke kamar kita sekarang " jawab Arya, lalu pergi meninggalkan Yiwa, dengan terpaksa Yiwa pun kembali mengemas barang milik nya lalu pergi menyusul Arya.