
Indah pun memulai kehidupan baru nya dengan Arjuna, meski belum ada rasa cinta, Indah dan Arjuna sama-sama berusaha untuk menjadi suami-istri yang baik.
Indah merasa sungkan saat memasuki kamar Arjuna, semua barang milik nya kini sudah berada di kamar suami nya tersebut, perut nya yang sudah mulai buncit membuat ia terlihat sexy menggunakan baju kimono nya.
Arjuna yang sudah bersantai di ranjang nya, tidak sengaja menatap Indah yang sedang menggunakan perawatan malam nya, setelah selesai, dengan malu Indah hendak membaringkan tubuh nya, Arjuna yang menyadari itu pun langsung mempersilahkan istri cantik nya itu.
" kamu capek?" tanya Arjuna lembut
" Ia kak, badan aku pegal semua, sejak hamil entah kenapa badan aku gampang banget capek dan lemas " jawab Indah
" Ya sudah sini," ucap Arjuna, membuat Indah tidak mengerti dan memasangkan wajah bingung nya.
" Maksud kakak apa?" tanya Indah kembali, dan Arjuna pun langsung memarken senyum indah nya.
" Kamu bisa tidur di samping aku," jawab Arjuna, perlahan Indah pun menghampiri Arjuna lalu membaringkan tubuh nya tepat di samping suami tampan nya itu
" Semoga mimpi Indah " ucap Arjuna lalu merapikan selimut untuk menutupi tubuh Indah, perlakuan Arjuna benar-benar membuat Indah tersipu malu, ini pertama kali ia diperlakukan sopan dan lembut oleh seorang laki-laki.
Yiwa yang baru selesai membersihkan diri dan juga memakai perawatan malam nya, segera menghampiri Arya yang fokus di layar laptop nya.
" Mas lagi ngapain? " tanya Yiwa sambil mengeringkan rambut nya yang basah
" Mas hanya cek email sayang, kamu sudah selesai mandi nya" jawab Arya, lalu menutup laptop nya
" Sudah " jawab Yiwa singkat lalu duduk di depan cermin hias nya, Arya pun lalu menghampiri istri cantik nya itu, serta mengambil alih tugas Yiwa
" Yiwa ada sesuatu yang ingin mas omongin " ucap Arya, membuat Yiwa penasaran apa yang akan di omongin suami tampan nya itu
" Apa itu mas, seperti nya serius banget," jawab Yiwa sambil membalikkan tubuh nya ke hadapan Arya
" Kamu gak pa-pa kan kalau mas tinggal," jawab Arya, membuat Yiwa tidak mengerti apa maksud ucapan dokter tampan nya itu.
" Maksud mas apa, aku tidak mengerti " tanya Yiwa dengan mata yang sudah berkaca-kaca
" Sayang ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan, mas baru dapat email, lusa mas akan dinas ke luar kota selama 3 bulan, jadi mas ingin membahas ini dengan kamu kamu " ucap Arya sambil duduk berlutut di hadapan Yiwa.
" Jadi mas setuju untuk pergi? " tanya Yiwa sedih, jujur saja Yiwa tidak sanggup berpisah dengan suami yang sudah sangat ia cinta itu.
" Mas tidak bisa menolak sayang, kamu ijinin mas pergi kan, mas janji mas tidak akan berbuat macam-macam selama disana " jawab Arya menenangkan Yiwa
" Kalau aku kangen bagaimana, aku sudah terbiasa makan dan tidur dengan mas, 3 bulan bukan sebentar mas, itu lama, kenapa mas setuju untuk pergi, apa mas tidak merindukan aku nanti " jawab Yiwa yang ingin menolak kepergian Arya, namun Arya benar-benar tidak dapat mengabulkan keinginan istri cantik nya itu.
" Sayang, please jangan menangis, mas benar-benar tidak bisa menolak untuk tidak pergi, ini tanggung jawab mas, rumah sakit disana membutuhkan mas, jujur mas juga tidak tega meninggalkan kamu disini, sedetik saja jauh dari kamu sudah membuat mas rindu " jawab Arya sambil menghapus air mata yang mengalir di wajah Yiwa.
Yiwa sama sekali sudah tidak bisa berkata apa-apa, melihat ini benar-benar membuat Arya bingung dan tidak tega melihat Yiwa sangat berat melepas kepergian nya.
" Sayang mas janji, kalau mas libur mas akan pulang nemuin kamu, mas juga tidak sanggup berpisah dari kamu, tapi disana banyak nyawa yang membutuhkan mas, tapi jika kamu benar-benar tidak ingin mas pergi, mas akan menolak, jadi mas tetap disini menemani kamu " ucap Arya, membuat Yiwa berfikir untuk dua kali, bagaimana mungkin ia tega membiarkan pasien yang sangat membutuhkan suami nya, demi ego nya.
" Tidak sayang, aku minta maaf, aku akan ijinkan mas pergi, bagaimana pun pasien disana lebih penting dan lebih membutuhkan mas sekarang ini, aku tidak apa-apa, aku akan menunggu mas disani, tapi mas harus janji, mas harus punya sedikit waktu untuk ku, sekedar memberi kabar sudah membuat aku tenang disini " ucap Yiwa, membuat Arjuna lega atas pengertian Yiwa, dengan bahagia Arjuna pun langsung memeluk Yiwa serta mencium lembut kening istri cantik nya itu.