I'M Your'S Doctor

I'M Your'S Doctor
BAB 73



Mendengar jawaban Yiwa masih membuat Arya merasa sedih, namun Arya selalu berusaha menutupi perasaan nya, ia tidak mau karena masalah sepela harus bertengkar dengan Yiwa.


" Indah, ada yang mau gue omongin dengan lo." ucap Yiwa.


" Apa.?. seperti nya serius banget."


" Hmm begini, mas Randy sekarang ada di Jakarta, kalau kamu tidak keberatan dia ingin melihat anak kamu." ucap Yiwa hati-hati.


" Buat apa pak Randy ingin lihat keponakan aku, ganggu aja." sambung Amel ketus.


" Amel lo gak boleh ngomong begitu, niat mas Randy kan baik. gak ada salah nya kan kalau dia lihat anak nya sebentar." sambung Yiwa yang secara halus membela Randy.


" Ya sudah, gue ijinin, tapi gue gak mau dia buat keributan, gue sudah bahagia, gue gak mau gara-gara dia rumah tangga gue hancur." jawab Indah, bagaimana pun Indah juga tidak berhak jika melarang Randy untuk melihat anak nya sendiri.


" Hmm, nanti gue sampein ke mas Randy." jawab Yiwa, namun melihat ekspresi Yiwa berbeda dari biasa nya, membuat Amel langsung menyerang dengan seribu pertanyaan.


" Yiwa, kok seperti nya gue merasa lo lagi nyembunyiin sesuatu." tanya Amel dengan wajah yang penuh penasaran.


" Ia, gue juga merasa begitu." sambung Indah yang juga merasa sama dengan Amel.


" Tumben lo sependapat dengan gue." ucap Amel yang kadang lupa memanggil Indah dengan sebutan kakak ipar.


" Gimana gak sependapat, wajah Yiwa sangat jelas seperti jeruk purut begitu."


" Iya Yiwa, lo kenapa.?. apa ada masalah dengan pak dokter.?"


" Gue kesal aja lihat mas Arya, gue bukan nya gak mau minta bantuan dia, hanya saja gue ingin gunakan uang gue sendiri." jawab Yiwa menjelaskan.


" Maksud lo apa.?. masalah nya dimana.?" tanya Amel kembali, yang sama sekali tidak bisa mengerti apa maksud ucapan Yiwa.


" Dari dulu gue punya impian bisa punya rumah impian, lalu kemarin gue nunjukin rumah yang sudah gue dasain. gue sangat mengharapkan rumah itu bisa di bangun dengan uang gue sendiri, agar gue bisa lebih bangga dengan diri sendiri, tapi mas Arya tidak mau mengerti itu, itu yang buat gue kesal." sambung Yiwa menjelaskan lebih detail.


" Gue bisa mengerti perasaan lo, dan juga dr Arya. bagaimana pun dr Arya sekarang suami lo, lo mau buat rumah impian tujuan nya untuk apa.?. toh juga buat lo tinggalin dengan keluarga lo kan.


satu posisi dr Arya ingin lo hormati sebagai suami yang bertanggung jawab, jika lo memang menginginkan rumah ini bisa di bangun, apa salah nya lo ngomong dengan suami lo, agar dia membangun kan rumah itu untuk lo, tujuan nya hanya satu, dr Arya hanya ingin membuat lo bahagia. lo jangan terlalu mengikuti ego lo, bagaimana pun hormon orang hamil jauh lebih besar, jadi lo harus bisa lebih sabar, bisa-bisa lo gak bisa mengontrol diri dan yang ada bisa jadi ribut. kasihan dr Arya yang ingin menjadi suami terbaik untuk lo, tapi lo malah mematahkan niat nya." ucap Indah memberi sarah, karena bagaimana pun ia sudah merasakan bagaimana rasa nya jadi ibu hamil, jadi ia ingin berbagi untuk sahabat nya itu, agar tidak terjadi yang tidak di ingin kan.


mendengar saran Indah membuat Yiwa sadar, bagaimana pun apa yang di ucapkan sahabat nya itu benar ada nya, tujuan nya ingin membangun rumah impian agar ia bisa tinggal bersama keluarga bahagia nya. setelah itu Yiwa pun memutuskan untuk pergi, ia ingin minta maaf untuk Arya, dan meminta agar Arya akan membangunkan rumah impian nya.


Bersama pak Joko, Yiwa pun meminta untuk membawa nya ke rumah sakit tempat Arya bekerja. sepanjang perjalanan, Yiwa sangat merasa menyesal sudah meninggikan suara nya dengan Arya, tapi Arya justru sabar dan mengalah untuk nya.


" Maaf kan aku mas, aku baru sadar apa yang ku perbuat sudah melukai hati mas." bathin Yiwa.


" Tolong ngebut dikit ya pak, tapi tetap hati-hati." pinta Yiwa yang sudah tidak sabar ingin menemui Arya, apa lagi tadi pagi ia sudah mendiam kan Arya, membuat nya semakin merasa bersalah.


setiba nya di rumah sakit, Yiwa pun langsung bergegas menuju ruangan Arya, namun di lorong rumah sakit Yiwa tidak sengaja melihat Randy dan Clara yang sedang berdebat.


" Mas Randy, dr Clara." ucap Yiwa menyapa.


" Yiwa' apa kabar.?. kamu makin cantik aja. apa lagi hamil begini.!" ucap Randy memuji, membuat Clara merasa jengkel.


" mas bisa saja, apa yang mas dan dr Clara lakukan disini. dan kalian sudah saling kenal.?" tanya Yiwa yang merasa sedikit penasaran.


" Mas mau ketemu Arya, cuman Arya lagi sibuk. makanya mas disini dengan dr cantik ini." jawab Arya yang berusaha untuk selalu menggoda Clara.


dengan bingung Yiwa pun menanyakan bagaimana ia bisa mengenal Clara.


" Ohh mas kenal dr Clara di Singapur, eh tau-tau nya mas ketemu dia disini, jodoh kali ya." sambung Randy, dan Yiwa pun hanya bisa mengangguk mengerti.


" Hai Yiwa, apa kabar.?" tanya Clara, sebenar nya Clara merasa malu berjumpa dengan Yiwa.


" Alhamdulillah baik, dr apa kabar.?" tanya Yiwa kembali yang sudah melupakan masa lalu.


" Alhamdulillah baik juga. selamat ya atas kehamilan kamu, mudah-mudahan kamu dan dedek bayi sehat terus." jawab Clara sambil mengelus perut Yiwa yang sudah terlihat buncit.


" Aamiin, terimakasih dokter. ya sudah saya ke ruangan mas Arya dulu, dr hati-hati dengan mas Randy, dia terkenal playboy." bisik Yiwa namun masih bisa di dengar oleh Randy.


" Yiwa'." ucap Randy protes, dan Yiwa pun langsung meninggalkan mereka berdua dengan senyuman.


" Rupa nya begitu.!" ucap Clara yang langsung menyindir Randy.


" begitu apa nya.?" tanya Randy pura-pura tidak mengerti.


" kamu itu lelaki playboy yang suka memainkan semua wanita." jawab Clara yang merasa cemburu.


" tidak semua, tergantung wanita nya, jika mau main-main ayo, jika mau serius ya ayo.!" jawab Randy jujur.


" Dasar." ucap Clara ketus, lalu pergi meninggalkan Randy. dengan cepat Randy pun berlari mengejar Clara.


" gadis pemabuk tunggu." panggil Randy kembali, dan berhasil memberhentikan langkah kaki Yiwa.


" Kamu jalan nya cepat banget." ucap Randy saat sudah tepat di belakang Clara.


" Saya sudah bilang, jangan panggil saya dengan sebutan itu." ucap Clara protes.


" Saya sudah panggil nama kamu baik-baik, tapi kamu tidak memperdulikan nya." jawab Randy membela diri.


" Mau kamu apa.?" tanya Clara spontan, ia tidak ingin berurusan dengan lelaki yang palyboy, Clara sudah ingin menjalin hubungan yang lebih serius untuk menuju ke jenjang pernikahan.


" Aku mau kamu membiarkan aku masuk ke hidup kamu." jawab Randy blak-blakan, membuat Clara merasa kesal karena berfikir Randy akan memain kan perasaan nya.


" Untuk apa, kamu jangan berfikir untuk bisa main-main dengan ku, aku tidak butuh laki-laki seperti kamu, yang bisa nya hanya menyakiti wanita." jawab Clara menolak.


" Siapa bilang aku ingin main-main, aku ingin serius dengan kamu, jika aku tidak serius aku tidak akan melakukan ini."


" Tapi aku tidak bisa melihat keseriusan kamu."


" Bagaimana kamu bisa melihat keseriusan ku, sementara kamu selalu berfikir yang tidak-tidak tentang ku, serta kamu selalu menutup hati kamu."


" please beri aku kesempatan, aku serius ingin menjalin hubungan dengan kamu." pinta Randy serius.


" Kalau kamu serius, kamu harus bisa membuktikan, aku butuh bukti bukan hanya sekedar kata-kata." jawab Clara memberi tantangan, lalu pergi meninggalkan Randy, bagaimana pun ia merasa bahagia, ia juga memiliki perasaan yang sama dengan Randy, namun melihat ketampanan Randy tentu membuat Clara harus banyak berfikir.


" Kamu salah menantang orang.!" bathin Randy sambil melihat Clara yang berlalu meninggalkan nya.


Yiwa yang sudah menunggu Arya di ruang kerja nya, memutuskan untuk membaring kan tubuh nya di sofa. tidak lama kemudian Arya pun tiba disana, dan terkejut melihat Yiwa yang sambil berbaring memain kan ponsel nya.


" Yiwa'. apa yang kamu lakukan disini.?" tanya Arya, membuat Yiwa merasa sedih dengan pertanyaan yang di lontar kan Arya, karena biasa nya Arya sama sekali tidak pernah menanyakan itu.


" apa mas terganggu dengan kedatangan aku." jawab Yiwa lalu berdiri dan menyusul Arya yang sedang mensterilkan tangan nya.


" Bukan sayang, mas kan sudah bilang, kamu sudah hamil besar, kamu harus banyak-banyak istrahat di rumah." jawab Arya sambil memegang kedua bahu Yiwa. dengan cepat Yiwa pun langsung memeluk Arya, serta melampiaskan kesedihan nya.


" Aku minta maaf ya mas, aku tidak sadar kalau aku sudah melukai perasaan mas."


" Sayang, kamu kenapa.?. kamu tidak melakukan kesalahan apa pun. jadi untuk apa kamu minta maaf." jawab Arya lembut.


" Aku tidak seharus nya meninggikan suara ku dan mendiam kan mas tadi pagi. aku sungguh menyesal."


" itu bukan sebuah kesalahan sayang, mas bisa mengerti, kamu lagi hamil, jadi hormon kamu akan lebih tinggi dan kamu akan lebih sensitif, jadi itu semua ujian untuk mas, yang harus bisa sabar dan hati-hati membujuk kamu."


" Tetap saja aku salah, aku belum tenang sebelum mas memaafkan aku." rengek Yiwa dengan manja.


" Iya sayang, mas sudah memaafkan kamu. sudah ya, jangan menangis, mas tidak ingin melihat air mata kamu." ucap Arya sambil mengahapus air mata Yiwa. dengan lembuat Arya pun menuntun tangan Yiwa untuk duduk di kursi kerja nya.


" Aku mau di pangku." pinta Yiwa manja, dengan cepat Arya pun langsung mengabul kan permintaan istri cantik nya itu. kini Yiwa sudah berada di pangkuan Arya, semakin mempertambah keromantisan mereka.


" Mas aku boleh minta sesuatu." tanya Yiwa dengan lembut.


" Apa itu sayang. kan mas sudah bilang apa pun yang kamu ingin kan akan mas berikan, dan mas juga sudah memberi kamu black card, kamu bisa pergunakan itu sepuas kamu, kamu tidak harus meminta ijin dari mas."


" Ini soal rumah impian yang aku tunjukkan dengan mas." ucap Yiwa, seketika wajah Arya langsung berubah.


" ia, mas akan dukung apa pun yang ingin kamu lakukan." jawab Arya sambil merapikan rambut Yiwa dengan lembut ke balik telinga nya.


" Mas bangun kan rumah itu untuk kita ya sayang." ucap Yiwa membuat Arya langsung merasa bahagia.


" Kamu serius sayang.?" tanya Arya kembali.


" Iya sayang, yang penting aku sudah bisa mendasain rumah nya, dan menyusun semua tata dan letak rumah nya. itu saja sudah bisa membuat aku bahagia."


" Iya sayang, kamu tenang saja, mas akan segera hubungi agency untuk proyek ini." jawab Arya, dengan bahagia Yiwa pun mengangguk setuju. melihat ke sexy an bibir Yiwa dengan lembut Arya pun meraih nya lalu mencium nya dengan mesra, merasa terangsang, Yiwa pun lansung membalas ciuman Arya, mereka berdua pun kini saling beradu, hingga Yiwa bisa merasakan ada sesuatu yang menonjol dari balik celana Arya. di tengan kepanasan mereka tiba-tiba Randy pun langsung menerobos masuk, membuat Arya dan Yiwa terkejut dan langsung memberhentikan nya.


" Sial." ucap Randy terkejut, lalu berusaha untuk berbalik keluar. melihat tingkah Randy yang lucu, membuat Arya dan Yiwa tersenyum.


" mas belum selelai kerja." tanya Yiwa


" Sudah sayang. kenapa.?. apa kamu ingin melanjut kan nya di rumah." tanya Arya yang ingin menggoda Yiwa.


" Bukan.!" jawab Yiwa yang sudah tersipu malu.


" tapi mas ingin melanjut kan nya, kamu bisa lihat ada sesuatu yang sudah berontak." jawab Arya sambil melihat ke ke bawah arah senjata nya. Yiwa pun tidak bisa berkata apa-apa. Yiwa hanya bisa tersenyum lalu menutupi wajah nya yang sudah berubah jadi tomat.


" Ya sudah, ayo pulang.!" ucap Yiwa, dengan cepat Arya pun langsung mengemas barang nya. lalu mengajak pulang istri tercinta nya itu.