
Ke esokan hari nya, Bella tiba tiba datang menangis menemui Arya ke ruangan nya, membuat Arya bingung, apa yang sudah terjadi dengan mantan kekasih hatinya itu.
" Bella kamu kenapa? " tanya Arya prihatin namun Bella sama sekali tidak menjawab pertanyaan Arya, Bella hanya melampiaskan tangis nya kedalam pelukan Arya.
Arya hanya bisa pasrah, memberi tubuh ny untuk di peluk oleh Bella, mendengar tangisan yang keluar dari mulut Bella, membuat Arya merasa tidak kuasa, bagaimana pun ia masih mencintai mantan kekasih hatinya itu.
" Bella kamu kenapa, tolong cerita dengan ku, apa yang sudah terjadi dengan kamu? " tanya Arya kembali dan Bella pun langsung membuka suara.
" Mas Rafi ( Suami Bella) menceraikan aku mas, dia bahkan main tangan dengan ku, aku tidak tau apa salah ku, kenapa dia sekejam ini dengan ku, hiksss...hikss...hiksss " ucap Bella, dan Arya pun langsung mempercayai nya
" Terus apa kata orang tua kamu " tanya Arya yang sudah masuk ke perangkap Bella.
" Aku tidak berani untuk cerita ke mama dan papa, apa kata mereka nanti, dan aku tidak tau sekarang harus tinggal dimana, aku takut pulang ke rumah, nanti mas Rafi bisa memukul ku lagi " sambung Bella dan Arya benar-benar tidak bisa untuk membiarkan Bella, tanpa mikir panjang, Arya pun menawarkan Bella untuk tinggal sementara di rumah nya, rencana Bella akhir nya berhasil, dan ia pun langsung memamerkan senyum licik di bibir nya.
Waktu dinas Arya sudah selesai, Arya pun langsung memutuskan pulang bersama Bella, sedangkan Yiwa tengah sibuk menyiapkan makan malam untuk mereka.
Setiba nya di rumah, Yiwa begitu terkejut melihat sosok Bella yang hadir dengan suami nya, apa yang sudah terjadi? membuat Yiwa berfikir keras untuk mikirkan nya.
" Bi, tolong siapin kamar tamu untuk Bella, untuk sementara waktu, Bella akan tinggal disini " ucap Arya, membuat hati Yiwa begitu perih, bagaimana bisa ia mengijinkan wanita lain dan merupakan mantan kekasih nya untuk tinggal bersama, Yiwa yang sudah mulai memiliki perasaan untuk Arya merasa cemburu, namun ia tidak kuasa untuk memperdebatkan nya.
" Non yang sabar ya non, bibik bisa mengerti perasaan non Yiwa " ucap Inem menenangkan hati Yiwa, bagaimana pun ia tentu sangat mengenal Bella, dan ia juga tau betapa terluka nya hati majikan nya itu.
" Iya bi, aku tidak apa-apa kok, bibik tidak usah kwatir " jawab Yiwa, yang berusaha untuk menyembunyikan luka nya.
" Tuan Arya benar-benar keterlaluan " ucap Inem dalam hati
Tidak lama kemudian, di waktu bersamaan Arya dan Bella pun turun
bersama menuju ruang meja makan, semakin membuat Yiwa cemburu, dan Bella yang menyadari itu sangat merasa puas, melihat Arya yang sama sekali tidak memikirkan perasaan nya.
Dengan ikhlas Yiwa pun menyajikan makan malam untuk Arya dan Bella, Yiwa merasa ia kembali ke jati diri nya, dimana ia hanya seorang pembantu, sedangkan Bella bersikap seperti nyoya besar, yang membiarkan Yiwa melayani dirinya.
Arya dan Bella pun melantap makan malam mereka dengan lahap, berbeda dengan Yiwa yang sama sekali tidak selera untuk menelan nasi yang sudah ada di dalam mulut nya.
Setelah selesai makan, Arya pun menuju ruang keluarga untuk menghilangkan penat nya, lalu di susul oleh Bella, lagi lagi Yiwa hanya bisa menyaksikan kedetakatan mereka, tidak tahan menahan Air mata, Yiwa pun melampiaskan sakit nya, dengan menangisi nasib nya.
" Dasar wanita bodoh, mas Arya tidak pernah mencintai kamu Yiwa, kamu sadar diri, jadi jangan pernah mencoba untuk masuk ke dalam hidup nya, apa lagi berharap untuk mendapat cinta nya, kalau dia benar-benar mencintai kamu dia tidak akan melakukan ini, jadi berhenti, sebelum kamu terluka lebih dalam " ucap Yiwa dalam diri, lalu memutuskan untuk tidur di kamar nya.