
Pagi ini Yiwa merasa begitu mual, ia juga tidak mengingat kapan haid terakhir nya datang, perut nya seakan mual, sudah ke sekian kali ia bolak-balik keluar kamar mandi.
Mendengar suara Yiwa yang muntah di kamar mandi, membuat Arya begitu panik dan langsung berlari menyusul Yiwa.
" Kamu kenapa sayang? " tanya Arya sambil memijat bahu Yiwa
" Aku tidak tau mas, sejak tadi perut ku mual ingin muntah " jawab Yiwa yang sudah sangat merasa lemas
" Jangan-jangan kamu hamil sayang " jawab Arya bahagia
" Aku tidak yakin mas, mungkin hanya masuk angin," sambung Yiwa pesimis
" Kamu tunggu disini, aku suruh bik Inem beli tespek dulu " ucap Arya lalu berlari keluar menyusul bik Inem di dapur.
Dengan bahagia Inem pun segera pergi ke Apotik yang kebetulan tidak jauh dari rumah Arya, Inem juga tidak sabar ingin tau apa hasil nya, kehamilan Yiwa merupakan hal yang sangat di tunggu oleh mereka.
Dengan Semangat Inem pun langsung memberikan tespek nya, Arya yang sudah tidak sabar langsung membawa tespek ke kamar. belum tau hasil nya saja sudah sangat membuat ia bahagia.
" Ayo sayang kamu tes dulu " ucap Arya
" Aku tidak tau memakai nya mas " jawab Yiwa polos
" Ya sudah biar mas bantu " sambung Arya, lalu menuntun Yiwa kembali ke kamar mandi
Tanpa merasa jijik dan malu, Arya pun menunggu Yiwa membawa air urin nya, lalu memasukkan tespek ke wadah yang sudah berisi air urin istri cantik nya itu
Arya dan Yiwa sungguh sangat merasa deg-degan, namun setelah melihat hasil nya, mereka harus merasa kecewa, karena Yiwa ternyata belum hamil jua, merasa bersalah, Yiwa pun tidak tahan menahan air mata nya, ia merasa telah mengecewakan Arya, di tambah melihat semangat Arya yang begitu besar semakin membuat ia merasa bersalah.
" Sayang, kamu kenapa menangis?" tanya Arya lembut sambil memeluk Yiwa
" Aku minta maaf, aku belum bisa memberi mas anak " jawab Yiwa dengan tangis yang semakin pecah
" Huss ini bukan salah kamu, mungkin belum rezeki kita, kamu jangan menangis, aku tidak akan pernah menyalahkan kamu, aku sangat menyanyangi dan mencintai kamu, jadi semua kekurangan dan kelebihan kamu akan aku terima. " ucap Arya memberi semangat untuk Yiwa, Arya yang sudah terlanjur bucin tidak akan pernah bisa menyalahkan istri cantik nya itu.
" Aku sangat mencintai mas " ucap Yiwa untuk pertama kali, membuat Arya begitu bahagia hingga berhasil membuat ia tersipu malu, Arya pun langsung mengangkat tubuh Yiwa ke ranjang, perlahan Arya mulai mencium bibir Yiwa, hingga sedikit bermain di area sensitif Yiwa, mereka pun kini sudah sama-sama terangsang, hingga Yiwa tidak dapat menolak Arya yang ingin bercinta.
Dengan lembut Arya pun mulai menjalankan aksi nya, hingga mereka berdua sama-sama merasa puas dan bahagia.
" Terimakasih sayang " ucap Arya yang sudah membaringkan tubuh nya di samping Yiwa.
" Iya sayang, " jawab Yiwa sambil mencium kening Arya, lalu pergi membersihkan diri.
Amel dan Indah yang sudah tiba di kampus tidak sengaja berjumpa dengan Randy, rasa canggung pun semakin besar, Randy mulai semakin merasa bersalah, semakin ia berusaha untuk menghindar dan menjauh, semakin besar pula rasa bersalah yang menghantui nya.
Amel pun langsung menarik tangan Indah meninggalkan Randy, melihat Randy yang tidak punya sikap tanggung jawab membuat Amel begitu membenci nya.
" Indah tunggu " ucap Randy, Amel dan Indah pun langsung menghentikan langkah nya, Randy lalu mengeluarkan sebuah amplop berisi uang untuk Indah, ia berfikir dengan cara ini ia bisa mengurangi beban Indah.
" Apa ini " tanya Indah
" Kamu ambil uang ini, mungkin tidak seberapa, tapi kamu bisa pakai untuk kebutuhan kamu," ucap Randy, membuat Amel dan Indah merasa emosi.
" Aku tidak butuh uang bapak, lebih baik bapak simpan kembali, aku tidak akan pernah mengambil satu rupiah pun dari pak Randy, bapak tenang saja, aku tidak akan pernah mengganggu kehidupan bapak, bahkan setelah anak yang ada di dalam perut aku ini lahir " ucap Indah
" Bapak tidak dengar apa yang sudah di katakan Indah, kami masih menghargai bapak karena bapak dosen kami disini, perlu bapak tau , Indah tidak butuh uang bapak, kalau bapak memang seorang laki-laki, yang perlu bapak lakukan hanya tanggung jawab, tidak dengan cara seperti ini, karena ada aku,Yiwa, kak Arjuna serta dokter Arya yang bisa memberi lebih dari apa yang bapak berikan, jadi lebih baik bapak simpan kembali uang bapak yang tidak seberapa ini " ucap Amel kessal, Randy benar-benar sangat merasa terpukul dengan ucapan Amel, saat Amel dan Indah ingin pergi tiba-tiba suara klekson mobil Arya dan Yiwa pun menghentikan kembali langkah mereka.
" Semangat belajar nya sayang, jangan nakal, dan jangan macam-macam, kamu tau kan kalau suami kamu ini sangat posesif " ucap Arya
" Iya sayang, mas juga jangan nakal, kerja yang benar, dan jangan jadi dokter yang galak " jawab Yiwa, lalu menyalim tangan Arya dan mencium punggung tangan Arya, setelah itu Arya pun mengecup kening dan bibir Yiwa, kebisaan romantis seperti itu sudah jadi kebiasaan suami istri itu.
Yiwa pun langsung bergegas keluar dari dalam mobil, namun Arya lupa memberikan sesuatu untuk istri cantik nya itu.
" Sayang tunggu " ucap Arya menahan Yiwa
" Kenapa sayang, apa aku melupakan sesuatu?" jawab Yiwa
" Tidak, aku yang lupa memberikan kamu ini " ucap Arya sambil memberikan beberapa kartu debit untuk Yiwa.
" Apa ini sayang " tanya Yiwa penasaran
" Mulai sekarang kamu yang memegang ini semua, kalau kamu butuh sesuatu dan ingin beli sesuatu kamu bisa pakai ini, kamu bisa bebas jika ingin belanja apa pun, intinya kamu harus hidup bahagia, beli lah apa yang ingin kamu beli " ucap Arya, membuat Yiwa begitu bahagia, selama ini Arya hanya memberikan uang cash untuk dirinya.
" Terimakasih sayang, tapi apa aku boleh mengirim uang untuk ayah dan ibu di kampung " tanya Yiwa
" Boleh sayang, berapa pun yang ingin kamu kirim aku tidak marah, aku juga senang kalau bisa membantu ayah dan ibu kamu, bagaimana pun mereka juga orang tua ku, dan kalau kita ada waktu kita akan pergi berkunjung kesana " jawab Arya, semakin membuat Yiwa merasa bahagia, dengan spontan Yiwa pun langsung memeluk suami tampan nya itu. melihat kebahagian Yiwa membuat Arya ikut bahagia, ia tidak menyangka kehidupan nya akan bisa sebahagia ini, hidup dengan wanita yang ia cintai dan juga mencintai dirinya.
Setelah itu Yiwa bersama Amel dan Indah pun pergi menuju kelas mereka, Arya yang masih melihat Randy segera menghampiri nya lalu mengajak Randy bicara empat mata.
" Apa yang lo lakukan disini " tanya Arya, membuat Randy terkejut yang tidak menyadari kehadiran Randy
" Lo sendiri apa yang lo lakukan disini?" tanya Randy seperti orang kebingungan
" Apa yang gue lakukan disini lo sudah tau " jawab Arya sambil menunjuk Yiwa yang berjalan dengan Amel dan Indah.
" Gue sudah tidak sanggup bro, ini pertama kali gue merasa seperti ini, gue tidak tau harus ngapain," ucap Randy meluahkan semua beban yang ada di hati nya.
" Apa yang lo pikirkan? " tanya Arya kembali yang ingin membantu sahabat nya itu, mesti Randy sudah menghianati nya, ia masih melihat Randy sebagai saudara nya.
" Gue tidak tau, setiap gue melihat Indah gue merasa bersalah, tapi entah kenapa gue belum bisa percaya anak yang di ada di perut Indah darah daging gue " sambung Randy
" Lo ikutin apa kata hati lo, jangan sampai lo menyesal, sebagai laki-laki lo berani berbuat lo juga harus berani bertanggung jawab, lo jangan lihat masa lalu dan pekerjaan Indah, jika memang benar bagaimana pun itu anak lo, apa lo tega membiarkan Indah menanggung derita nya sendiri, hidup dia sudah susah bro, gue harap lo bisa meringankan beban nya, gue akan selalu ada untuk lo, jika lo butuh sesuatu lo bisa datang ke gue, gue masih buka pintu rumah gue untuk lo " ucap Arya, membuat hati dan pikiran Randy sedikit terbuka.
" Terimakasih bro, lo masih bisa menerima gue, sekali lagi gue minta maaf, gue sangat menyesal " ucap Randy, Arya yang sudah sangat mengenal Randy bisa melihat ketulusan dari mata sahabat nya itu lalu memeluk Randy.
" Gue sudah maafin lo, dan gue harap lo bisa membuka hati lo untuk Indah, melupakan semua masa lalu, dan meninggalkan semua yang buruk-buruk yang tidak pantas untuk di lakukan " jawab Arya, setelah itu Arya pun kembali ke rumah sakit dan Randy kembali mengajar.
Dear readers
Jangan lupa untuk bantu author mendukung novel ini, dengan cara like, komen, vote sebanyak-banyak nya, serta jangan lupa untuk beri rating bintang 5 nya, agar author lebih semangat untuk up setiap hari untuk menghibur kalian, jangan lupa untuk tambahin ke daftar favorit kalian juga ya.
Aku menyanyangi kalian๐๐๐
jangan lupa follow ig author ya @berutu_faujiah