I'M Your'S Doctor

I'M Your'S Doctor
BAB 51



Setelah 3 bulan berlalu, Randy pun memutuskan untuk tidak mengajar di kelas Yiwa, ia tidak tahan melihat Indah, semakin hari perubahan pada Indah pun terjadi, perut nya yang perlahan semakin membuncit membuat ia tidak tega, namun ia juga belum percaya bahwa anak yang ada di dalam perut Indah adalah darah daging nya.


Semenjak kehamilan Indah, Yiwa dan Amel begitu protektif, mereka menjaga dan merawat Indah dengan sangat baik, Indah masih merasa bersyukur ia mempunyai sahabat yang begitu peduli dengan nya, dan sejak kehamilan nya, Indah juga memberhentikan pekerjaan nya, Arya dan Yiwa dengan ikhlas membantu nya untuk memberikan uang belanja untuk ibu dan kedua adek nya yang masih sekolah.


Untuk menutupi kehamilan nya, Indah pun terpaksa tingga bersama Amel, saat Yiwa menawarkan tempat tinggal untuk nya, ia takut akan mengganggu rumah tangga yang baru di bangun sahabat nya itu.


Cibiran demi cibiran pun terdengar di telinga Indah, melihat itu Amel dan Yiwa pun tidak membiarkan Indah menanggung derita nya sendiri.


" Apa yang kalian lihat " tanya Amel melihat tatapan sinis dari teman fakultas nya.


" Dasar p*l*c*r tidak punya malu, hamil tapi tidak punya suami " ucap Siska salah satu mahasiswa disana


" Jaga mulut lo, tinggi-tinggi sekolah tapi lo sama sekali tidak punya etika bicara " sambung Yiwa yang sangat tidak suka melihat orang merendahkan Indah


" Kita bicara fakta, memang benar kan sahabat lo yang P*l*c*r ini bunting tidak bersuami, lo berdua kok mau sih berteman dengan dia, apa jangan-jangan kalian juga sama seorang P*l*c*r " sambung Siska membuat Amel dan Yiwa begitu marah, tidak tahan menahan amarah amel pun melayangkan tamparan keras ke wajah Siska, membuat Siska merasa kesal dan malu.


" Berani nya lo menampar gue " ucap Siska dan hendak membalas Amel, namun tangan nya pun tiba-tiba di tahan oleh Randy, membuat keadaan disana semakin panas


" Apa-apa an ini, apa yang kalian lakukan, jangan merusak citra kalian disini " ucap Randy seolah tidak punya salah


" Dia nyerang saya duluan Pak, saya tidak terima " ucap Siska membela diri.


" Kenapa kamu nyerang dia Amel " tanya Randy, namun tidak di jawab oleh Amel, sejak kejadian itu Amel dan Yiwa sangat membenci Randy.


" Bapak lihat sendiri, dia sama sekali tidak bisa menjawab " sambung Siska kembali yang mengira Amel benar-benar merasa bersalah.


Dengan kesal Amel pun menarik tangan Indah dan Yiwa meninggalkan Randy dan Siska serta geng nya. Randy yang melihat itu semakin merasa bersalah namun ia tidak bisa berbuat apa-apa.


" Dasar lelaki brengsek, untung saja dia dosen disini, kalau tidak udah gue cakar-cakar wajah dia di depan umum, biar orang-orang tau wajah nya tidak sesuai dengan sifat nya " ucap Amel merasa kessal.


" Sudah mel, lo jangan nyalahin pak Randy, dia tidak salah, ini resiko gue, lo tau sendiri apa pekerjaan gue, jadi gue mohon berhenti menyalahkan pak Randy dan berhenti bertengkar untuk gue, gue gak mau kalian berdua kenapa-napa, hanya kalian yang aku punya, dan aku tidak mau kehilangan kalian " ucap Indah dan memeluk kedua sahabat nya itu.


" Maaf ya sayang, mas sudah lama menunggu " ucap Yiwa merasa bersalah


" Tidak sayang, sampai kapan pun mas tidak akan pernah bosan menunggu kamu," jawab Arya lembut, dimana hubungan mereka setiap hari semakin romantis.


" Terimakasih sayang, Mas selalu bisa untuk mengerti aku " jawab Yiwa sambil mengelus wajah tampan dokter tampan nya itu. dengan manja Arya pun langsung mencium tangan Yiwa, perlakuan Arya selalu bisa membuat Yiwa untuk semakin jatuh cinta.


Amel dan Indah pun sudah tiba di rumah, ingin rasanya Amel meminta Arjuna untuk menikahi Indah, namun sejak Yiwa menolak nya, Arjuna kembali bersikap dingin dan cuek.


Diam-diam Amel menghampiri Arjuna ke kamar nya, Amel ingin mencoba membujuk Arjuna, apa hasil nya Amel akan segera mengetahui nya.


" Hai kak " sapa Amel basa-basi


" Kenapa? apa kamu butuh uang " jawab Arjuna ketus


" Tidak, uang aku masih ada, papa dan mama baru transfer " jawab Amel lalu duduk di samping Arjuna yang sibuk di depan layar laptop nya.


" Terus kamu mau apa, kalau kamu bersikap manis seperti ini biasanya kamu butuh sesuatu " sambung Juna yang sangat mengerti adek semata wayang nya itu.


" aku ingin kakak menikahi Indah " ucap Amel terus terang, membuat Arjuna begitu merasa terkejut.


" Apa kamu sudah Gila " jawab Arjuna kesal


" Please kak, aku mohon, setidak nya sampai Indah melahirkan anak nya, aku tidak tega melihat dia selalu di hina dan dan di rendahkan orang " ucap Amel memohon.


" Pernikahan itu bukan main-main, aku hanya ingin menikah sekali dan dengan gadis yang aku cintai " jawab Arjuna tegas


" Lelaki memang semua sama, egois, ya sudah kalau kakak tidak ingin mengabulkan permintaan ku, mulai sekarang aku tidak akan pernah meminta apa-apa dari kakak " ucap Amel kesal lalu pergi meninggalkan Arjuna, Arjuna sama sekali tidak tega melihat Amel sedih dan kecewa, karena sejak Amel kecil ia selalu menuruti permintaan nya. dan kali ini benar-benar membuat Arjuna bingung, sebenar nya ia juga tidak tega melihat Indah yang harus mengandung dan melahirkan tanpa suami. namun perasaan nya tidak bisa di bohongi, hingga detik ini ia masih mencintai Yiwa.


Amel pun lalu membawa segelas susu hamil untuk Indah, Amel benar-benar sangat tulus merawat Indah, sejak kecil ia selalu di tinggal papa dan mama nya, hanya Arjuna yang ia punya itu pun Arjuna juga selalu sibuk kerja. keberadaan Indah membuat ia merasa memiliki seoarang kakak, dan berharap Arjuna akan bersedia menikahi sahabat malang nya itu.