
Waktu berlalu begitu cepat, malam kini berubah jadi pagi, Yiwa yang sudah terbangun dari tidur nya, segera membersihkan diri, Yiwa merasakan rasa sakit di bagian intim nya, namun Yiwa tidak terlalu memperdulikan nya.
Selesai mandi, Yiwa pun mengenakan kemeja putih yang semakin menambah kecantikan nya, ingin rasanya Yiwa membangunkan suami tampan nya itu, namun melihat Arya yang tidur begitu nyeyak, membuat Yiwa untuk mengurungkan niat nya.
Namun tanpa menunggu lama, Arya pun kini membuka mata nya, lagi-lagi Arya merasa pangling melihat Yiwa yang kini sudah ada di hadapan nya, gairah nya pun kembali bangkit, membuat ia ingin kembali menafkahi istri cantik nya itu.
Dengan manja Arya pun memeluk Yiwa dari belakang, Yiwa hanya bisa pasrah mendalat perlakuan manja dari dokter tampan nya itu.
" Selamat pagi sayang " ucap Arya
" Selamat pagi mas " jawab Yiwa dengan nada suara yang masih merasa malu
" Apa yang kamu lakukan sayang, pagi-pagi begini kamu sudah terlihat sangat cantik " tanya Arya, sambil mencium seluruh area leher Yiwa.
" Aku lagi mengoleskan ini Mas, rasa nya sakit, nyeri dan juga perih " jawab Yiwa, Spontan Arya pun langsung berbalik melihat ************ Yiwa yang merah serta mis v nya yang terlihat bengkak.
" Ya ampun sayang, kenapa kamu diamin begini, kenapa gak bilang ke mas," ucap Arya panik, lalu mencari salap dari peralatan p3k nya, namun Arya pun tidak menemukan nya, ia lupa, ia sama sekali tidak pernah menyediakan itu.
" Mas mencari apa " tanya Yiwa, melihat Arya yang sibuk mengotak-atik p3k nya.
" Mas lagi mencari salab untuk mengobati kamu " jawab Arya
" Aku sudah mencari nya mas, aku pakai ini saja, kata bik Inem ini juga bagus," sambung Yiwa dan Arya pun kembali menyusul Yiwa
" Ya sudah, sementara pakai ini dulu, sini biar mas yang olesin " pinta Arya lembut
" Aku malu mas " jawab Yiwa yang masih belum bisa melupakan keganasan dokter tampan nya itu
" Yiwaaa,, kenapa kamu masih malu sih sayang, aku sudah melihat semua nya, lama-lama kamu juga akan terbiasa " jawab Arya lalu mengambil salap dari tangan Yiwa, dengan pasrah Yiwa pun menyerah melihat Arya yang begitu gigih ingin mengobati nya.
" Maaf in mas ya, mas yang sudah menyebabkan ini semua terjadi, kamu harus kesakitan gara-gara mas " ucap Arya merasa bersalah
" Tidak masalah kok mas, ini hal biasa, aku senang bisa menjalankan kewajiban ku sebagai istri " jawab Yiwab, membuat Arya semakin jatuh cinta
" Mas sangat beruntung memiliki kamu," sambung Arya kembali, mereka pun kini semakin merasa bahagia.
Arya pun bergegas untuk mandi, sedangkan Yiwa juga berkemas untuk berangkat kuliah, saat Arya dan Yiwa menuruni tangga, menuju meja makan, bik Inem pun tidak tahan untuk menahan senyum nya, entah apa yang di bayangkan bi Inem, sehingga ia ingin sekali menggoda majikan nya itu.
" Selamat pagi Tuan, selamat pagi non " sapa Inem yang sedang menyiapkan serapan di meja makan
" Pagi bi " jawab Arya dan Yiwa serentak, dengan jeli Arya pun menyadari senyum aneh yang bik Inem pamerkan untuk mereka.
" Seperti nya bibik menyembunyikan sesuatu dari kami " ucap Arya membuat bi Inem salah tingkah
" Tidak tuan, bibik tidak berani menyembunyikan apa-apa dari non dan tuan " jawab Inem dengan suara terbata-bata, Yiwa hanya bisa senyum geleng-geleng, bagaimana pun Inem sudah tau apa yang sudah terjadi.
" Mas jangan suka menggoda bi Inem seperti itu, kasihan tau " ucap Yiwa dan Arya pun hanya tersenyum menuruti perintah istri cantik nya itu
Setelah selesai makan, Arya dan Yiwa pun berangkat masing-masing, Arya yang punya jadwal operasi tidak bisa untuk mengantar Yiwa ke kampus.
Setelah tiba di kampus, dengan kesal Amel menarik tangan Yiwa, hingga hampir membuat Yiwa terjatuh
" Amel kamu kenapa, kok kasar begini," tanya Yiwa yang tidak mengerti apa yang sudah merasuki sahabat nya itu
" Lo gak usah pura-pura tidak tau, apa yang sudah lo lakukan dengan kakak gue, hah!!! " tanya Amel dengan nada suara yang sangat marah
" Aku tidak melakukan apa-apa, emang nya apa yang sudah terjadi " jawab Yiwa, yang sama sekali tidak mengetahui apa yang sudah terjadi dengan Arjuna.
" Gue kecewa dengan lo, kenapa lo nyakitin perasaan kakak gue, apa salah kak Juna sampai lo tega mainin perasaan dia " ucap Amel sambil menangis, membuat Yiwa penasaran apa yang sudah terjadi
" Amel, please lo ceritain ke gue apa yang sudah terjadi, gue benar-benar tidak tau, kak Juna kenapa?, jangan buat gue penasaran begini " ucap Yiwa yang sudah terbawa suasana
" Sampai detik ini, kak Juna masih ngurung diri di kamar, gue gak tau apa yang sudah terjadi, setau gue, dia berniat ingin ngungkapin perasaan dia ke lo, tapi kenapa Yiwa, kenapa lo tega, gue sangat kwatir, hanya kak Juna yang selalu ada buat gue,,,hikss,,,hikss,,, " jawab Amel, membuat Yiwa merasa bersalah.
Akhir nya setelah selesai kuliah, Yiwa pun memutuskan untuk ikut ke rumah Amel, Yiwa sungguh merasa bersalah, dan ingin melihat keadaan Arjuna.
Sebelum berangkat Yiwa mengirim pesan untuk Arya, Yiwa tidak ingin ada salah paham yang baru tumbuh di antara mereka.
" Pak ikuti mobil yang di depan ya " pint yiwa sopan untuk pak Joko
" Baik Non " jawab pak Joko sopan
Menghabiskan 1 jam perjalanan akhir nya Yiwa pun tiba di rumah Amel.
" Gue mohon lo bujuk kak Arjuna untuk keluar, hanya lo satu-satu nya harapan gue Yiwa, gue sama sekali tidak ingin merusak persahabatan kita, tapi gue juga tidak ingin melihat kak Juna seperti ini " ucap Amel
" Gue usahain ya, sekarang lo bawa gue ke kamar kak Juna " jawab Yiwa, lalu Amel pun membawa Yiwa menuju kamar Arjuna.
" Tokk,,tokk,,,tokkk,,,tokk,,, " ( mengetuk pintu kamar Arjuna )
Arjuna mengira Amel lah yang mengganggu nya, dengan tubuh yang lemas, Arjuna pun lalu membiarkan nya.
" Kak Juna, ini Yiwa, buka pintu nya kak, Yiwa ingin bicara dengan kakak " ucap Yiwa sambil mengetuk pintu kamar Arjuna, Arjuna yang mendengar nama yiwa bergegas untuk membuka pintu kamar nya, setelah melihat Arjuna keluar Amel dan Yiwa pun sangat terkejut melihat kondisi Arjuna yang sangat memprihatinkan.
" Kak juna, apa yang terjadi dengan kakak, kenapa kakak begini " ucap Yiwa melihat Arjuna yang sudah terjatuh di pelukan nya
" Aku sangat merindukan mu " jawab Juna lemas, lalu ia pun tidak menyadarkan diri.
dengan cepat Amel dan Yiwa di bantu pembantu pak Budi supir pribadi Amel menganggkat tubuh Arya ke tempat tidur, bukan hanya Amel, Yiwa juga merasa panik, apa yang akan di lakukan, Yiwa sangat takut Arjuna begini karena telah menolak cinta nya.