I'M Your'S Doctor

I'M Your'S Doctor
BAB 61



Setelah menunggu lama, Yiwa dan Amel pun akhir nya berangkat ke Kalimantan, Indah terpaksa melakukan magang di Jakarta, selain untuk kesehatan nya, ia juga ingin berbakti untuk Arjuna.


Yiwa sama sekali tidak memberi kabar dengan Arya, ia benar-benar ingin memberi kejutan untuk suami tampan nya yang sudah sangat ia rindukan itu.


Menghabiskan waktu 3 jam di udara, akhir nya Amel dan Yiwa memijakkan kaki di kota itu.


" Yiwa, apa lo mau langsung susulin dr Arya.? tanya Amel.


" Gue pikir gak dulu, kita langsung ke penginapan saja, apalagi besok kita sudah harus terjun ke lapangan, dan ini juga sudah mau gelap, lebih baik kita istrahat terlebih dahulu." jawab Yiwa


" Ok gue setuju," jawab Amel yang selalu semangat.


Dengan taxi online, Amel dan Yiwa pun menuju penginapan yang sudah mereka pesan sebelum nya, mereka sengaja mengambil tempat yang tidak jauh dari proyek yang akan mereka kerjakan. setiba nya disana, benar-benar membuat Amel merasa nyaman, menghirup udara yang masih segar, serta pemandangan alam yang indah untuk di pandang.


Semakin hari, hubungan antara Clara dan Arya juga semakin dekat, canda tawa seakan selalu terlihat di antara mereka, sejak kejadian itu Arya semakin jarang memberi kabar dengan Yiwa, waktu nya selalu habis di rumah sakit, dan sedikit waktu untuk istrahat.


Melihat itu membuat Clara sedikit bahagia, ia tidak harus melihat lelaki yang diam-diam ia cintai, harus bermanja dengan wanita lain, walau menurut nya salah, tetapi ia juga tidak dapat untuk menyalahkan cinta nya, di tambah Arya yang semakin dekat dengan nya, membuat perasaan nya semakin besar pula. dan berfikir Arya juga memiliki perasaan yang sama dengan nya.


Semakin mengenal sifat Arya, Clara pun semakin berusaha untuk bisa membuat Arya jatuh cinta dengan nya, entah apa yang ada didalam pikiran nya, jelas-jelas ia tau Arya sudah menikah, tapi kenapa ia malah memberikan hati nya sepenuh nya. yang ia tau, ia sangat bahagia bisa berada di sisi Arya setiap waktu. dan berharap bisa memiliki Arya seutuh nya.


Setelah selesai bertugas, Arya memutuskan untuk berjalan sendiri mendaki tempat yang terjal itu, ia sudah sangat merindukan Yiwa, namun lagi-lagi Clara harus melihat nya, melihat itu Clara tidak bisa tinggal diam, dengan cepat Clara pun langsung berlari menyusul Arya.


" Dokter tunggu," panggil Clara, dan Arya pun langsung menoleh ke belakang melihat Clara yang berlari mengejar nya.


" Dr Clara mau kemana,?" tanya Arya, karena Arya sudah tidak ingin Clara ikut dengan nya, ia takut membuat Yiwa berfikir macam-macam tentang nya.


" Aku juga ingin nelfon seseorang, kita bisa pergi bersama kan, aku takut jika sendiri," ucap Clara berbohong. mendengar itu Arya merasa tidak punya hak untuk melarang nya, dengan berat hati Arya pun mengijinkan nya untuk pergi bersama.


Setiba nya disana Arya langsung mengeluarkan ponsel nya lalu menghubungi Yiwa, melihat semangat Arya, benar-benar membuat Clara merasa cemburu, hati nya seakan sakit, entah kenapa ia tidak ingin untuk berpura-pura lagi, rasanya sangat sakit jika harus selalu berpura-pura tegar, seolah tidak terjadi apa-apa.


" Hallo Assalamualaikum mas," ucap Yiwa


" Walaikumsalam sayang, bagaimana kabar kamu,?" tanya Arya semangat.


"Alhamdulillah aku sehat, kabar mas disana bagaimana," tanya Yiwa kembali.


" Alhamdulillah semua lancar, pekerjaan mas disana bagaimana,?" tanya Yiwa.


" Pekerjaan mas juga lancar sayang," jawab Arya dengan nada suara yang mencurigakan, Arya yang tidak sengaja melihat ekspresi wajah Clara yang sudah berbeda, membuat nya penasaran, apa yang sedang mengganggu nya, mendengar itu Yiwa bisa merasakan ada sesuatu yang sedang di sembunyikan Arya, dengan cepat Yiwa pun bisa menebak apa yang sedang di sembunyikan Arya dari nya.


" Aku fikir hanya aku yang sangat merindukan mas disini, mas bahkan sudah jarang untuk memberi kabar, mas tau menunggu itu sesuatu yang sangat susah untuk di lakukan, tapi tetap aku lakukan untuk mas, aku tidak tau harus bersikap bagaimana sekarang, apa aku harus marah, atau aku harus memperkuat kesabaran ku, sesibuk apa mas disana, hingga mas bisa untuk membiarkan ku sampai berhari-hari, apa aku tidak penting, atau sudah ada wanita lain yang membuat mas nyaman dan melupakan aku disini, mas bisa bicara dengan ku, aku tidak se egois itu," ucap Yiwa dengan perasaan yang sangat sedih, tanpa di rencanakan air mata nya pun mengalir mulus di wajah cantik nya.


" Yiwa apa yang kamu katakan, mas sama sekali tidak pernah berfikir untuk melakukan itu, di hati mas hanya ada kamu, tolong kamu jangan berkata seperti itu lagi, apa kamu sudah tidak percaya dengan mas, mas disini benar-benar sibuk, mas capek, tapi demi kamu mas selalu usahain jalan jauh kesini, kenapa kamu tidak bisa hargai itu, bukan nya mas tidak merindukan kamu, tapi keadaan nya begini, jadi mas harus bagaimana," ucap Arya dengan nada suara sedikit tinggi, Yiwa benar-benar terkejut, bukan membujuk nya dengan baik, tapi Justru Arya seolah bersikap menyalahkan nya. hati Yiwa benar-benar terasa sakit, ia tidak menyangka ia akan mendengar kata seperti ini dari seseorang yang sudah sangat amat ia rindukan.


" Maaf, aku terlalu banyak menuntut, merindukan mas mungkin suatu kesalahan, sekali lagi aku minta maaf sudah membuat kesalahan," ucap Yiwa sambil menangis, mendengar tangisan Yiwa membuat Arya merasa bersalah, spontan Arya menarik rambut nya dengan kuat, apa yang sudah ia katakan sehingga membuat hati wanita pujaan nya itu terluka.


" Sayang, mas tidak bermaksud berkata seperti itu, mas minta maaf, mas yang salah, mas mohon kamu jangan menangis, mas lelaki bodoh, mas mohon maafin mas," ucap Arya memohon.


" Mas tidak salah, ya sudah mas bisa pulang, ini sudah larut malam, aku tidak akan menunggu kabar mas lagi, besok jika mas capek mas bisa langsung istrahat, jadi mas tidak perlu jalan jauh lagi hanya untuk menelfon aku, aku bisa mengerti kok, mas baik-baik disana, jaga kesehatan, mas bisa tutup telfon nya." ucap Yiwa dengan hati yang sudah penuh luka.


" Yiwa sayang, tolong jangan bicara itu sayang, mas benar-benar sayang sama kamu, mas minta maaf, mas sama sekali tidak bermaksud seperti itu,," ucap Arya, mendengar itu membuat Clara semakin tidak tahan, dengan rasa marah dan cemburu Clara pun berjalan meninggalkan Arya, melihat itu Arya pun tidak sengaja menyebut nama Clara.


" Dr Clara, tunggu," ucap Arya, semakin membuat Yiwa terkejut dan sakit hati, air mata nya semakin mengalir deras di wajah cantik nya, mendengar isakan tangis Yiwa membuat Arya sadar dan kembali memukul kepala nya dengan keras, bagaimana bisa ia menyebut nama wanita lain saat Yiwa sudah salah paham dengan nya.


" Yiwa tolong dengarin mas, ini tidak seperti apa yang kamu fikirkan, mas bisa jelasin sayang," ucap Arya


" Untuk kesekian kali nya mas, coba mas bayangin jika posisi mas sekarang aku yang berbuat seperti itu, apa mas bisa terima,? mas jahat," ucap Yiwa sambil menarik nafas panjang nya.


" ya sudah mas bisa kejar dia, aku tutup telfon nya, " sambung Yiwa, lalu mengakhiri telfon mereka


Arya yang masih ingin bicara dan menjelaskan pun tidak punya kesempatan, Arya benar-benar stres, kepala nya pusing, ia tidak bisa tenang membiarkan Yiwa yang salah paham dengan nya. Arya mencoba kembali untuk menghubungi Yiwa, namun Yiwa yang sudah terlanjur sakit hati dengan sengaja melemparkan ponsel nya dengan keras, Amel yang melihat itu pun langsung menghampiri dan memeluk Yiwa.


" Yiwa, lo kenapa, apa yang sudah terjadi?" tanya Amel sedih.


" Gue baik-baik saja, lo gak usah kwatir," jawab Yiwa berbohong, ia tidak ingin membuat citra suami nya rusak di depan sahabat nya, Amel yang mendengar itu pun tidak bisa untuk memaksa Yiwa.


" Ya sudah sekarang kita istrahat ya, besok pagi kita harus bangun pagi, semangat, kita kesini untuk masa depan menjadi seorang Arshitek terkenal." ucap Amel memberi semangat, Yiwa yang mendengar Itu pun langsung semangat, karena impian nya sejak dulu bisa menjadi seorang Arshitek yang terkenal, bisa membangun rumah idaman untuk orang tua nya, dan juga rumah impian nya.