
"Mau aku bantu bersihkan?" tanya Ariel. Namun sebelum Cyntia menjawabnya Ariel langsung mendaratkan bibirnya singkat di ujung bibir Cyntia.
Cup...
Cyntia terkejut sambil menutup mulutnya. Ah Ariel kenapa hanya sebentar? Jadi pengen kan Cyntia.
"Manis." ucap Ariel setelah melepas bibirnya yang tersentuh dengan bibir merah Cyntia. Cyntia sudah tersenyum tak jelas di samping Ariel.
Ariel memegang dagu Cyntia dan mengarahkan wajah Cyntia untuk mengahadapnya.
Cup..
Kali ini Ariel lebih lama bermain di bibir Cyntia. Bahkan Cyntia membalas kecupan itu. Saat Ariel melepaskan kecupannya, Ariel memandangi kembali wajah Cyntia.
Bukannya Cyntia murahan, dia inginnya jual mahal. Tapi melihat Ariel yang tampan dekat sekali memandangnya, apalah arti seorang Cyntia. Dia selalu terpesona dengan pria tampan. Tentu saja dia ingin mencicipi rasa bibir itu. Ah sial!
"Aku suka bibirmu." ucap Ariel dan Cyntia menggigit bibirnya pelan dan kembali memukul dada bidang Ariel. Ariel nakal skali.
Mereka kembali memakan makanan mereka, tapi Cyntia jadi tak fokus. Dia suka permainan bibir Ariel.
Selesai makan Cyntia memilih tidur dan Ariel melihat Cyntia yang tertidur. Ariel membawanya ke dalam bilik kamar di pesawat. Dia menidurkan Cyntia di sana.
Saatnya tiba di New York Ariel mengantarkan Cyntia ke apartementnya yang ternyata hanya apartemen studio. Cyntia tak menawarinya masuk karena sudah malam. Meski begitu Cyntia tau aturan jam malam.
"Besok kerja aku jemput." ucap Ariel. Tentu saja Cyntia tak akan menolak.
"Aku pulang dulu. Istirahatlah. Cup.." ucap Ariel dan mengecup singkat pipi Cyntia. Cyntia menganggukkan kepalanya dan menggigit bibirnya saat melihat Ariel pergi.
Baru juga sekali kecupan. Ariel sudah asal kecup-kecup saja di wajah Cyntia. Ah. Tapi Cyntia suka!
"Apa aku akan terus bertemu dengannya Tuhan? Apa dia menyukaiku? OMG. OMG. OMG.." Cyntia sudah gila kalau berurusan dengan Pria tampan. Sebenarnya dia ingin menghubungi Stella. Ingin cerita. Ingin berbagi. Berbagi kecupan basah dengan sahabatnya. Hanya cerita. Tapi Cyntia tau kalau Stella sedang memanjakan suaminya di ranjang. Tentu saja Cyntia tak ingin menjadi obat nyamuk bakar.
Keesokan paginya seperti biasa Cyntia selalu tampil cantik. Dia menggunakan kemeja putih yang sedikit menerawang serta rok span di atas lutut. Uh sexy.
Kring..Kring..
Saat sedang bersiap, ponselnya berdering. Dan itu dari pujaan hatinya semalam.
"Pagi cantik. Sudah siap berangkat?" tanya Ariel.
"Pagi. Baru akan memesan taxi." ucap Cyntia lembut. Dia lupa kalau Ariel ingin menjemputnya.
"Kalau begitu, taxinya sudah siap di bawah." jawab Ariel dan membuat Cyntia terkejut. Dia tersenyum dengan lebaranya dengan menutup mulutnya.
Semua sudah siap, dan dia kembali sebentar untuk melihat kembali tampilannya. Dan mengoles lebih tebal lipstik merahnya Dan muach.. Sempurna. Begitu kata Cyntia.
Cyntia yang nakal sudah mempersiapkan dirinya. Jika Ariel akan menciumnya lagi, dia sudah siap dengan lipstik mattenya. Lipstik merah yang di pakainya meski terkena badai sekalipun tak akan hilang. Uh.. kenapa dia sudah memikirkan bibir Ariel menempel kembali di bibirnya? Dasar gadis nakal.
Saat turun dari apartemennya Cyntia langsung terpesona ketika melihat betapa indah ciptaan Tuhan yang satu ini.
'Kenapa kau baru mengenalkan dia sekarang padaku Tuhan? Jika telat sedikit saja pasti aku sudah terlambat." gumam Cyntia dalam hatinya.
Berbeda dengan Cyntia. Berbeda pula dengan Ariel. Dia melihat Cyntia yang sexy dengan pakaian kerjanya. Karena terkena sinar matahari pakaian yang tadinya tak terlalu menerawang jadi terlihat jelas menerawang sekali. Dan itu sexy. Dia suka. Andai saja dia bisa di atasnya. Uh manja. Dasar otak Ariel. Selalu saja mesum.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤