
Setelah mengisi amunisi dari istrinya, senyum terus saja mengembang di wajah Ariel. Kebahagiaan seakan miliknya sendiri.
Mereka saat ini sedang dalam perjalanan menuju apartemen Cyntia di Swiss. 1 minggu cukup untuk mereka habiskan honeymoon di Swiss.
Tapi bagi Ariel satu minggu seperti satu hari. Tak pernah cukup rasanya kalau cuma 1 minggu.
"Honey, kau benar tak ingin memperpanjang masa honeymoon kita menjadi 2 minggu? Kau tak masalah? Aku siap menemanimu jika kau ingin lebih lama." ucap Ariel. Cyntia hanya memutar bola matanya malas.
Sebenarnya yang ingin lebih lama itu siapa? Bilang saja. Cyntia tak akan marah. Toh mau di rumah atau di manapun Ariel pasti meminta jatahnya tanpa mengenal waktu dan tempat. Pintar sekali mencari alasan.
"Satu minggu sudah cukup sayang." jawab Cyntia yang masih dalam rangkulan suaminya.
Tak lama mereka sampai di apartemen Cyntia. Saat masuk, kesan pertama Ariel pada apartemennya adalah minimalis. Apartemen Cyntia memang tak terlalu besar. Hanya ada 1 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Dan di lengkapi ruang tamu yang bersatu dengan pantry.
Tapi Ariel akui, ternyata istrinya suka sekali kerapian. Apartemen itu tertata sangat rapi. Tak banyak juga barang di apartementnya.
"Aku suka apartemen mu honey." ucap Ariel yang memeluk Cyntia dari belakang dan bertengger di ceruk leher Cyntia.
"Kau tak masalah tinggal di sini selama seminggu sayang?" tanya Cyntia yang mendongakkan kepalanya melihat Ariel.
"Aku tak masalah mau tinggal di manapun, yang penting kau selalu bersamaku honey. I love you." jawab Ariel dan mengecup kepala Cyntia.
Cyntia membalikkan tubuhnya dan memeluk Ariel dengan eratnya.
"Makasih sayang. Love you too." jawab Cyntia.
Cyntia membersihkan dirinya terlebih dulu. Maunya Ariel mandi bersama, tapi karena kamar mandi Cyntia cukup hanya satu orang jadi gagal sudah untuk mandi bersama istri.
Tak lama Cyntia keluar dari kamar mandi masih dengan rambutnya yang basah.
"Sayang mandilah, aku sudah selesai." ucap Cyntia yang duduk di samping Ariel sembari memegang handuk untuk mengeringkan rambutnya.
"Iya sebentar honey." jawab Ariel tanpa menoleh pada Cyntia.
Saat Ariel meletakkan ponselnya dan melihat ke arah Cyntia yang baru selesai mandi. Ugh, sial!
"Kau menggodaku honey?" tanya Ariel. Karena Cyntia menggunakan pakaian tidur tipis tali spaghetti merah menyala dengan rambut yang masih basah. Sexy. Seketika burungnya bangun dan ikut duduk. Uu.. bisa gitu ya.
"Aku tak menggodamu sayang." jawab Cyntia polos. Dia memang biasa menggunakan pakaian seperti itu jika tidur.
"Mandilah sayang, setelah itu kita tidur." ucap Cyntia kesal. Karena Ariel sudah sibuk memeluknya dan mengecupi lehernya.
"Baiklah aku akan mandi sayang, tapi tunggu aku di tempat tidur kita ya honey." bisik Ariel di telinga Cyntia.
Dia berdiri dan menuruti Cyntia untuk mandi. Tak butuh lama. Ariel hanya butuh waktu 15 menit saja.
Dengan bahagianya dia keluar dari kamar mandi karena ingin bertukar peluh kembali dengan istri tercintanya. Dia sudah siap tempur.
Namun yang di lihatnya justru Cyntia-nya sudah tidur. Ambyar. Yang sabar tong. Tunggu besok.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤