
Brakk...
"Apa kau tidak punya mata hah?" teriak Sandra yang baru saja masuk restoran dan menabrak Cyntia. Cyntia sampai terjatuh dan pakaiannya ketumpahan minuman.
"Kau yang tak punya mata. Makanya kalau jalan itu matanya di pasang!" teriak Azlah.
"Oh jadi kalian. Kasian sekali. Tapi dia pantas mendapatkan itu." ucap Sandra yang tau kalau Sandra yang terjatuh. Dan Dia berlalu pergi.
"Kau.." belum juga Azlah puas mengatai Sandra, Tapi Danesh sudah menahannya.
"Biarkan saja, kita sudah hampir telat. Kasian Cyntia." ucap Danesh. Dan Azlah membantu menutupi baju Cyntia yang terkena noda dengan blazernya.
"Biarlah, dia memang wanita gila. Kita ke kantor saja." ucap Cyntia yang tak mau ambil pusing.
Sedang Sandra yang tau bahwa Ariel di restoran ini dari sekretaris Ariel langsung mengganggu Ariel yang masih sibuk membahas pekerjaan di restoran itu. Sandra menunggunya hingga selesai.
Saat selesai Sandra langsung memanggil Ariel dan menyuruh Ariel menemaninya makan.
"Apa yang kau lakukan Sandra? Aku sedang bekerja." malas sekali Ariel dengan wanita ini. Harus berapa kali dia mengatakan pada Sandra jika dia tak suka pekerjaannya di ganggu.
"Temani aku sampai makananku habis saja sayang." jawab Sandra.
Ariel hanya menemani sampai Sandra selesai makan. Dan dia kembali ke kantornya.
Jam pulang kantor, Ariel sudah siap menunggu kekasihnya di depan lift.
"Honey aku sudah di depan ruanganmu." ucap Ariel saat menghubungi Cyntia. Cyntia dengan cepat keluar dan melihat Ariel yang berdiri dekat lift di depan ruangannya.
"Honey, kenapa dengan pakaianmu?" tanya Ariel yang melihat ada Noda di kemeja Cyntia.
"Ah ini, ketumpahan minuman tadi." jawab Cyntia sambil mengibas-ngibaskan kemejanya yang terkena noda.
"Langsung pulang saja sayang. Aku bisa mencucinya." jawab Cyntia yang tertawa karena Ariel sudah mengecupi lehernya hingga membuat Cyntia geli.
"Aku yang ingin memanjakan kekasihku dengan berbelanja. Apa tak boleh?" ucap Ariel dan langsung meraup bibir Cyntia dengan mesranya. Jika begitu Cyntia mana bisa nolak.
Ariel membawa Cyntia ke pusat perbelanjaan dekat kantor. Dia memilihkan banyak baju untuk Cyntia.
"Sayang untuk apa semua pakaian ini?" tanya Cyntia bingung karena tas belanjaan sudah lebih dari 5 yang mereka pegang.
"Ini untukmu honey. Ini hanya beberapa, sepertinya masih banyak yang harus aku belikan untukmu." ucap Ariel.
"Sayang sudah cukup yah, lebih baik uangnya di simpan untuk pernikahan kita." bisik Cyntia yang bercanda pada Ariel. Ayolah Cyntia. Hanya berbelanja pakaian saja tak mungkin membuat Ariel bangkrut.
Beda dengan Cyntia, beda juga dengan Ariel. Ariel menganggap ucapan Cyntia serius.
"Benarkah kau mau menikah denganku honey?" tanya Ariel yang sudah kegirangan. Tentu saja Ariel dengan senang hati menikah dengan Cyntia.
"Aku hanya bercanda sayang," jawab Cyntia dengan tawa renyahnya.
"Oh no, kata-katamu sudah tak bisa di tarik lagi honey. Kau harus menjadi istriku." ucap Ariel dengan tegasnya. Cyntia hanya menggigit bibirnya bingung. Padahal dia masih belum yakin dengan Ariel.
"Minggu depan kita akan ke Canada, kita akan memberitahukan hal baik ini pada keluargaku." ucap Ariel sekali lagi.
"Tapi sayang.."
"Kau tak bisa mundur honey. Kau milikku sekarang." ucap Ariel dan mengecup singkat bibir Cyntia di depan umum.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤