
"Apa kau berkenan untuk berdansa denganku nona cantik?" ucap Ariel saat acara dansa berlangsung.
"Tentu saja aku bersedia tuan tampan." jawab Cyntia dan memberikan tangannya untuk Ariel pegang.
Mereka berdansa layaknya putri dan pengeran di negeri dongeng. Begitu indah. Seolah merekalah yang punya acara saat ini. Karena sorotan mata para tamu undangan semuanya tertuju pada mereka.
Selesai berdansa, Ariel memberi kado pada temannya Raffa yang sedang menikah dan keduanya pulang karena waktu sudah sangat larut.
Ariel mengantarkan Cyntia hingga apartemennya Masih di dalam mobil, Ariel memandangi wajah cantik Cyntia yang malam ini mampu mengalihkan pandangan semua mata para lelaki padanya.
"Kau sangat cantik Cyntia, cup.." Ariel mengecup lama bibir merah Cyntia. Saling bertukar saliva dan saling menikmati.
Ariel mulai nakal dan kembali melakukan malamnya kemarin yang panas dengan Cyntia. Hingga Cyntia kembali sadar dan menghentikan Ariel agar tak melalukannya lebih jauh.
"Jadilah kekasihku Honey?" ucap Ariel saat berhenti dari permaianannya di tubuh Cyntia. Cyntia bingung dan hanya menggigit bibirnya sambil berpikir.
"Aku menyukaimu bukan karena kecantikanmu, aku menyukaimu karena sifatmu. Kecantikanmu adalah bonus untukku." ucap Ariel yang mengecupi punggung tangan Cyntia.
Lama Cyntia berpikir hingga dia menganggukkan kepalanya setuju pada Ariel.
"Aku ingin mencoba jadi kekasihmu." jawab Cyntia malu-malu. Dan tentu saja Ariel yang bahagia langsung menarik Cyntia masuk ke dalam pelukannya.
Keesokan harinya Ariel kembali mengantar Cyntia untuk bekerja. Saat sampainya di perusahaan Soner sudah menunggu Ariel di lobby kantor.
"Pagi tuan." ucap Soner yang menunduk pada Ariel.
"Aku antarkan Cyntia, kau tunggulah di ruanganku." ucap Ariel dan masuk ke dalam lift karyawan.
"Dia asistenku Soner." jawab Ariel dan mengecup bibir Cyntia sebelum mereka berpisah untuk kerja. Ariel hanya mengantarkan Cyntia sampai lift saja.
Hari ini senyum Cytia sangat lebar, karena dia sudah tak berstatus jomblo lagi.
"Ada apa denganmu Cyntia? Hari ini bahagia sekali." tanya Azlah yang masih sibuk dengan pekerjaannya dan sambil melirik Cyntia yang terus saja tersenyum.
"Kau ingat Ariel kan, dia sudah jadi kekasihku." bisik Cyntia pada Azlah. Azlah terkejut dan tersenyum tak percaya sambil menutup mulutnya.
"Benarkah? Ah.. aku iri sekali. Dia begitu tampan dan sexy. Aku juga mau yang seperti itu. Btw, kau sudah merasakan hebatnya dia belum?" bisik Azlah saat menanyakan itu pada Cyntia.
"Belum, kami hanya make out saja." jawab Cyntia jujur dan mereka tertawa bersama. Gila saja Azlah. Selalu saja itu yang di tanya.
Saat jam makan siang Cyntia dan Azlah memilih makan di restoran dekat kantor. Ternyata ada Danesh juga di restoran itu. Akhirnya mereka makan bersama.
"Lihatlah kumpulan pria-pria di sana itu. Tampan-tampan sekali. Oh Tuhan, bagaimana jika salah satunya menjadi kekasihku.?" ucap Azlah sambil menunjuk meja tempat berkumpulnya pria berjas.
"Mereka itu adalah petinggi kantor. Mereka biasa meeting di sini. Dan itu yang pakai kemeja warna grey adalah CEO perusahaan. Dia boss kita." jelas Danesh yang melihat ke arah mana Azlah menunjuk. Dan Danesh juga menunjuk Ariel sebagai CEO. Hanya saja Ariel membelakangi mereka sehingga mereka tak melihat wajah boss mereka.
Berbeda dengan Cyntia. Dia seperti tau postur tubuh itu dan tampilan belakang rambutnya. Belum lagi dia melohat Soner berada di sana. Tapi dia menepisnya.
Karena jam makan siang hampir selesai, mereka memutuskan membawa minuman mereka untuk di minum di kantor saja. Namun saat mereka keluar Restoran..
Brakk..
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤