
Ariel masih terus mencoba menghubungi Cyntia. Tapi tak juga aktif ponselnya. Akhirnya Ariel menghubungi anak buahnya untuk mencari keberadaan Cyntia. Ternyata setelah pulang kerja Cyntia pergi ke Club bersama Azlah.
"Azlah kita ke club yuk, sudah lama aku tak mencari mangsa." ucap Cyntia yang masih kesal dengan Ariel. Dia juga ingin membalas perbuatan Ariel.
"Dengan senang hati sayang. Kalau begitu kita harus tampil sexy. Kita harus belanja untuk membeli perlengkapan." jelas Azlah yang sudah bersiap untuk pergi.
"Ok lets go."
Mereka menuju pusat perbelanjaan dan membeli pakaian sexy. Cyntia memilih gaun coklat tanpa lengan menggantung dengan panjang setengah paha. Malam ini dia ingin terlihat sexy. Cantik. Sexy. Itu yang tergambar pada diri Cyntia hari ini.
Sedang Azlah seperti sebelum-sebelumnya, pakaian yang di pilih selalu saja kurang bahan. Dia hanya membeli pakaian yang menutup kedua gunungnya serta rok span yang minim sekali. Bahkan sekali menunduk sudah terlihat pakaian dalamnya.
Puas memilih pakaian. Mereka menuju club yang biasa mereka datangi.
Seperti lama tak melihat bidadari masuk club, para pria-pria itu dengan tatapan liarnya melihat kedua sosok wanita cantik yang baru saja memasuki Club.
Azlah dan Cyntia langsung memesan minuman dan duduk sambil melihat bartender meracik minuman yang mereka pesan.
"Hai baby, kau lama tak kemari." sapa Gerald yang langsung mengecup pipi Cyntia.
"Hai Gerald lama kita tak bertemu." jawab Cyntia dengan lembut.
Gerald mengajak kedua gadis ini ke tempat duduknya. Di sana sudah banyak teman Gerald yang lain. Dan tak kalah tampan dengan Gerald. Meski tetap lebih tampan Arielnya kemana-mana.
Gerald memberi banyak minum untuk Cyntia dan Azlah. Padahal Cyntia sudah angkat tangan saat minum gelas ke empat. Tapi mereka memaksa kedua gadis ini untuk terus minum.
Hingga pukul 2 dini hari mereka masih di club. Dan akhirnya keduanya sudah sangat mabuk, Gerald tersenyum dengan teman-temannya. Ada yang membawa Azlah. Dan Cyntia tentu saja Gerald yang akan membawanya.
Namun sebelum Gerald membawa Cyntia dan Azlah pergi, anak buah Ariel yang masih mengikuti Cyntia dengan cepat menghalangi Gerald dan anak buahnya untuk pergi.
Tak lama Ariel pun datang. Setelah menyelesaikan pekerjaannya ternyata Ariel langsung terbang kembali dan langsung menuju club. Dia menghampiri Cyntia dan membawa Cyntia masuk ke mobilnya.
"Soner, kau antarlah Azlah." ucap Ariel yang sudah masuk ke dalam mobil.
Saat di dalam mobil, ternyata Azlah masih hidup. Dia masih sadar meski hanya mengigau.
"Kau siapa? Kenapa kau tampan sekali? Aku suka pria tampan." ucap Azlah yang sudah nakal tangannya ke mana-mana dan mengecupi pipi Soner.
"Hei, perhatikan tanganmu. Aku sedang menyetir." ucap Soner yang menyingkarkan tangan Azlah yang sudah membelainya manja.
Soner sebelumnya sudah mencari tau di mana apartement Azlah pada kepala ruangan. Sehingga dengan mudah mobilnya meluncur ke sana.
Cup..
"Aku suka dirimu tampan." ucap Azlah yang kembali bangun dan langsung mengecup Soner. Soner sedang menggendongnya menuju kamar apartemennya saat ini.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Soner kesal setelah Azlah melepas kecupannya dan sekarang gantian tangannya yang meraba-raba tubuh Soner yang lain.
Soner yang sudah lama tak tersentuh, merasa tubuhnya panas ketika Azlah nakal dengan tubuhnya. Bahkan Azlah juga menyentuh kotak-kotak Soner yang masih menggendongnya.
Saat sampai ke dalam kamar, Azlah bukannya berhenti. Dia justru menarik Soner yang sudah akan pergi hingga keduanya saling bertukar saliva. Jelas ini akan membang------'unkan sesuatu yang telah lama tidur. Sial!
"Kau akan habis malam ini denganku nona."
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤