I Can'T Stop Thinking About You

I Can'T Stop Thinking About You
Kau khawatir padaku honey?



"Kau tak usah ikut campur sus. Wanita ini sudah menghancurkan karirku. Dia yang membuatku kehilangan pekerjaanku. Awas kau Cyntia." Letta mengeluarkan pisau kecil dari dalam tasnya dan akan dia tusukkan pada Cyntia.


Suster terkejut saat Letta mengeluarkan pisau itu. Dengan cepat suster itu memeluk Letta, dia menahannya agar tak mendekat pada Cyntia.


Letta terus saja maju dan menodongkan pisau yang dia pegang ke arah Cyntia. Sedang suster terus memeluk Letta dengan eratnya agar tak semakin mendekati Cyntia.


"Apa yang akan kau lakukan nona?" teriak suster.


"Menyingkirlah jika kau tak ingin terluka sus." ucap Letta yang melepaskan pelukan Suster dengan tangan kirinya.


"Apa yang kau lakukan Letta? Apa kau sudah gila hah?" teriak Ariel yang baru datang dan langsung menahan pisau yang Letta todongkan pada Cyntia dengan menggunakan tangannya. Sehingga keluarlah darah dari telapak tangan Ariel yang sedang memegang kuat pisau yang di pegangnya.


"Ariel." ucap Cyntia lirih. Ariel uang mendengarnya sungguh sangat bahagia sekali. Sudah lama Ariel tak mendengar Cyntia memanggil namanya. Jika seperti ini Cyntia baru merespon dirinya lebih baik dia terluka selamanya saja.


"Apa yang kau lakukan Letta? Apa kau sudah gila!" teriak Ariel yang sudah sangat geram sekali dengan tingkah Letta ini.


"Ariel apa yang kau lakukan? Bukan maksudku untuk melukaimu. Aku hanya ing..." belum selesai Letta berbicara, Ariel sudah memotongnya.


"Sudah aku katakan hentikan sandiwara gilamu ini. Berapa kalipun kau mencoba memutuskan hubunganku dengan Cyntia, tak akan bisa. Karema yang aku cintai hanyalah Cyntia. Kau paham itu?" teriak Ariel yang menepiskan tangan Letta dan pisau tetap di pegang olehnya.


"Ingat Cyntia. Pisau ini akan aku jadikan barang bukti dan akan aku serahkan kepada polisi. Ingat itu!" ucap Ariel sekali lagi.


"Jangan Riel, aku mohon maafkan aku. Aku seperti ini karena kau lebih memilihnya dari pada aku. Sedang aku jauh lebih baik dari pada dirinya. Apa yang kau lihat darinya?"


Plakk..


Bahkan Cyntia ikut terkejut di buatnya. Ada bahagia dan senyum samar yang terlihat dari wajah Cyntia. Tapi sayangnya Ariel tak dapat melihatnya.


Meski rasa bahagia itu ada, tapi rasa sakit kehilangan anaknya jauh lebih besar. Jika memang Cyntia harus memaafkan Ariel, Cyntia tak akan semudah itu memaafkan Ariel. Cyntia akan melihat kesungguhan Ariel.


"Kau bukan Tuhan yang berhak menghina siapapun Letta. Kau hanya manusia rendahan. Kau paham sampai sini di mana derajatmu?" ucap Ariel tegas.


"Kau tega sekali padaku berkata seperti itu Ariel. Kau jahat. Aku membencimu." teriak Letta dan berlalu pergi meninggalkan Cyntia, Ariel dan suster. Suster ini sudah seperti orang ketiga saja 🤭


"Sus, kau tak apa-apa?" tanya Ariel yang melambaikan tangannya di depan wajah Suster.


"Ah iya tuan, aku tak apa-apa. Oh iya luka anda akan saya siapkan obat untuk membersihkannya." jawab suster yang tersadar dan melihat tangan Ariel yang terluka.


Ariel menoleh ke belakang dan melihat Cyntia yang masih diam di tempatnya dengan air mata yang sudah menetes melihat tangan Ariel yang terluka.


"Hei honey kau kenapa? jangan menangis. Ada aku di sini." ucap Ariel dan membantu Cyntia untuk menghapus air matanya.


Tanpa ada lagi kata yang keluar dari mulutnya, Cyntia mengambil tisue basah dan memegang tangan Ariel yang terluka dan membersihkan lukanya.


"Kau khawatir padaku honey?"


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤