I Can'T Stop Thinking About You

I Can'T Stop Thinking About You
Sisa makanan



"Kau bekerja dimana cantik?" tanya Ariel saat mereka dalam perjalanan pulang. Killa mengajak Cyntia berkeliling hingga setelah makan malam dia kelelahan dan tertidur di dalam mobil.


"Aku bekerja di New York saat ini." jawab Cyntia dengan senyumnya.


"Tunggu, bukannya rumahmu di Swiss?" tanya Ariel heran.


"Iya kau benar. Tapi kerjaku pindah ke New York. Sudah seminggu lebih aku bekerja di sana." jawab Cyntia.


"Di mana kau bekerja?" tanya Ariel yang ingin tau tentang Cyntia. Siapa tau jodoh. Mungkin.


"Aku bekerja di Alord Corp." ucap Cyntia yang masih salah tingkah karena Ariel terus saja memandangnya dari kaca yang ada di atas kemudi.


"Kau bekerja di mana?" tanya Ariel sekali lagi, Dia hanya ingin memastikan apa yang di dengarnya benar.


"Alord Corp Ariel." ucap Cyntia dan menyimpulkan anak rambutnya ke belakang telinga.


'Damn! Jadi benar yang menabrakku saat itu adalah dia?' tanya Ariel dalam hatinya, mengingat wanita yang menabraknya saat itu.


"Kau bekerja sebagai apa di sana?" tanya Ariel lagi.


"Aku bekerja sebagai staff keuangan." jawab Cyntia masih dengan senyum cantiknya.


'Ah kenapa aku baru tau kalau di perusahaanku ada wanita cantik seperti dia? Bodoh!' ucap Ariel dalam hatinya.


"Kalau begitu besok pulang ke New York bersamaku saja. Aku juga bekerja di sana." ucap Ariel. Dia tak akan memberitahu Cyntia jika dia adalah boss pemilik perusahaan tempat dia bekerja.


"Kau juga bekerja di New York?" tanya Cyntia yang kesenangan. Itu artinya dia bisa bertemu lagi dengan pria tampan yang satu ini.


"Tentu saja cantik. Besok kita akan berangkat bersama." jawab Ariel dan kembali fokus ke jalanan.


Keesokan harinya Cyntia dan Ariel sudah siap berangkat. Mereka berpamitan pulang dengan kedua orang tua Ariel.


"Itu Tak masalah honey. Kami bahkan ingin kau tinggal di sini saja bersama kami." ucap El sambil melirik anak lelakinya. Tentu saja Ariel sudah kesenangan. Itu artinya ada lampu kuning dari mommynya. Sedang Cyntia sudah tersenyum malu di buatnya.


"Kita betangkat sekarang mom dad. I love you." mereka saling berpelukan begitu juga dengan Cyntia dan Killa.


"Kak Cyntia jangan lupa hubungi aku ya." ucap Killa dan Cyntia menganggukkan kepalanya. Dan Ariel mengecup Adik perempuannya itu.


Mereka berangkat menuju bandara dan akan langsung menaiki pesawat pribadi Ariel.


Saat di dalam pesawat ada saja tingkah Ariel yang selalu membuat Cyntia malu-malu kucing.


"Cantik kamu tau, apa bedanya dirimu dengan rumus matematika?" tanya Ariel yang mulai dengan gombalnya.


"Apa?" tanya Cyntia balik.


"Kalau rumus matematika susah di ingat, kalau kau susah di lupakan." jawab Ariel yang membuat Cyntia tertawa.


"Tau gak mobil, mobil apa yang bikin galau?" tanya Ariel lagi. Cyntia hanya menggelengkan kepalanya.


"Mobilang i love you, tapi takut di tolak." Cyntia tertawa sambil menutup mulutnya dan memukul manja lengan Ariel. Ada-ada saja Ariel ini. Aku jelas mau. Tak mungkin Cyntia berkata begitukan?


Saat mereka sedang menikmati makanan mereka di pesawat, Ariel melihat ada sisa makanan yang menempel di ujung bibirnya.


"Ada sisa makanan di sana." ucap Ariel sambil menunjuk bibir merah Cyntia. Namun saat Cyntia akan membersihkannya dengan tangan, Ariel menahannya.


"Mau aku bantu bersihkan?" tanya Ariel. Namun sebelum Cyntia menjawabnya Ariel langsung mendaratkan bibirnya singkat di ujung bibir Cyntia.


Cup...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤