
"Sayang, siapa dia?" tanya Sandra yang sudah mendekat dan merangkul pinggang Ariel. Sandra tak akan rela jika Ariel bersama wanita lain. Dia sudah lama mengincar Ariel.
"Aku bersama dengan wanitaku. Kau pergilah aku ingin bicara dengannya." ucap Ariel melepas tangan Sandra yang merangkulnya.
"Tapi aku ingin denganmu malam ini sayang." ucap manja Sandra yang memegang lengan Ariel.
"Cyntia siapa dia, tampan sekali kenalkan padaku dong." ucap Azlah yang melihat Ariel begitu tampan. Tentu saja Ariel tampan, Cyntia tak mungkin mencari yang jelek pikirnya.
"Dia pria yang aku katakan padamu tadi. Dia sangat hot kan?" bisik Cyntia yang sempat-sempatnya berbicara dengan Azlah yang menanyakan betapa tampannya Ariel.
"Sandra pergilah, aku ingin bicara dengannya. Apa kau paham?" ucap Ariel dengan nada yang sedikit meninggi. Dengan wajah kesalnya terpaksa Sandra pergi meninggalkan Ariel.
"Cantik aku mohon maafkan aku. Aku tak berbohong padamu. Aku memang bertemu dengan klien. Lihatlah itu mereka masih berada di tempat aku duduk tadi." jelas Ariel yang sudah memegang kedua tangan Cyntia.
Sedang Cyntia berpikir, buat apa dia marah. Dia memang tak memiliki hubungan yang special dengan Ariel kecuali malamnya kemarin. Dan itu sudah biasa di sini. Tapi kenapa perasaan Cyntia gelisah ketika Sandra dekat dengan Ariel?
"Kau tak salah tampan, untuk apa minta maaf padaku?" ucap Cyntia dengan senyumnya.
"Jadi kau memaafkanku?" tanya Ariel dan Cyntia menganggukkan kepalanya.
"Terima kasih cantik. Cup." ucap Ariel dan mengecup bibir Cyntia dengan mesranya. Mulai nakal yah bibirnya.
"Dengan siapa ke sini?" tanya Ariel yang melihat Azlah terus saja memperhatikan dirinya.
"Ini temanku Azlah. Azlah ini Ariel salah satu manager di perusahaan kita." ucap Cyntia yang memperkenalkan keduanya.
"Azlah." ucap Azlah dengan senyum manjanya dan di balas senyum dengan Ariel.
Mereka mengobrol-ngobrol ringan hingga Azlah di jemput oleh Zein. Dan akhirnya Cyntia juga memilih pulang karena sudah larut malam.
"Kenapa tak mengajak wanitamu yang tadi tampan?" tanya Cyntia dengan senyum mengejeknya.
"Aku tak suka dengannya. Dia terus saja menempel padaku. Aku sukanya sama cantik Cyntia." ucap Ariel mengecup punggung tangan Cyntia. Meski ada senyum di bibir Cyntia. Tapi entah kenapa dia tetap tak percaya.
Setibanya di depan apartemen Cyntia, Ariel ikut mengantar Cyntia. Inginnya masuk tapi Cyntia tak mengijinkannya.
"Cantik boleh aku masuk?" tanya Ariel yang melihat ke arah dalam kamar apartemennya.
"Aku mengantuk tampan, Aku ingin tidur." jawab Cyntia masih dengan senyum manjanya.
"Baiklah besok aku akan menjemputmu. Selamat malam cantik. Cup.." ucap Ariel dan mengecup singkat bibir Cyntia.
Cyntia hanya tersenyum dan langsung masuk. Meski nakal Cyntia juga punya perasaan. Kemarin malam mereka habiskan dengan malam panas berdua. Tapi nyatanya saat ada wanita lain berbeda lagi. Dasar kadal.
"Stop memikirkan hal yang tidak jelas Cyntia. Kembalilah seperti dirimu dulu." ucapnya di depan cermin.
Keesokan paginya seperti biasa Ariel menjemput Cyntia. Dan tentu saja Cyntia selalu cantik. Dan tampilannya kali ini lebih sexy dari kemarin.
Sepanjang perjalanan Ariel terus saja mencuri-curi pandang pada Cyntia. Tangannya yang selalu memegang tangan Cyntia dia kecup terus hingga mereka sampai kantor.
"Tampan aku duluan ya." sebelum mendengar jawaban Ariel Cyntia langsung pergi meninggalkannya.
"Hai Danesh," sapa Cyntia dan mereka pergi bersama ke ruangannya. Sedang Ariel masih memperhatikan Cyntia yang pergi meninggalkannya.
"Apa cantik cemburu dengan Sandra?"
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤