I Can'T Stop Thinking About You

I Can'T Stop Thinking About You
Aku di sini



"Kau khawatir padaku honey?" tanya Ariel yang tersenyum melihat Cyntia memperhatikan lukanya dan menghapus pelan lukanya.


Tok.. tok..


"Permisi tuan, ini kotak obatnya serta salep yang perlu di oleskan setelah di bersihkan." ucap suster dan di ambilnya oleh Ariel.


"Terima kasih sus." ucap Ariel.


Cyntia mengambil kotak obat itu dan mengobati luka Ariel perlahan. Karena memakai alkohol, sehingga membuat Ariel meringis menahan perih di tangannya yang terasa sekali perihnya.


"Sakit honey, pelan-pelan." ucap Ariel manja yang masih meringis menahan perih. Sedang Cyntia hanya melihat sebentar wajah Ariel yang sudah meringis kesakitan. Dengan pelan dia membersihkan lukanya.


Meski sedikit sakit Ariel tak peduli, yang jelas dia dapat menikmati wajah istrinya dengan puasnya dari dekat dan melihat kekhawatiran istrinya terhadapnya.


Selesai mengobati tangan Ariel, Cyntia juga membersihkan tangannya di wastafel dan kembali duduk di tempat tidurnya.


Sedangkan Ariel yang baru saja mendapatkan perawatan dari Cyntia justru terus saja tersenyum sepanjang siang ini.


"Honey, aku merindukanmu memanggilku seperti tadi. Aku ingin kau bisa memanggilku lagi." ucap Ariel. Tak semudah itu pikir Cyntia.


Hingga malam pukul delapan Cyntia mulai tertidur. Dan Ariel yang memang sedang memeluknya, mengecup kening istrinya cukup lama.


"Besok aku akan kembali lagi honey, sampai kau memaafkanku. Aku akan terus kemari." ucap Ariel dan dia bangun dengan pelan dari tempat tidur Cyntia.


"Love you honey." ucap Ariel sebelum pergi dan mengecup rambut Cyntia dengan hangatnya.


Ariel pergi dengan hati yang gembira. Setidaknya hari ini ada kemajuan baginya mendapat maaf dari Cyntia.


Sebulan sudah berlalu Cyntia berada di klinic. Sebenarnya dokter sudah memperbolehkan Cyntia pulang. Tapi Cyntia masih tak ingin jika harus kembali ke penthouse.


Sehingga hari ini Cyntia akan kembali ke sana. Dan tentu saja Ariel tak mengetahui hal ini. Dengan jantung yang sudah berdegup kencang Cyntia dengan pelan menekan kunci kombinasi penthouse Ariel.


Dan saat pintu terbuka, Cyntia di kejutkan dengan isi di dalamnya. Ariel sama sekali tak membuka hiasan dinding yang dia siapkan saat ulang tahun Ariel itu.


Seketika Cyntia menangis dan menutup mulutnya menahan tangisnya.


'Apa sudah waktunya aku memaafkan Ariel?' gumam Cyntia dalam hatinya.


"Kapan Ariel pulang? Apa masih lama?" ucap Cyntia sambil menghapus air matanya yang jatuh dengan tak tahu malunya.


Klek..


"Huft, hari ini aku belum berkunjung sama sekali ke Cyntia. Apa Cyntia akan marah jika hari ini aku belum ke sana? Tapi mau bagaimana lagi. Di kantor banyak sekali masalah. Oh Tuhan.. Aku merindukannya berada di sini lagi." ucap Ariel yang frustasi karena Cyntia belum juga mau pulang bersamanya.


Padahal Ariel juga tau, jika Cyntia yang tak ingin kembali lagi ke penthouse mereka ini.


"Apa yang sedang Cyntia lakukan sekarang? Apa dia sudah tidur? Aku coba hubungi suster saja." ucap Ariel yang mengambil ponselnya dan menghubungi suster di klinik Cyntia di rawat.


"Sus, maaf mengganggumu malam-malam. Bagaimana kabar istriku hari ini? Apa dia sudah makan?' tanya Ariel yang membuat Cyntia tersenyum.


"Maaf tuan, tapi nyonya sudah pulang tuan. Beliau sudah tak lagi ada di sini." ucap suster yang membuat Ariel diam sejenak.


"Kemana dia? bagaimana tak ada yang memberitahukanku perihal ini sus? Ah sial! Di mana kau honey?"


"Ariel..?"


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤