
"Eh kenapa kemari sayang?" tanya Cyntia dengan suara pelan.
"Kau sama sekali tak membalas chat dan panggilanku honey." ucap Ariel sambil menunjuk ponselnya pada Cyntia. Sedang Azlah yang melihatnya hanya menahan tawa saja dengan reaksi teman yang lain.
"Keluarlah dulu sayang, aku harus menyelesaikan pekerjaanku dulu." masih dengan suara berbisik Cyntia mengusir Ariel dengan tangannya.
"Aku akan menunggumu di sini sampai kau selesai." ucap Ariel yang langsung duduk di kursi depan meja Cyntia. Cyntia hanya bisa pasrah dan melanjutkan pekerjaannya agar cepat selesai.
Satu-persatu teman-temannya keluar termasuk Danesh. Terpaksa Danesh harus patah hati karena Cyntia ternyata sudah memiliki kekasih dan lagi kekasihnya itu adalah bossnya sendiri. Mana bisa menang kalau seperti ini.
Hingga pukul delapan malam akhirnya Cyntia selesai dengan pekerjaannya. Dia melihat Ariel yang ternyata sudah tidur. Cyntia memandangi wajah tampan kekasihnya ini. Bagaimana bisa Cyntia mendapatkan kekasih seperti ini. Oh Tuhan...
"Sayang." panggil Cyntia lembut. Dia mengelus alis mata Ariel yang tebal.
"Sayang kita pulang yuk." panggil Cyntia sekali lagi. Ariel mulai membuka matanya pelan dan mengerjap-ngerjapkan matanya.
"Sudah selesai pekerjaannya honey?" tanya Ariel yang melihat Cyntia sudah siap untuk pulang.
Cyntia memberikan Ariel minum agar sedikit lebih segar dan memberikan permen untuk dia kunyah. (Bukan iklan yah 🤭)
Karena masih cukup mengantuk. Akhirnya Ariel memanggil anak buahnya untuk membantunya menyetir.
Sesampainya di penthouse Cyntia langsung memasakkan makan malam untuk keduanya. Sejak ada Cyntia, Ariel tak suka makan di luar. Karena makanan masakan Cyntia lebih enak.
"Sayang makan dulu yah." ucap Cyntia saat Ariel baru saja keluar kamar masih dengan bathrobenya yang di ikat asal sehingga memperlihatkan kotak-kotaknya yang manja. Uh dadanya itu.
"Sayang kenapa tak di ikat? Nanti ada yang nakal lo di sana." ucap Cyntia manja. Bukannya di tutup, Ariel justru semakin memperlihatkan kotak-kotaknya. Kalau seperti ini bagaimana mau makan? Yang ada makan yang lain.
"Aku lebih suka kalau ada yang nakal. Kalau di tutup nanti kepanasan. Kasian." goda Ariel karena Cyntia sudah mupeng. Semakin kepanasan jelas semakin sexy. Kotak-kotak yang berminyak jelas semakin membuat sexy. Sial. Sial!
Ada apa dengan otak Cyntia? Dia mengumpat dirinya dalam hatinya.
"Kita makan saja dulu sayang aku sudah lapar." kilah Cyntia agar mengalihkan pikiran kotornya menjauh dari dirinya.
Akhirnya Ariel mengalah dan memilih untuk mengisi perut mereka. Mereka makan sambil menggoda satu sama lain. Perhatian-perhatian kecil seperti ini memang sangat di perlukan dalam berhubungan. Karena itu akan mempererat hubungan keduanya.
Selesai makan Cyntia membereskan meja makan dan mencuci piring agar dapur kembali bersih. Tapi ternyata di belakang ada yang nakal. Ariel sudah main peluk-peluk dan mengecupi leher Cyntia.
Padahal Cyntia tadi sudah berusaha keras untuk tak tergoda. Tapi kalau Ariel sendiri yang memberi kode seperti ini bagaimana? Tak mungkin kan Cyntia menolak?
"Aku masih mencuci piring sayang. Nanti ikutan basah lo?" ucap Cyntia dengan lembut masih berusaha menguatkan imannya.
"Basah juga tak masalah, nanti juga bisa di keringkan. Tapi kalau yang basah yang lain lebih baik di nikmati."
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤