I Can'T Stop Thinking About You

I Can'T Stop Thinking About You
Really?



"Ariel..?" panggil Cyntia saat Ariel akan beranjak pergi.


Cyntia sedari tadi berdiri di dekat dapur. Awalnya Cyntia ingin sembunyi saja. Dan tak akan memperlihatkan dirinya. Dia masih belum siap. Tapi saat melihat wajah panik Ariel, rasa-rasanya Cyntia ingin memeluk suaminya saja. Tak tega melihat Ariel seperti itu.


"Honey? Kau di sini? Oh God, honey. Kau membuatku takut." ucap Ariel yang terkejut dan langsung memeluk Cyntia dengan eratnya.


Syukurlah jika Cyntia ada di sini.


Eh tunggu. Jika Cyntia ingat pulang kemari, itu tandanya Cyntia sudah memaafkan Ariel? Begitu kan?


"Honey kenapa tak mengatakan padaku jika kau ingin pulang sekarang? Aku bisa menjemputmu." ucap Ariel yang masih memeluk Cyntia. Ingin terus bermanja-manja seperti ini rasanya.


"Maafkan aku." jawab Cyntia lirih.


"Tidak. Kau tak perlu meminta maaf honey. Kau tak salah. Hanya saja, jika kau mengatakannya padaku aku bisa menjemputmu dari clinic." ucap Ariel.


Meski Cyntia tak seperti dulu yang periang, tapi wajah itu tak pernah berubah. Selalu saja cantik. Apalagi jika Cyntia tersenyum.


Ariel menarik pelan Cyntia untuk duduk di sofa. Di pegangnya erat kedua tangan Cyntia.


"Honey, aku mohon maafkanlah aku. Aku ingin kau kembali seperti dulu. Cyntia yang selalu tersenyum. Aku merindukan senyum itu honey." mohon Ariel dengan lembutnya.


"Maafkan aku." lanjutnya sambil menundukkan kepalanya.


Sebenarnya ini bukan hanya kesalahan Ariel. Tapi kesalahan Cyntia juga. Dia begitu emosi. Dia egois. Rasa bencinya pada kedua orang tuanya membuatnya kehilangan anaknya.


Meski anaknya tak bisa kembali, setidaknya Cyntia masih memiliki cinta dari suaminya yang tak pernah pudar. Bahkan semakin hari semakin cinta Ariel pada Cyntia. Walaupun beberapa bulan belakangan Ariel tak di pedulikan Cyntia.


"Really? Kau benar sudah memaafkanku honey?" ucap Ariel yang sudah kesenangan.


"Hmm, aku memaafkanmu." jawab Cyntia.


"Aku janji honey, aku tak akan melakukan hal konyol seperti itu lagi. Aku akan selalu membawamu di setiap permasalahan dalam hidupku. Aku tak ingin kau diamkan seperti kemarin lagi. Aku sangat kehilangan Cyntia-ku yang dulu. Aku tak ingin lagi seperti itu." ucap Ariel dan Cyntia mengelus lembut pipi suaminya ini.


"I love you." ucap Cyntia. Dan di kecupnya lembut ujung bibir suaminya ini.


"Love you too honey." ucap Ariel dan memeluk Cyntia dengan eratnya.


Bahagia sekali Ariel mendapat maaf dari Cyntia. Akhirnya malam ini Ariel tak tidur sendiri lagi. Dan itu artinya akan ada lagi yang menyiram dan memupuk burungnya agar tunbuh subur. Cihuuuy..


Malam ini begitu dingin, Tapi tidak untuk mereka yang baru saja berbaikan. Malam yang dingin justru terasa hangat. Meski mereka hanya sekedar berpelukan saja. Tapi itu sudah lebih dari cukup untuk Ariel. Sekarang begini tak apa. Besok jangan.


Tak sedikitpun Ariel melepas pelukan itu. Setiap Cyntia balik badan untuk pindah posisi tidurnya, Ariel juga ikut pindah posisi dan kembali memeluk istrinya. Pokoknya harus pelukan. Begitu kata Ariel. Takut sekali istrinya pergi.


Hingga pagi mereka tidur berpelukan seperti itu. Sampai akhirnya fajar memancarkan sinarnya dan masuk ke sela-sela jendela kamar mereka yang membuat Cyntia terbangun dan tersenyum melihat wajah suaminya di pagi hari seperti ini.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤