I Can'T Stop Thinking About You

I Can'T Stop Thinking About You
Wanita ular



Memang dasar wanita ular. Bagusnya di ikat dan di gantung di pohon. Sekali ular tetap ular. Benci sekali Cyntia. Mulutnya ular ketika bertemu Cyntia. Tapi manis jika di depan suaminya.


Siang ini Cyntia sudah siap untuk ke kantor Ariel. Sesampainya di lobby, lagi-lagi Cyntia bertemu dengan Letta. Tapi Cyntia masih berada jauh darinya. Cyntia hanya mengikuti kemana dia sebenarnya.


Cyntia melihat no. lift ke mana Letta pergi. Dan benar saja. Letta menuju ruangan suaminya. Ingin rasanya Cyntia melempar jauh ke Amazon. Si ular satu itu.


Cyntia susul ke ruangan Ariel. Saat lift terbuka, Cyntia langsung di persilahkan Inez masuk. Dan Letta sudah duduk di sofa dengan manisnya menunggu Ariel yang sedang meeting.


"Apa kau tak ada kerjaan? Sampai harus mengganggu suami orang?" sindir Cyntia.


"Takut ya? Kalau suaminya pindah hati?" sindir Letta balik. Dan itu membuat Cyntia tertawa.


"Kenapa harus takut? Ariel jelas sangat mencintaiku. Bahkan dia tak bisa hidup tanpaku. Justru aku yang kasian, karena ada wanita yang tak laku-laku." balas Cyntia dan kali ini emosi Letta tersulut.


"Apa maksudmu Cyntia? Aku bukannya tidak laku. Aku hanya tak suka dengan mereka semua." jawab Letta yang membuat Cyntia tertawa.


"Kalau memang laku kenapa tak memilih salah satunya? Bukannya banyak pria tampan dan kaya di luar sana? Lalu kenapa menunggu suami orang? Sudah pasti kalah pasaran." Cyntia belum puas sampai wanita ular ini pergi dari ruangan Ariel.


"Apa maksudmu kalah pasaran? Dasar wanita murahan." saat Letta akan menampar Cyntia. Cyntia dengan cepat menepis tangan Letta. Tapi entah bagaimana ceritanya Letta bisa terjatuh. Padahal Cyntia hanya mendorong tangannya saja. itupun tak terlalu keras.


"Ada apa honey?" tanya Ariel yang baru saja masuk.


"Entahlah. Tiba-tiba dia jatuh. Padahal aku tak mendorongnya. Aku hanya menepis tangannya karena dia akan menamparku." jelas Cyntia santai.


"Kau salah paham Cyntia. Siapa yang akan menamparmu? Tidak ada." kilah Letta. Namun saat mencoba berdiri kakinya ternyata terkilir.


"Auw... Kakiku sakit." teriak Letta.


"Aku baru saja bertemu dengan temanku dekat sini. Sekalian mampir untuk membahas pekerjaan denganmu Riel." jawab Letta.


"Jika ingin membahas masalah pekerjaan kenapa tidak dengan Inez saja? Dia lebih tau dari pada aku." Ariel pergi menuju mejanya. Di tekannya tombol intercom yang terhubung dengan Inez.


"Inez ke ruanganku sekarang." Ariel kembali mendekat pada Cyntia yang masih berdiri.


Klek..


"Iya tuan? Ada yang perlu saya kerjakan?" tanya Inez saat masuk ke ruang Ariel.


"Bantu Letta ke rumah sakit. Kakinya terkilir dan antarkan dia pulang." jelas Ariel.


"Baik tuan. Silahkan nona Letta." ucap Inez yang membantu Letta berjalan dan pergi meninggalkan ruangan Ariel.


Sedang Cyntia masih kesal dengan Ariel. Karena masih menggunakan Letta untuk model iklan mereka.


"Honey kenapa lagi? Kenapa masih cemberut seperti itu?" tanya Ariel lembut sambil memegang tangan Cyntia.


"Sudah aku katakan. Aku tak suka dengan Letta. Lalu kenapa kau masih saja menggunakannya? Apa stock model di New York sudah habis?" kesal sekali Cyntia karena Ariel.


"Bukan begitu honey. Masalahnya perusahaan kita sudah mengontrak dirinya." ucap Ariel lembut.


"Apa susah bagimu membayar ganti rugi untuk memutus kerja sama dengannya? Apa perlu aku yang memutus kerja sama ini? Aku tak suka melihatnya. Dia selalu saja datang ke sini. Padahal sudah jelas kau sudah memiliki istri."


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤