
Padahal sudah menghindar, tapi masih saja kalah cepat dengan Sandra.
"Kau di sini juga Riel?" tanya Sandra yang sudah ada di belakang Ariel.
Bukannya dia tak tau jika Cyntia adalah calon istri Ariel. Tapi sangat tau. Apalagi Ariel sudah sangat jelas, menegaskan kalau mereka akan menikah saat di rumah sakit tempo lalu. Dan beritanya juga sudah tersebar dengan luasnya apa lagi di club. Deretan para wanita, merasa patah hati mendengarnya.
"Hmm, ada apa?" tanya Ariel malas.
"Maafkan aku jika aku terlalu posesif padamu. Karena aku memang sangat mencintaimu. Tapi aku sudah menyerah. Selamat untuk kalian berdua." ucap Sandra yang tersenyum getir. Cintanya kandas di tengah jalan maka itu dia mencari pria lain untuk peralihan.
"Baguslah jika kau sadar. Semoga kau mendapatkan pria yang mencintaimu juga. Kami pergi dulu." jawab Ariel dan keduanya pergi.
Setidaknya Ariel dan Cyntia merasa lega karena saingannya sudah tak ada lagi. Tapi entahlah jika masih banyak di luaran sana. Yang jelas Ariel ingin segera menikah. Dan menikmati malam pertama mereka tentunya. Itu saja intinya.
Ariel mengajak Cyntia makan di restoran lain yang jauh dari tempat Sandra tadi. Ariel hanya mencari tempat yang nyaman untuk Cyntia.
"Honey mau pesan apa?" tanya ariel yang membolak balik daftar menu di tangannya.
"Aku mau ini. Parata dan cheese cake sayang. Minumnya lemon tea saja." ucap Cyntia yang menunjuk pesanannya di daftar menunya.
Ariel memanggil pelayan dan memesan makanan pesanan mereka.
"Honey minggu ini kita akan ke Canada. Kau sudah siap kan honey?" tanya Ariel yang sudah tak sabaran menunggu hari minggu.
"Kau yakin denganku sayang?" tanya Cyntia. Dia tak ingin nanti ketika dirinya sudah menyerahkan diri sepenuhnya pada Ariel, tapi ternyata..
"Aku tak akan berucap padamu honey, aku hanya akan membuktikan kalau cintaku padamu nyata." ucap Ariel serius. Cyntia tersenyum dan menganggukkan kepalanya yakin.
"Aku siap sayang." jawab Cyntia.
Gangguan sudah tak ada. Jalan pasti lurus menuju pernikahan mereka. Kalau bisa sudah tak perlu ada pertemuan keluarga lagi. Langsung nikahkan saja kedua sejoli ini.
Sedang di sisi lain ada yang sedang berbahagia. Mereka sudah saling membalas chat. Telepon-teleponan. Panggilan sayang. Mesra sekali.
"Cayang kapan pulang? Aku sudah akan pulang ini. Aku merindukanmu." ucapnya manja.
"Sebentar lagi honey. Aku baru saja selesai meeting. Tunggu 10 menit lagi aku akan menjemputmu." jawab pria di seberang telepon.
"Aku menunggumu cayangkuh." ucapnya kegirangan. Dia mengambil kaca dan memoles kembali lipstiknya hingga semakin memerah. Uh manja.
"Cayaaangg... setelah ini kita kemana?" tanyanya kembali dengan tangan yang bergelayut mesra pada sang lelakinya. Dia baru saja keluar dari lift dan langsung di sambut kekasihnya itu.
"Permisi pak. Azlah. Kami duluan." ucap Danesh dan temannya yang ijin pulang lebih dulu.
Ya. Azlah dan Soner sudah menjadi sepasang kekasih. Sejak malam panas mereka, Soner memutuskan untuk menjadi kekasih Azlah yang lucu menurutnya. Apalagi Azlah selalu memberikan servis terbaiknya selama dua hari ini.
Dan lagi, Azlah adalah wanita cantik dan sexy. Tentu saja lelaki akan menempel padanya. Tapi bukan itu yang Soner suka dari seorang Azlah. Baginya Azlah bisa membuat harinya selalu tertawa. Tingkah manja Azlah yang manja selalu membuat dia tersenyum. Hidupnya dua hari ini sudah seperti warna pelangi. Bahagia sekali.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤