
Gerald yang bahkan belum pernah mendapat kecupan dari seorang Cyntia tentu saja sangat senang. Hingga terganggu dengan adanya Ariel yang menyapanya.
"Gerald?" sapa Ariel dan menepuk pundak Gerald. Tentu saja Gerald melepas kecupannya yang tadinya ingin berlama-lama dengan bibir Cyntia. Bukan hanya sekedar kecupan say hello seperti tadi. Sial! Menggangu saja.
"Ariel? Kau sudah datang?" tanya Gerald.
"Ya sudah hampir 1 jam lalu." jawab Ariel yang terus saja fokus pada kecantikan Cyntia malam ini.
'Jadi dia sudah melakukannya dengan wanita itu sejak tadi?' gumam Cyntia. Mendengar ucapan Ariel seperti itu perasaannya tak nyaman.
"Cantik kau juga di sini?" tanya Ariel dan Cyntia mengangguk dan tersenyum manis.
"Dengan siapa?" tanya Ariel yang sudah memegang tangan Cyntia.
"Tadi dengan temanku, tapi sepertinya sudah ada teman lain yang mengajaknya." jawab Cyntia lembut. Sedang Gerald mulai tak senang jika Ariel sudah seperti ini. Ariel mengenal Cyntia. Padahal Cyntia ini adalah incarannya. Kenapa Ariel yang main pegang saja.
"Aku lapar. Cantik mau menemaniku makan?" tanya Ariel basa basi. Dia hanya tak ingin Cyntia bersama Gerald saja.
"Boleh." jawab Cyntia. Tak mungkin dia menolak ajakan pria tampan. Itu akan merugikan Cyntia.
"Kita duluan." ucap Ariel pada Gerald dan langsung menarik Cyntia keluar club.
"Gerald aku duluan ya?" Cyntia melambaikan tangannya pada Gerald.
"Cantik apa yang kau lakukan di sini?" tanya Ariel saat di dalam mobilnya.
"Tadinya ingin cuci mata dengan temanku Azlah. Tapi dia sudah keburu pergi." jawab Cyntia dengan menggigit bibirnya. Lagi-lagi Ariel tak melepas pegangan tangannya pada Cyntia.
"Untuk apa? Hubungi aku saja, tak perlu kemari." ucap Ariel yang menanggapi ucapan Cyntia.
"Kau sepertinya sedang sibuk tadi." masih dengan senyumnya Cyntia menjawab pertanyaan Ariel.
"Aku ada pertemuan dengan rekan kerja di sini. Saat ingin pulang, Sandra menyapaku." ucap Ariel jujur. Dia tak ingin menyembunyikan apapun pada Cyntia.
"Tapi sepertinya kau menyukai sapaannya tadi." masih dengan senyumnya Cyntia ingin tau apa yang Ariel lakukan.
"Terserah kau saja." Cyntia mengbuang nafasnya dan pandangannya melihat ke arah jalanan.
'Sepertinya Ariel memang seorang player. Tapi apa salahnya? Dia pria dewasa. Dan aku juga sering melakukannya meski hanya make out saja.' ucap Cyntia dalam hatinya.
Cyntia selalu menjaga mahkotanya meski nakal. Munafik jika mengatakan Cyntia masih bersih. Dia wanita dewasa yang juga menginginkan sentuhan. Tapi sekali lagi dia tak melebihi batasannya. Dia akan menjaga mahkotanya untuk suaminya saja.
"Kenapa diam? Apa yang kau pikirkan?" tanya Ariel yang mengecup tangan Cyntia. Cuntia hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
Tak lama mereka sampai di sebuah restoran. Ariel membawanya untuk makan steak kesukaannya. Dia membukakan pintu untuk Cyntia dan menggandengnya masuk. Ariel memilih tempat duduk outdoor yang viewnya langsung ke Liberty Island. Indah sekali.
Setelah memesan makanannya, Ariel memandangi Cyntia sambil memegang kedua tangannya.
"So beautiful." ucap Ariel. Cyntia tersenyum malu mendengarnya.
Mereka menikmati makan malamnya sambil bercerita. Dan Ariel terus saja menggoda Cyntia. Hampir dua jam mereka menghabiskan waktunya hanya untuk makan.
"Aku boleh masuk?" tanya Ariel saat mengantar Cyntia ke apartemennya.
"Boleh." ucap Cyntia dan mempersilahkan Ariel masuk.
Meski kecil ternyata Cyntia sangat menjaga kebersihan. Semuanya tertata rapi. Hanya saja, sepertinya Cyntia melupakan pakaian dalamnya yang dia letakkan bersama pakaian bersih lainnya di tempat tidurnya.
Pagi tadi Cyntia memang tak sempat membereskannya, rencanya setelah pulang kerja baru akan dia lakukan. Tapi karena harus jalan bersama Azlah jadi dia lupa dan buru-buru dia masukkan asal dalam lemarinya.
"Maaf." ucap Cyntia saat memasukkan semua pakaiannya. Tanpa basa basi Ariel menarik tangan Cyntia dan melingkarkan tangannya di pinggang Cyntia.
Cup..
"Aku menyukaimu."
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤