I Can'T Stop Thinking About You

I Can'T Stop Thinking About You
Bola terbang



Selesai membeli pakaian untuk Cyntia, keduanya langsung menuju club yang cukup terkenal di sana. Mereka sudah siap dengan tampilannya yang sexy.


Azlah sexy sekali malam ini. Dia menggunakan dress yang sangat ketat berwarna hitam yang menampilkan lekuk tubuhnya yang sangat sexy. Dengan gunungnya yang menyembul ingin di keluarkan.


Sedang Cyntia menggunakan dress satu lengan satu menggantung selutut tak terlalu ketat. Tapi tetap menunjukkan lekuk tubuhnya yang sexy. Uh..


Saat keduanya masuk ke dalam club, banyak para pria yang bersiul hanya sekedar mencari perhatian kedua gadis yang barj saja masuk itu. Mereka duduk dan memesan minuman pada bartender.


Sekalinya duduk pakaian keduanya langsung menunjukkan pahanya yang putih mulus tanpa noda. Tiba-tiba ada seorang pria yang mencoba mendekati Cyntia.


"Hai cantik.. Boleh ikut gabung?" meski tak terlalu tampan Cyntia tetap tersenyum dan mempersilahkan pria itu duduk di sebelahnya.


"Mangsa." ucap Azlah sambil berbisik. Cyntia hanya munutup mulutnya menahan tawanya.


"Sendiri saja?" tanya pria itu yang terus saja memperhatikan Cyntia yang sangat cantik. Di antara keduanya Cyntia memang paling cantik.


"Berdua dengan temanku," ucap Cyntia menunjuk pada Azlah dengan senyum cantiknya. Dan pria itu tersenyum menyapa Azlah.


"Boleh kenalan? Siapa namanya cantik? Aku Gerald." tanya Gerald lagi.


"Cyntia." tanya Cyntia yang tersenyum malu.


Dengan cepat Azlah langsung menyenggol lengan Cyntia yang masih sibuk memilih mana yang paling tampan di antara semuanya. Akhirnya mereka ikut bergabung dan ikut minum bersama. Hingga malam mereka bersenang-senang. Dan Cyntia akhirnya memberikan no. ponselnya pada Gerald hanya sekedar berteman saja.


Sudah sebulan Cyntia bekerja di perusahaan itu. Dan pekerjaannya semakin hari semakin banyak. Sampai tak ada waktu untuk mencari pria. Hanya Gerald saja yang masih setia menunggu Cyntia mau menjadi kekasihnya.


Sudah dua minggu yang lalu Gerald mengatakan bahwa dirinya menyukai Cyntia, tapi Cyntia hanya ingin berteman dulu saja. Berbeda dengan Azlah. Meski sibuk tubuhnya perlu asupan.


"Kau buru-buru sekali Cyntia?" tanya Azlah yang melihat Cyntia ingin cepat-cepat pulang.


"Iya aku akan ijin pulang lebih cepat. Sahabatku akan menikah di Canada. Dan aku akan terbang nanti malam ke Canada." jelas Cyntia. Stella akan menikah dengan kekasihnya. tentu saja Cyntia harus datang. Bahkan saat tau Stella akan menikah Cyntia menangis seharian karena ikut bahagia atas temannya itu.


Penerbangan Cyntia dini hari. Karena dia akan langsung datang ke acara tanpa harus menyewa hotel. Sesampainya di bandara Cyntia langsung menuju tempat acara. Namun dia akan menghubungi Stella terlebih dulu.


Cyntia sudah sampai di mansion tempat acara berlangsung. Dia speechless melihat mansion yang menurutnya di luar nalar manusia. Sungguh bergidik ngeri Cyntia melihatnya. Sekaya apa mertua sahabatnya itu. Saat Cyntia fokus dengan keindahan rumah milik keluarga Graham, tiba-tiba ada bola yang mengenai kepalanya.


"Sorry-sorry, apa sakit nona?" tanya Ariel yang melihat Cyntia sedang menekan kepalanya yang terkena bola. Cyntia mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah suara yang sepertinya membuat bola itu terbang ke kepalanya.


"Uhhh kau tampan sekali." ucap Cyntia dan langsung menutup mulutnya, dan sukses membuat Ariel tertawa mendengar pujian dari Cyntia. Selalu saja otaknya eror kalau sudah menyangkut pria tampan.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤