
Setelah Cyntia di pindahkan ke ruang perawatan, tak sedetikpun Ariel meninggalkan Cyntia. Bahkan Ariel sudah menghubungi Soner untuk menyiapkan keperluaannya selama di rumah sakit.
"Ayolah honey, makanlah yang cukup. Setelah ini akan aku belikan ice cream jika makananmu habis." bujuk Ariel karena Cyntia tak juga makan.
Sehari sudah berlalu. Sekarang sudah hari kedua Cyntia di rumah sakit. Meski tubuhnya sudah tak lagi lemas, tapi suhu tubuhnya masih panas. Dan juga radangnya juga belum sembuh.
"Akan aku habiskan." ucap Cyntia semangat karena mendengar ice cream di sebut. Tentu saja Cuntia suka ice cream. Wanita mana yang tak suka ice cream?
Meski Cyntia mau makan karena bujukan ice cream, setidaknya itu berhasil membuatnya mengisi perutnya. Dengan begitu Cyntia pasti akan cepat sembuh.
Selesai makan sesuai janjinya Ariel akan memberikan ice cream pada Cyntia. 1 cup kosong. 2 cup kosong. 3 cup sudah hampir habis.
"Setelah ini sudah ya honey. Ini terlalu banyak. Nanti yang ada perutmu yang bermasalah karena kebanyakan makan ice cream." ucap Ariel yang mencubit bibir Cyntia
"Kau tidak masuk kerja sayang?" tanya Cyntia pada Ariel. Karena dua hari ini Ariel memang nonstop menjaga Cyntia.
"Aku sudah minta ijin. Kau tenang saja." hingga sekarang Ariel belum memberitahukan Cyntia tentang jabatannya di perusahaan. Mungkin setelah Cyntia keluar baru Ariel akan mengatakannya. Apalagi Ariel akan segera melamarnya.
"Sayang, pasti badanku bau ya? Sudah dua hari aku tak membersihkan diri." tanya Cyntia yang mengendus tubuhnya.
"Tubuhmu masih wangi honey. Meski bau sekalipun aku akan menyukainya. Karena aku suka bau tubuhmu." jawab Ariel dan kini dia mengecup leher Cyntia. Nakal sekali. Cyntia kan belum sembuh. Nanti saja kalau sudah sembuh. Ups.
"Jadi kalau di kamar boleh?" goda Ariel dan Cyntia hanya tersenyum sambil menggigit bibirnya.
"Jangan di gigit seperti itu. Lebih baik aku yang gigit seperti ini. Cup.." ucap Ariel dan dia kecup singkat bibir itu.
"Sayang.." ucap Cyntia manja. Karena Ariel terus saja menciumnya.
"Apa? Makanya jangan di gigit. Kalau mau di gigit bilang aku saja. Biar aku yang bantu gigit." ucap Ariel yang sudah sangat gemas dengan tingkah Cyntia.
Malam harinya karena pengaruh obat yang di minumnya Cyntia tidur lebih sore. Sehingga Ariel hanya bisa memandangi wajah Cyntia saja.
Sedang Sandra terus saja menghubungi ponsel Ariel. Sampai lelah Ariel melihat nama Sandra yang terus saja memenuhi panggilan di ponselnya. Ariel sudah mengatakan pada Soner dan sekretarisnya, jika Sandra mencarinya katakan dirinya sedang berada di luar kota. Kesal sekali Ariel.
Meski Ariel sering mencicipi tubuhnya, tapi tetap tak membuat Ariel menyukainya. Karena Ariel memang tak pernah menikmati semua lawan mainnya selama di ranjang. Yang penting hasratnya sudah terpuaskan maka ya sudah. Seperti itu saja.
Dan lagi, para lawan main Ariel hanya ingin memiliki Ariel karena kekayaan yang Ariel punya. Mungkin ini salah satu alasan kenapa Ariel tak memberitahukan siapa dirinya pada Cyntia, meski Cyntia tau seberapa besar mansion daddynya yang ada di Canada.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤