
"Aku menyukaimu." ucap Ariel selesai mencium bibir Cyntia dan kembali dia mengecupi bibir merah itu dengan lama. Sangat lama hingga dia puas. Sampai bibir Cyntia yang tadinya biasa sekarang terlihat sedikit besar karena Ariel juga menggigit-gigit nakal bibir Cyntia.
Bahkan Ariel mulai nakal dan bermain di bagian lain tubuh Cyntia. Dia membimbing Cyntia ke tempat tidurnya dan menikmatinya.
Karena permainan Ariel terus berlanjut, Cyntia langsung berdiri dan membenarkan kembali pakaiannya. Dia tak ingin lebih jauh dari ini.
"Aku sudah mengantuk Ariel." ucap Cyntia yang nafasnya sudah tak beraturan. Ariel mengerti dan dia juga berdiri kemudian mengecup lama kening Cyntia.
"Aku pulang." Ariel mengacak pelan rambut Cyntia dan berlalu pergi.
'Sial, aku begitu menikmatinya tadi!' umpat Ariel saat berada di mobilnya yang mengingat perbuatannya pada Cyntia.
Baru kali ini Ariel melakukannya pada wanita, biasanya dia yang selalu di puaskan. Dia juga begitu menikmati permainan singkatnya di tubuh Cyntia. Bahkan gairahnya sudah tak bisa dia bendung. Sepertinya malam ini dia memilih sabun untuk teman bermainnya. Dengan cepat Ariel melajukan mobilnya, karena kepalanya sudah sangat pusing.
Sedang Cyntia sedang merutuki dirinya. Hampir saja dia melakukan hal yang paling dia jaga.
"Aah handsome. Kau sudah membuatku gila." teriak Cyntia di dalam kamarnya yang sudah guling-guling di tempat tidurnya mengingat permainan Ariel yang bahkan sampai sekarang masih dia rasakan. Ini sangat luar biasa yang Cyntia rasakan. Ariel melakukannya benar-benar sampai membuatnya menggila. Untung saja dia sadar dan cepat-cepat menghentikan perlakuan Ariel tadi.
Sampai pagi Cyntia tak bisa tidur. Dia terus saja mengingat perbuatan Ariel di tubuhnya. Dia suka. Sangat suka! Sampai terlihat sekali matanya jika tak tidur malam ini.
Tin..tin..
Terdengar suara klakson mobil yang ternyata Ariel sedang menjemputnya. Cyntia cepat-cepat melihat kembali penampilannya di depan cermin. Dia harus tampil cantik. Penampilan nomer satu baginya. Dia hanya tak ingin menyia-nyiakan karya Tuhan pada tubuhnya yang sangat sexy menggoda. Uh manja.
"Pagi Ariel." jawab Cyntia dan langsung duduk di mobil.
"Sepertinya pagi ini ada yang bahagia sekali." goda Ariel karena Cyntia terus saja tersenyum.
Setibanya di kantor, kali ini Ariel ikut mengantarkan Cyntia ke ruangannya. Semua karyawan menunduk pada Ariel hingga Cyntia bingung sendiri. Mungkin karena Ariel jabatannya seorang manager makanya semua karyawan menghormatinya.
"Lantai berapa ruanganmu cantik?" tanya Ariel saat keduanya masuk lift.
"Lantai 7." jawab Cyntia lembut. Pintu lift tertutup dan Ariel sudah memeluk Cyntia dari belakang. Dia juga mengecupi leher Cyntia.
"Ariel kita di kantor." ucap Cyntia yang tertawa karena Ariel terus saja membuatnya geli.
"Kalau gitu nanti pulang kantor aku main ke apartemen lagi yah?" ucapnya nakal dan melepas pelukannya karena lift akan terbuka. Sedang pikiran Cyntia sudah terbang tinggi mengingat rasa semalam yang membuatnya tak bisa tidur.
"Kau tak ke club malam ini?" tanya Cyntia lembut yang sedang berjalan keluar lift.
"Aku lebih suka berada di apartemenmu dari pada di club cantik." ucap Ariel yang berbisik di telinga Cyntia. Basah sudah kalau seperti ini. Sial!
"Baiklah, pulang nanti kita akan ke apartementku." ucap Cyntia yang sepertinya ingin menikmati malamnya kembali bersama Ariel. Ambyar.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤