
Saat berada di penthousenya Ariel sama sekali tak bisa tidur. Dia terus saja memikirkan Cyntia yang seperti tadi. Cyntia sama sekali tak berbicara dengannya.
Yang lebih membuat hati Ariel sakit, saat tau jika Cyntia berada di ruang isolasi. Oh Tuhan.. kutuklah Ariel saat ini. Dia menjadi suami yang jahat untuk istrinya sendiri.
"Honey maafkan aku. Aku mohon maafkan aku." ucap Ariel yang sudah sangat frustasi dengan menyugar rambutnya ke belakang.
Bahkan Ariel sama sekali tak membuka hiasan dinding yang Cyntia buat untuk ulang tahunnya kemarin. Dia hanya memakan kue yang di siapkan istrinya saja. Itu pun masih ada sisanya dan dia letakkan di dalam lemari pendingin.
Terasa sekali penthousenya sepi. Biasanya ocehan istrinya selalu membuat ramai suasana penthouse. Sekali lagi Ariel salah.
Keesokan harinya pagi-pagi sekali Ariel sudah berada di klinik. Dia bahkan berkonsultasi pada dokter untuk menanyakan kondisi Cyntia.
"Apa yang harus saya lakukan dok?" tanya Ariel dengan wajah sedihnya.
"Anda coba terus saja mengajak nyonya bicara tuan. Namun jangan dulu membahas soal masalah yang membuatnya menjadi seperti ini. Biarkan nyonya melihat ketulusan hati anda dulu. Karena itu justru akan membuat hatinya tergerak kembali.
"Baik dok, akan saya terus coba lakukan. Saya akan mencoba yang terbaik agar istri saya segera keluar dari sini. Tapi apa tak bisa jika dia keluar dari kamar isolasi itu dok?" tanya Ariel.
"Kami belum bisa mengeluarkan nyonya tuan. 2 hari ke depan setelah keadaan nyonya sudah membaik, baru kami bisa mengeluarkan nyonya dari sana." jelas dokter.
"Baik dok terima kasih. Apa saya bisa menemui istri saya sekarang dok?" tanya Ariel.
"Tentu saja tuan."
Setelah mendapat persetujuan dari dokter, Ariel langsung menuju kamar Cyntia di rawat. Saat membuka pintu, kembali hati Ariel teriris melihatnya.
"Honey, bolehkah aku masuk?" tanya Ariel yang masih tertahan di pintu. Namun Cyntia tak menjawabnya. Dia hanya diam dan sekarang sudah membelakangi Ariel.
Bukannya pergi Ariel justru masuk dan memeluk Cyntia dari belakang.
"Ijinkan aku seperti ini honey. Aku mohon." ucap Ariel karena Cyntia berusaha melepaskan tangan Ariel yang memeluknya.
"Aku salah honey, aku salah. Aku minta maaf padamu." ucap Ariel yang sudah mengatakan maafnya kembali.
"Penthouse terasa sangat sepi, karena tak ada dirimu di sana honey. Aku kesepian. Aku mohon cepatlah kembali." ucap Ariel yang ternyata sudah tak kuat menahan air matanya. Sehingga kembali sudah air matanya menetes.
Sedangkan Cyntia juga menangis mendengar ucapan Ariel. Tapi dia memilih diam. Dia masih tak bisa memaafkan Ariel. Dan lagi, anaknya sudah tak ada. Cyntia masih tak sanggup untuk kembali hidup seperti kemarin.
Setelah itu tak ada lagi pembicaraan. Karena Cyntia memang tak sama sekali mengeluarkan kata-katanya. Hanya Ariel saja yang terus mengoceh dan bercerita pada Cyntia.
Seharian Ariel berada di sana. Namun karena sudah malam, Ariel akan pulang dan dia akan kembali lagi. Bahkan pekerjaan kantornya sama sekali tak di hiraukannya.
Tapi satu hal yang setidaknya membuat Ariel lega. Soner sudah memutuskan kontrak Letta dengan perusahaannya.
Namun Letta sama sekali tak menerima hal itu. Entah apa yang akan dia lakukan setelah ini.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤