
"Oh iya ini nyonya yang saya operasi saat itu. Maaf tuan. Karena saat itu kami tak menemukan identitas nyonya. Jadi tanpa persetujuan keluarga kami mengangkat janinnya dan sa..."
"Tunggu, maksud dokter istri saya keguguran?" tanya Ariel.
"Benar tuan." jawab dokter.
Deg..
"Saat itu, janin yang ada dalam kandungan nyonya hancur. Sehingga kami harus mengangkatnya. Dan ketika nyonya sadar dan tau bahwa anaknya sudah tak ada lagi di perutnya, nyonya mencoba mengakhiri hiduonya. Sudah beberapa kali nyonya mencoba untuk membunuh dirinya sendiri. Sehingga kami dengan terpaksa membawanya ke dokter kejiwaan." jelas dokter hati-hati.
"Maksud dokter istri saya di bawa ke rumah sakit jiwa? Lalu di mana istri saya sekarang dok?" tanya Ariel yang sudah sangat sesak hatinya mendengar penjelasan dari dokter ini. Cyntia-nya sudah terpuruk sampai seperti itu karena ulahnya sendiri.
"Kami tidak membawa nyonya ke rumah sakit jiwa. Nyonya memang psikisnya sangat terganggu tapi kami hanya membawa nyonya ke dokter Sandra. Beliau ahli kejiwaan dan memiliki klinik sendiri. Untuk di mana nyonya berada sekarang, anda bisa tanyakan langsung kepada dokter Sandra." jelas dokter panjang lebar.
"Baik dok terima kasih." jawab Ariel dan langsung menuju dokter Sandra berada.
"Iya, ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya dokter Sandra.
"Dokter apa istri saya anda yang merawatnya? Ini istri saya. Dia pasien yang sempat... ingin mencoba bunuh diri." ucap Ariel yang kata-katanya tercekat saat mengatakan itu.
"Oh iya benar saya yang merawatnya." ucap dokter yang membenarkan ucapan Ariel.
"Di mana dia sekarang dok?" tanya Ariel. Entah dia sanggup atau tidak berhadapan dengan istrinya. Karena rasa bersalahnya yang terlalu besar. Namun dia sangat merindukan istrinya.
Hari ulang tahun yang seharusnya di rayakan berdua saat itu, justru membuat Cyntia kehilangan anak dan menderita seperti sekarang. Oh God.. Bagaimana hancurnya seorang ibu ketika mengharapkan seorang anak namun di saat bersamaan janin yang di kandungnya hancur dan harus di angkat.
"Lalu kondisinya sekarang bagaimana dok?" tanya Ariel.
"Kondisinya sudah lebih baik dari kemarin. Karena kemarin nyonya kembali histeris." jawab dokter.
"Bisa saya ke sana sekarang dok?" tanya Ariel dan dokter Sandra memberikan Ariel alamat klinik dan ruangan Cyntia di rawat.
"Terima kasih dok." jawab Ariel.
Tak ingin menunggu lagi, Ariel dengan cepat menuju klinik dokter Sandra yang jaraknya sekitar 1 jam dari rumah sakit.
Sesampainya di klinik Ariel langsung menuju kamar rawat Cyntia. Dan semakin sakit hati Ariel ketika melihat Cyntia yang ternyata ada di ruang isolasi.
Dimana di dalam ruangan itu hanya ada tempat tidur dan dindingnya di penuhi dengan bantalan empuk untuk melindungi pasien.
Ariel melihat Cyntia yang sedang tidur di sana. Dengan pelan dia ikut tidur dan memeluk Cyntia yang sedang tidur dari belakang. Kali ini tak ada lagi Ariel yang kuat.
Air matanya sudah menetes dan hatinya sangat sakit melihat keadaan Cyntia yang seperti ini. Dia mengecup puncak kepala istrinya. Bagaimana bisa Ariel sampai tega membuat Cyntia seperti ini.
Cyntia mulai membuka matanya perlahan karena merasa ada orang lain yang sedang ada di sampingnya. Dia melihat ada tangan yang melingkar di perutnya. Dan saat akan membalik tubuhnya Ariel menahannya.
"Biarkan seperti ini dulu."
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤