I Can'T Stop Thinking About You

I Can'T Stop Thinking About You
Kau pikir aku takut?



"Silvi katakan di mana Ariel, aku tau pasti kalian menyembunyikan Ariel dariku." ucap Sandra pada sekretaris Ariel. Padahal sudah di katakan kalau Ariel sedang keluar kota. Tapi masalahnya Sandra melihat ada Soner. Sandra tau di mana Ariel berada pasti di situ ada Soner.


"Kami sudah mengatakan pada anda nyonya. Tuan sedang berada di luar kota." ucap Silvi yang ikutan kesal dengan Sandra.


"Awas saja jika ketahuan kalian berbohong." ucap Sandra dan berlalu pergi.


Saat Sandra turun dari lift dia melihat Azlah yang jalan bersama temannya keluar kantor. Dia sempat mendengar jika Cyntia sedang sakit. Dan pulang kerja ini Azlah akan menjenguknya.


Sandra berpikir, pasti Ariel sedang menjaga Cyntia. Makanya itu Ariel tak terlihat batang hidungnya.


'Aku akan lihat, apa Ariel ada di sana dengan wanita busuk itu atau tidak.' gumam Sandra dalam hatinya.


Saat pulang kerja, Sandra sudah siap dengan mobilnya menunggu Azlah di depan perusahaan. Dari jauh Sandra melihat Azlah yang menaiki mobil dan dia ikuti mobil itu.


Hingga berhenti di depan rumah sakit. Sandra dengan cepat memberikan kunci mobilnya pada parkir vallet.


Dia mencari di mana Azlah pergi. Dan Sandra menemukan Azlah ada di depan pintu lift. Setelah Azlah masuk, Sandra cepat-cepat melihat no. lift yang akan membawa Azlah. Sandra menggunakan lift yang lain dan naik di lantai yang sama.


Saat berhasil mengikuti sampai ruangan Cyntia, ternyata Cyntia sendirian saja di dalam.


"Baguslah jika tak ada Ariel." ucap Sandra puas.


Namun saat Cyntia akan pergi, dia melihat Ariel membawa kantung belanjaan dan menuju kamar Cyntia. Sial!


'Awas saja kau wanita busuk. Setelah semuanya pergi aku akan mendatangimu.' gumam Sandra dalam hatinya.


Dia akan menunggu hingga Cyntia sendirian di dalam kamar. Setelah itu entah apa yang akan dia lakukan pada Cyntia.


Plakk..


"Dasar gadis murahan." ucap Sandra yang menampar Cyntia yang masih tertidur.


"Apa yang kau lakukan?" ucap Cyntia yang terkejut karena Sandra tiba-tiba datang dan menamparnya. Cyntia langsung duduk dari tempat tidurnya.


"Sudah aku katakan Ariel milikku. Apa kau tuli hah?" teriak Sandra.


"Jika memang Ariel milikmu, lalu kenapa Ariel lebih memilih untuk menjagaku di sini? Kenapa dia tak menemanimu saja?" ejek Cyntia dengan senyumnya.


"Jaga bicaramu gadis busuk." saat Sandra akan menampar Cyntia, Cyntia berhasil menepisnya.


"Kau pikir aku takut? Sebelum mengatai orang lain. Berkacalah. Lebih busuk mana dirimu atau aku." ucap Cyntia dan mendorong tangan Sandra dengan kerasnya.


"Kau berani denganku gadis bu.." sebelum Cyntia kembali melayangkan tangannya. Ariel sudah masuk ke dalam ruang kamar Cyntia.


"Apa yang kau lakukan padanya Sandra? Jauhi dia. Sekali lagi kau berbuat seperti ini padanya, aku tak akan memaafkanmu." ucap Ariel tegas.


"Tapi Ariel aku menyukaimu lebih dulu. Bahkan kita sudah sering tidur dan bercinta bersama. Tapi kau malah lebih memilih gadis murahan ini?" ucap Cyntia dengan lantangnya.


Cyntia hanya diam saja mendengarkan ucapan Sandra. Sedari awal Cyntia sudah tau jika Ariel seorang player. Tapi kenapa saat mendengar sendiri hatinya begitu sakit? Apa dirinya yakin akan menikah dengan Ariel jika seperti ini?


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤