
Setelah hampir seminggu Cyntia tak masuk kantor, akhirnya hari ini dia kembali bekerja. Selama dua hari ini Cyntia tidur di Penthouse Ariel, Ariel benar-benar merawatnya sampai kembali pulih. Tak satu pun Ariel berbuat nakal pada Cyntia. Hanya sekedar kecupan basah itu saja yang di lakukan Ariel.
Ariel juga sudah jujur pada Cyntia soal dirinya adalah pemilik perusahaan tempat Cyntia bekerja.
"Honey, ada satu hal yang belum aku ceritakan padamu." ucap Ariel saat keduanya sedang berpelukan sambil menonton televisi di ruang tengah.
"Apa sayang? Kau bukan bermain wanita lagi kan?" tanya Cyntia yang sudah menuduh Ariel. Ariel hanya menyentil kening Cyntia dengan telunjuknya.
"Aw sakit." teriak Cyntia yang sudah mengerucutkan mulutnya.
"Kau tau siapa pemilik perusahaan tempatmu bekerja?" tanya Ariel dan Cyntia hanya menggelengkan kepalanya sambil memakan snack yang ada di tangannya.
"Dia adalah Jake Alordi Graham." ucap Ariel.
"O..." jawab Cyntia yang hanya membuat mulutnya berbentuk lingkaran.
"Eh, tunggu. Bukannya nama mertua Stella Jake dan nama belakangmu Graham? Oh.." Cyntia menutup mulutnya tak percaya.
"Jadi kau pemimpin perusahaan itu sayang?" tanya Cyntia sekali lagi.
"Hmm. Apa kau marah karena aku membohongimu soal ini honey?" tanya Ariel.
Sesaat Cyntia hanya diam. Dia masih takjub dengan kenyataannya bahwa dia memiliki kekasih seorang Billionare.
"Dengan begitu aku bisa menghabiskan uangmu tanpa takut kau bangkrut sayang." ucap Cyntia dengan tawanya sambil menutup mulutnya.
"Tentu saja. Aku bekerja untuk menghasilkan uang. Dan uangku kalau bukan calon ibu dari anakku yang akan menghabiskannya lalu siapa lagi?" ucap Ariel yang mengelus perut Cyntia yang bahkan belum dia buahi sama sekali.
Sepertinya hubungan ini akan membuat Ariel sangat bahagia. Bersama Cyntia Hidupnya tak monoton. Dia sangat bahagia.
"Oh God Cyntia, aku merindukanmu sayang." teriak Azlah yang heboh sendiri saat melihat sahabatnya kembali bekerja. Dia langsung memeluk Cyntia dan menciumi pipinya. Untung saja Cyntia tau siapa Azlah. Jika tidak mungkin Cyntia pikir Azlah adalah penyuka sesama jenis.
"Hampir seminggu aku meninggalkan pekerjaanku. Lihatlah dia sudah menumpuk di sana." ucap Cyntia yang menunjuk mejanya penuh dengan berkas-berkas laporan yang harus dia selesaikan.
Cyntia sebenarnya adalah wanita yang pintar hanya saja uang yang selalu menjadi penghalang dalam hidupnya, mengharuskannya bekerja di usia yang seharusnya dia nikmati untuk sekolah.
Tapi itu sama sekali tak membuat Cyntia patah semangat. Buktinya pengalaman-pengalamannya bekerja selama ini bisa membawanya ke perusahaan besar yang seharusnya membutuhkan minimal ijazah sarjana.
Seharian ini Cyntia sibuk mengerjakan laporannya yang menggunung. Apalagi sebentar lagi akan masuk laporan akhir bulan yang sudah jelas selalu membuat kepala pusing.
Karena terlalu serius, Cyntia sampai lupa tak mengabari Ariel sama sekali. Alhasil Ariel yang mendatangi ruangan Cyntia. Dan betapa terkejutnya teman Cyntia yang tau kalau Ariel adalah pimpinan perusahaan datang ke ruangan mereka yang bahkan tak akan mungkin Ariel kunjungi.
"Honey, kenapa tak menjawab panggilanku?" ucap Ariel yang membuat Cyntia terkejut. Dan teman Cyntia yang lain hanya melongo dengan menutup mulutnya saat Cyntia di panggil honey.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤