I Can'T Stop Thinking About You

I Can'T Stop Thinking About You
Suamiku lupa



Ariel dan Cyntia sudah sampai di Penthouse-nya di New York. Mereka baru saja sampai dan memilih untuk langsung tidur karena sudah sangat larut saat ini.


Keesokan paginya Ariel sudah siap untuk mulai bekerja kembali. Cyntia pagi-pagi sekali sudah menyiapkan keperluan Ariel di mulai dari pakaian, sarapan, tas dan sepatu yang di pakai suaminya.


"Sayang sarapan dulu ya? Aku sudah membuatkanmu sadwich dan salad kesukaan suami Cyntia." ucap Cyntia manja yang sedang membantu memakaikan dasi pada Ariel.


"Tentu saja istriku. Apapun yang istriku buat, suamimu ini pasti suka." jawab Ariel yang mengecup bibir Cyntia yang masih sibuk membenarkan pakaiannya.


"Oh iya honey, kau ingat kan dengan janjimu?" tanya Ariel sambil mencolek dagu Cyntia dengan nakalnya.


"Ingat apa sayang?"


"Kau sudah berjanji padaku. Jika aku membutuhkanmu di kantor, kau akan datang menemuiku." goda Ariel dengan seringainya.


"Memang aku di butuhkan untuk apa di sana sayang?" tanya Cyntia polos. Cyntia seperti tak mengerti saja keinginan suaminya. Sudah pasti suaminya butuh tenaga.


"Apa perlu aku jelaskan honey? Kau tak mengerti kebutuhanku?" tanya Ariel dengan tangan yang sudah melingkar di pinggang istrinya. Jika seperti ini pasti terjadilah kecupan basah.


Cup...


Sekali tempel pasti butuh waktu. Satu menit. Dua menit. Tiga menit baru bibir itu terlepas dari Cyntia.


"Memang kau butuh aku untuk apa sayang?" kali ini Cyntia memang tak mengerti apa keinginan suaminya.


"Untuk menemaniku bermain di atas meja honey." bisik Ariel dengan gilanya. Cyntia tertawa dengan kerasnya sambil menutup mulutnya, karena permintaan Ariel yang lucu menurutnya.


"Ada apa memangnya honey?" memang lupa ternyata suaminya ini. Tak tega Cyntia untuk memberitahu suaminya kalau sudah begini.


"Aku kan sedang libur sayang. Sedang kedatangan tamu bulanan. Apa kau lupa sayang?" Cyntia masih menahan tawanya sambil memegang perutnya yang sakit karena tingkah nakal suamianya.


Sementara Ariel hanya menggigit bibirnya dan menggaruk keningnya yang tidak gatal. Dia benar lupa ternyata kalau istrinya baru kemarin kedatangan tamu bulanannya.


"Tunggu tujuh hari lagi ya sayang. Kau tahankan? Tapi tenang saja. Aku akan tetap ke kantor dan memberikanmu kepuasan. Kan aku masih bisa memakan ice cream." ucap Cyntia yang tak kalah gila dengan suaminya.


Tau sekali istrinya ini dengan keinginan suaminya. Padahal Ariel tak membayangkan sampai ke sana. Ah jadi ingin cepat-cepat ke kantor.


"Boleh honey. Kau mengerti sekali padaku." Cyntia tak mungkin membuat burung suaminya kering selama seminggu. Pasti dia akan membantu menyirami sampai subur. Kasian sekali.


"Aku akan ke kantor jam makan siang. Kau tunggu aku yah?" ucap Cyntia yang melingkarkan jarinya di kemeja Ariel. Seperti itu saja sudah membuat darah Ariel berdesir hingga ke ubun-ubun.


Setelah pembicaraan konyol mereka akhirnya Ariel dan Cyntia sarapan juga. Butuh waktu satu jam. Padahal hanya pembicaraan konyol saja.


Selesai sarapan Ariel bersiap untuk ke kantor. Cyntia mengantar Ariel hingga lobby. Dia akan menjaga Ariel-nya agar mata-mata jahat pelakor tak bermunculan di sekitar mereka. Tak akan Cyntia biarkan.


"Hati-hati sayang. Tunggu aku ya di kantor. Aku akan tampil sexy nanti siang untuk menggoda suamiku bekerja." bisik Cyntai di telinga Ariel saat akan naik mobil. Soner sudah siap di dalam untuk mengantar boss-nya.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤