I Can'T Stop Thinking About You

I Can'T Stop Thinking About You
Hospital



Meski kesal, tapi Cyntia tetap menyiapkan kejutan untuk suaminya. Sekaligus dia akan memberitahukan kepada Ariel tentang kehamilannya. Cyntia beruntung, kehamilannya yang pertama ini tak terlalu rewel.


"Cyntia, semua persiapannya sudah bereskan?" tanya Azlah. Mereka sedang di penthouse Ariel saat ini. Azlah ijin tak masuk kerja hanya untuk hari ini.


Soner sudah tau tentang kejutan yang ingin Cyntia berikan pada boss-nya ini. Tapi dia tak mengetahui jika Cyntia sedang hamil. Karena Azlah tak memberitahu soal itu.


"Sudah selesai semua. Tinggal menunggu malam saja." jawab Cyntia dengan senyumnya.


"Kadonya juga sudah siap kan Cyntia?" tanya Azlah.


"Sudah. Sudah siap semua. Kau boleh pergi." ucap Cyntia dengan tawanya.


"Seenaknya saja mengusirku. Mana bayaran untukku? Aku butuh membeli pakaian untuk menyiapkan malam ini bersama sayangku Soner." ucap Azlah yang membuat keduanya tertawa. Entah maksudnya pakaian seperti apa. Yang jelas hanya mereka berdua yang mengerti.


Agar terlihat biasa saja, Cyntia siang ini akan tetap ke kantor Ariel. Dia akan melakukan kegiatan yang seperti biasa dia lakukan.


Setibanya di kantor. Cyntia langsung menuju ruangan Ariel. Saat lift terbuka Inez sudah berdiri menyapanya.


"Siang nyonya." sapa Azlah.


"Siang Inez. Tuan ada?" tanya Cyntia.


"Maaf nyonya. Tuan Ariel sedang mengantarkan nona Letta ke rumah sakit." jawab Inez hati-hati. Sedang Cyntia sudah membuang nafasnya kasar.


"Kenapa harus Ariel yang mengantarnya Inez? Ada apa lagi dengan wanita itu?" tanya Cyntia yang sudah sangat kesal dengan kedua orang itu.


"Tadi nona Letta terjatuh saat di ruangan tuan nyonya. Sedangkan tuan Soner yang tadinya akan mengantarkan nona Letta, harus ke lapangan mengurus proyek baru nyonya." jelas Inez. Ini sudah pasti nyonya marah jika seperti ini cara bertanyanya.


"Di rumah sakit mana mereka pergi?" tanya Cyntia. Dia tak akan membiarkan Wanita ular itu berulah.


"Hospital Croisant nyonya." jawab Inez pelan.


Setibanya di rumah sakit Cyntia langsung menuju resepsionis untuk mencari wanita ular itu di rawat. Ternyata Ariel menggunakan namanya untuk mendaftar.


Ketika Cyntia sampai di depan kamar rawat Letta, Cyntia langaung masuk dan tak melihat Ariel di dalam sana. Dia hanya melihat Letta yang sedang sibuk memoles bibirnya dengan lipstik. Ck!


"Di mana Ariel?" tanya Cyntia yang membuat Letta terkejut. Sekaligus tertawa karena dia berhasil membuat Ariel simpatik padanya.


"Lihatlah, suamimu lebih memilih diriku dari pada kau istrinya." ucap Letta dengan senyum mengejek melihat Cyntia.


"Suamiku memang pria yang baik. Semua orang yang membutuhkan bantuan pasti di bantu olehnya. Termasuk wanita tak laku yang suka mencari perhatian seperti dirimu." jangan remehkan Cyntia. Cyntia tak akan takut dengan wanita ular seperti ini.


"Dasar wanita rendahan." Letta bangun dari tempat tidurnya dan akan mendorong Cyntia. Tapi Cyntia menghindar dan justru dia yang terdorong dan kepalanya berdarah terkena ujung meja.


"Ada apa ini? Honey apa yang kau lakukan?" tanya Ariel ketika baru masuk kamar Letta.


"Sakit Riel kepalaku." ucap Letta yang meringis karena kepalanya berdarah.


"Honey apa yang kau lakukan padanya? Sudah aku katakan kau tak perlu melakukan hal seperti ini. Aku dan dia tak ada apa-apa. Aku hanya menolongnya saja." ucap Ariel.


"Tunggu sebentar di sini. Aku akan membawanya untuk mengobati kepalanya." ucap Ariel dan keluar membawa Letta ke ruang UGD.


"Apa yang kau tangisi Cyntia?" ucap Cyntia dan memilih pergi dari sana.


Cyntia berjalan menyusuri rumah sakit dengan perasaan yang kalut. Dia terus berjalan hingga keluar rumah sakit. Melewati trotoar. Entah apa yang di pikirkannya. Yang jelas pikiran Cyntia sedang kalut.


Brakk..


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤