
"Biarkan seperti ini dulu." ucap Ariel. Lama Ariel terdiam. Dia hanya ingin merasakan sakit yang di rasakan Cyntia.
Tapi percuma saja. Karena kenyataannya yang sakit bukan Ariel. Tapi Cyntia. Harus berapa kali Cyntia katakan. Dia sangat benci orang ketiga. Tapi justru Ariel melakukan kesalahan.
Sekalipun itu hanya alasan Ariel untuk membuka topeng seorang Letta. Karena yang Cyntia tau, tidak seperti itu.
"Aku mohon maafkan aku honey. Maafkan aku." mohon Ariel yang makin mengeratkan pelukannya di perut Cyntia.
Sedang Cyntia hanya diam. Tanpa mengeluarkan suara. Ekspresinya datar. Hanya air mata saja yang menetes. Merasakan sakitnya kehilangan seorang anak.
Ini adalah anaknya. Darah dagingnya. Dia ingin menjadi seorang ibu yang baik untuk anaknya. Meski sekalipun dia harus di tinggal oleh suaminya. Apa salah Cyntia menginginkan anaknya kembali hidup?
Ariel tak kuasa melihat Cyntia yang seperti ini. Hatinya sakit. Seperti luka tapi tak berdarah. Dia ingin menjadi suami yang baik tapi salah cara yang dia gunakan. Itu kesalahan yang Ariel lakukan.
"Honey. Kita pulang ke rumah ya? Ke rumah kita?" ucap Ariel.
Bukannya senang, Cyntia justru menepis tangan Ariel yang sedang memeluknya dan menjauh dari tempat Ariel. Cyntia duduk di pinggir tempat tidurnya dan menghapus cepat air matanya.
"Honey please maafkan aku. Aku tak bermaksud seperti itu padamu. Aku.." Ariel tak meneruskan ucapannya. Karena takut Cyntia justru akan semakin marah ketika dia membahas soal masalah saat itu.
Jadi Ariel lebih memilih diam. Dia berdiri dan berlutut menatap Cyntia yang hanya diam saja tanpa ada pembicaraan sama sekali padanya.
Matanya lurus menatap dinding. Tapi tatapan itu seperti kosong. Bahkan Cyntia terlihat lebih kurus dari sebelumnya.
Oh Tuhan Ariel... Apa yang kau lakukan pada istrimu?
Ariel masih setia berada di posisinya sampai membuat kakinya kram. Namun dia tak peduli. Yang dia pedulikan sekarang adalah istrinya. Dia ingin istrinya kembali seperti dulu. Yang selalu tersenyum saat bersamanya.
Setelah lama saling terdiam. Akhirnya Ariel kembali berbicara pada Cyntia.
"Baiklah jika kau tak ingin pulang honey. Aku yang akan ke sini setiap hari sampai kau memaafkanku." ucap Ariel.
"Aku akan pulang." lanjutnya. Ini sudah sangat malam. Sudah waktunya Cyntia tidur. Karena itu Ariel memilih mengalah. Sudah hampir seharian dia berada di sana.
"Tapi besok aku akan datang lagi. Selamat tidur honey." Ariel berdiri dan mengecup puncak kepala Cyntia.
Ariel menutup pintu ruangan Cyntia dan kembali meneteskan air mata dan menyandarkan tubuhnya di pintu.
'Apa yang kau lakukan pada Cyntia Ariel. Aaarggh!' teriak Ariel dalam hatinya.
"Ini semua karena ulahmu Letta. Jangan harap hidupmu setelah ini akan bahagia." ucap Ariel yang mengingat kesalahan yang di lakukan Letta.
Ariel keluar dari klinik dan Soner yang masih setia menunggu Ariel di depan mobilnya langsung membukakan pintu untuk tuannya masuk.
Mereka akan langsung pulang ke penthouse Ariel.
"Soner, batalkan semua kontrak Letta. Di perusahaan ini ataupun di perusahaan lain. Jangan biarkan lagi dia berhubungan dengan perusahaan kita." ucap Ariel dengan tegas.
Ketika Ariel frustasi 🤭
Jangan lupa juga mampir ke Novel yang lain yah kak. 🥰
● My Hero My Love (Jake dan El)
● Daniella (Ella dan Victor)
● I can't stop thingking about you (Anak ke dua Jake dan El ~ Ariel dan Cyntia)
● My Bride Violetta (Anak Victor dan Daniella ~ Adrian dan Violetta)
Maaf ya kalau ada yang tidak sesuai. Karena othor masih baru di sini.
Terima kasih 🙏🙏
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤