
Selesai berbelanja, Ariel mengajak Cyntia makan malam di restoran Eropa. Ariel bahkan tau apa makanan kesukaan Cyntia.
Sebelum Ariel mengenal Cyntia lebih jauh, Ariel sudah memerintahkan Soner untuk mencari tau semua tentang Cyntia. Meski perkenalan mereka baru satu bulan. Tapi bagi Ariel, Cyntia sudah sangat memenuhi isi hati dan pikirannya.
Dia menyukai semua yang ada pada Cyntia. Baginya Cyntia gadis yang jujur apa adanya dan juga lucu. Ariel suka itu. Dia merasa hidulnya penuh warna bersama Cyntia.
"Honey, aku berharap aku adalah cerminmu, sehingga aku bisa melihatmu setiap pagi." ucap Ariel yang terus saja melihat wajah Cyntia yang masih mengunyah makanan dengan senyum malu-malunya.
"Sayang jangan terlalu romantis padaku. Nanti aku jadi susah tidur." ucap Cyntia.
"Kenapa." tanya Ariel yang masih setia memandang wajah Cyntia dengan bertopang dagu.
"Gimana aku bisa tidur kalau kau terus saja mengisi pikiranku dengan perlakuan romantismu padaku seperti ini." jawab Cyntia dengan tawanya sambil menutup mulutnya.
Cup..
"Ah honey kak selalu menggemaskan." Ariel berdiri dan mengecup singkat bibir Cyntia.
Mereka menikmati makan malam mereka dengan penuh canda tawa dan Ariel terus saja mengeluarkan jurus gombalnya pada Cyntia.
Selesai makan Ariel mengantarkan Cyntia pulang. Hari ini tak ada kecupan basah atau hanya sekedar make out. Karena Cyntia sudah sangat lelah. Beberapa ini badannya memang terasa lemas. Mungkin besok dia akan coba ke dokter.
Dan benar saja. Tengah malamnya Tubuh Cyntia menggigil. Hingga dia harus menggunakan dua selimut tebal. Kepalanya juga pusing sekali.
Keesokan paginya seperti biasa Ariel menjemput kekasih hatinya. Namun panggilannya tak sama sekali Cyntia angkat. Ariel coba mengetuk pintunya tapi tak juga ada yang menjawab. Tapi saat Ariel kembali menghubungi ponselnya, terdengar suara ponselnya samar dari dalam.
Karena penasaran. Ariel mencoba meminta kunci cadangan pada penjaga di bagian bawah apartement. Saat membuka pintu kamarnya Ariel melihat Cyntia yang masih tidur. Dia mencoba mendekat.
Sesampainya di rumah sakit Cyntia di bawa ke UGD dan langsung di periksa dokter jaga.
"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Ariel saat dokter sudah selesai memeriksanya.
"Demamnya sangat tinggi tuan. Ini karena nona terkena radang tenggorokan." ucap dokter.
"Lalu apa yang harus saya lakukan dok?" tanya Ariel yang sudah berkeringat dingin khawatir dengan kondisi Cyntia.
"Nona harus banyak minum air dingin atau cairan seperti teh lemon dengan madu. Makanannya juga harus di jaga. Saya juga akan memberikan resep untuk obat nyeri dan antibiotiknya yang harus di minum nona." jelas dokter.
"Baik terima kasih dok. Boleh saya melihatnya dok?" tanya Ariel saat dokter akan pergi.
"Boleh, silahkan tuan." jawab dokter dan berlalu pergi.
Ariel melihat wajah Cyntia yang pucat. Gadis yang tak pernah lupa menebar senyum kini sedang sakit. Kasian sekali kekasihnya ini. Jika begini, Ariel harus pintar memilihkan makanan dan minuman apa yang boleh di konsumsi calon istrinya ini.
"Kau sudah bangun honey?" tanya Ariel yang melihat Cyntia sudah membuka matanya. Cyntia hanya menjawab dengan mengedipkan matanya saja.
"Kenapa tak memberitahuku jika kau sakit kemarin?" dengan lembut Ariel mengelus pipi Cyntia.
Untung saja Ariel berinisiatif untuk membuka kamar Cyntia. Jika tidak, entah apa yang akan terjadi pada calon istrinya ini.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤