
"Dasar wanita nakal," ucap Ariel yang melihat tampilan Cyntia malam ini. Dia menutup tubuh Cyntia menggunakan jasnya. Saat ini mereka masih berada di dalam mobil menuju perjalanan pulang ke penthouse.
Sesampainya di penthouse, Ariel langsung membawa Cyntia ke kamar mereka. Dia juga membuka pakaian Cyntia dan menyisakan pakaian dalamnya saja untuk tidur.
Ariel juga setelah membersihkan dirinya menyusul Cyntia tidur. Tubuhnya lelah setelah perjalanan pulang-pergi dari St. Lawrence.
"Uh kepalaku," ucap Cyntia meringis karena kepalanya yang sakit.
"Aku di kamar? Jam berapa sekarang? Jam 9? Oh God.. Aku harus bekerja. Ssshh.." ucap Cyntia yang meringis karena kepalanya yang sedikit pusing. Dia terkejut karena sudah pukul 9 pagi. Sedang kantornya masuk pukul 10 dan dia belum apa-apa.
"Eh honey mau kemana?" tanya Ariel yang baru bangun karena suara Cyntia dan pergerakannya di tempat tidur yang membangunkannya.
"Ariel?" tanya Cyntia yang terkejut. Ternyata Ariel sudah lulang dan tidur di sebelahnya.
"Aku sudah ijinkan untuk hari ini kau tak masuk kerja honey." ucap Ariel yang sekarang duduk bersandar di sandaran tempat tidur. Cyntia hanya melirik sebentar dan terdiam.
"Honey, apa yang kau lakukan kemarin di club? Apa kau ingin balas dendam padaku? Aku akan jelaskan hal yang kemarin padamu honey." ucap Ariel yang memegang kedua tangan Cyntia dan dia kecup pelan punggung tangannya.
'Ah iya, semalam aku di club. Kami mabuk.' gumam Cyntia dalam hatinya yang baru ingat jika semalam dia dan Azlah berkumpul dan minum-minum bersama Gerald.
"Aku sama sekali tak menginginkan mereka honey. Aku mencintaimu. Apa lagi yang harus aku buktikan padamu? Aku ingin kau percaya bahwa aku sama sekali tak memiliki perasaan dengan perempuan-perempuan itu." jelas Ariel. Cyntia hanya diam saja menggigit bibirnya.
"Tapi mereka semua tak menganggapnya seperti itu. Buktinya gadis kemarin masih menginginkan tidur denganmu." ucap Cyntia lembut.
"Tapi aku tak menyukai mereka yang melakukan hal seperti kemarin padamu." ucap Cyntia sambil melingkarkan telunjuknya di dada Ariel.
"Itu semua resiko atas perbuatanku honey. Itu sudah konsekuensinya yang harus aku hadapi. Dan aku mohon pengertiannya darimu." jawab Ariel yang mulai tak konsen karena tangan Cyntia yang nakal di dadanya.
"Honey jangan seperti ini. Kau memancingku ini namanya. Apalagi kau sudah sangat siap dengan tampilanmu seperti itu?" jelas Ariel melihat Cyntia yang hanya menggunakan dalaman. Seperti itu saja burungnya sudah bergerak. Kasian. Sesak mungkin di dalam sana.
Cyntia melihat arah tatapan Ariel pada tubuhnya. Dan..
"Aakkhhh!" teriak Cyntia dan cepat-cepat menutup tubuhnya dengan selimut.
"Untuk apa di tutupi lagi honey. Aku sudah melihatnya. Dan lagi kita sudah tau isi masing-masing. Apa perlu kita test drive lagi?" goda Ariel dengan senyum nakalnya.
"Ah sayang, jangan." jawab Cyntia manja.
"Oh iya, antarkan aku belanja. Ponselku mati. Jatuh ke dalam air kemarin." ucap Cyntia yang sudah mengerucutkan mulutnya.
"Siap honey. Tapi pagi ini aku butuh asupan pagi. Aku ingin menikmati sarapan pagiku di sini." ucap Ariel dan langsung memakan bibir ranum Cyntia.
Entah berapa lama mereka melakukannya. Mungkin sambil test drive juga. Karena mereka baru keluar penthouse saat makan siang. Uh
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤