I Can'T Stop Thinking About You

I Can'T Stop Thinking About You
Perasaan yang tak menentu



Hari ini mereka akan berangkat ke Canada. Semakin mendekati hari H, semakin tak menentu hati Cyntia. Dia justru semakin takut kehilangan Ariel.


Dia takut jika nantinya Ariel akan pergi meninggalkannya, lalu bagaimana dengan pernikahannya jika itu terjadi?


"Honey kau gugup?" tanya Ariel.


Mereka saat ini berada di dalam pesawat. Ariel terus saja memegangi tangan Cyntia yang berkeringat.


"Sayang, kau tak akan meninggalkanku kan setelah kita menikah nanti? Kau akan setia bersama denganku kan?" tanya Cyntia. Itu terus yang Cyntia tanyakan dua hari belakangan ini.


"Aku mencintaimu, aku tak mungkin akan meninggalkanmu honey. Aku ingin selamanya hidup bersamamu. Aku akan selalu meyakinkanmu ini setiap hari." ucap Ariel


"Kau berjanji kan sayang?" tanya Cyntia sekali lagi untuk memastikan Ariel berjanji padanya.


"Promise. I love you." ucap Ariel yang sudah merangkul Cyntia dengan sangat erat dan mengecup lama puncak kepala Cyntia.


Ariel paham betul kenapa Cyntia selalu bertanya seperti itu padanya. Ariel sadar posisinya sebelum ini. Meski tak di cap seorang playboy tapi dirinya di kenal sebagai player. Dan itu yang terus melekat di pikiran Cyntia soal dirinya.


Itu memang kesalahannya. Dan dia menyesal akan hal itu. Sejatinya tak ada penyesalan yang datang di awal. Dan sekarang dia perlu untuk memperjuangkan cintanya. Meyakinkan Cyntia jika cintanya benar tulus adanya.


Sesampainya di Canada, Ariel dan Cyntia di jemput oleh Shane. Keluarga yang lain masih sibuk dengan persiapan acara.


Keesokan harinya Killa sudah siap dengan gaun dan jas yang di buatnya untuk Ariel dan Cyntia. Semua persiapan sudah siap tinggal menunggu hari H.


"Ada apa denganmu Cyntia?" tanya Stella. Mereka sedang menikmati jam sore di balkon kamar Cyntia.


"Aku gugup sekali Stell, apa kau dulu seperti ku juga?" tanya Cyntia dengan jantung yang terus saja berdetak kencang.


"Tentu saja, bagaimana tidak. Kita akan menikah dengan orang yang mencintai kita, dan lagi mendapat keluarga seperti ini pasti perasaanku gugup. Sama seperti mu." jelas Stella menenangkan.


"Tapi aku takut jika Ariel pergi meninggalkanku Stell." ucap Cyntia sendu.


"Kenapa hal itu yang kau takutkan? Aku melihat Ariel sangat mencintaimu. Lalu apa yang kau takutkan. Aku percaya pada keluarga Graham jika mereka type setia. Seperti daddy Jake. Ah daddy idolaku. Dia selalu setia dengan mommy. Jadi iri." ucap Stella yang memikirkan seberapa romantisnya Jake pada El.


Meski sudah berumur, Jake dan El selalu menjaga keromantisan hubungannya. Tak mengenal waktu dan tempat. Jake selalu menunjukkan ungkapan cintanya pada El. Dan itu salah satu agar hubungan awet hingga tua.


"Benarkah begitu?" tanya Cyntia yang sudah mulai tersenyum.


"Percayalah pada cinta kalian. Sebesar apapun badai yang kalian lalui, jika kalian saling mencintai pasti semua masalah akan selesai dengan baik. Aku percaya meski Ariel dulu nakal, tapi cintanya padamu sungguh tulus sayang." jelas Stella dan membantu menghapus air mata yang jatuh di pipi Cyntia.


Cyntia kembali tersenyum lebar dan perasaannya jauh lebih baik setelah mendengar ucapan Stella. Dia akan mencoba percaya sepenuhnya dengan Ariel.


Mereka menyudahi obrolannya karena waktu makan malam sudah tiba. Semua keluarga sudah berkumpul semua. Kecuali Ariel. Cyntia tak akan melihat Ariel hingga esok di acara pernikahan mereka.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤