
"Sayang jangan lakukan ini, pakailah pakaianmu. Kalau mau berenang nanti kita ke tempat lain saja." ucap Cyntia yang masih kesal karena terlalu banyak wanita yang menggoda suamianya.
Tak tau diri sekali wanita-wanita iti. Kesal Cyntia. Apa tak ada lelaki lain selain suaminya yang bisa mereka goda. Apa perlu Cyntia memberikan tulisan di kening Ariel jika dia miliknya?
Cyntia sampai harus membantu memakaikan kaosnya kembali agar para wanita dapat melihat jika Ariel itu miliknya. Miliknya!Tak hanya kaos yang di pakaikan Cyntia. Di ambilnya jas Ariel yang di gantungnya di mobil dan di pakaikannya.
Ariel hanya diam saja mengikuti kemauan istrinya, sambil senyum-senyum sendiri karena Cyntia-nya ternyata sangat posesif padanya.
"Iya honey. Terserah kau saja." jawabnya singkat.
Selama mereka tamasya yang di lakukan Cyntia hanyalah bermanja-manja dengan suaminya saja. Dia harus waspada jika ada wanita lain lagi yang akan mendekati suaminya.
"Sayang kamu dulu pernah punya kekasih?" tanya Cyntia di sela-sela keromantisan mereka. Dia duduk di depan Ariel dan bersandar di dada suaminya. Sedang tangan Ariel sibuk menggoda iman Cyntia. Sial.
"Pernah," jawab Ariel singkat.
"Cantik aku atau dia?" tanya Cyntia dengan polosnya. Bisa-bisanya yang di tanya cantikkan siapa.
"Tentu saja istriku paling cantik." jawab Ariel yang mencubit pelan ujung bibir Cyntia.
"Aaa.. yang bener sayang. Kau tak membohongiku kan? Nanti saat bertemu lagi ternyata lebih cantik dia." tanya Cyntia yang sudah mengerucutkan bibirnya.
Cup..
"Tidak honey. Kau yang paling canyik. Dan kau yang akan selalu menjadi nomer satu di hatiku sekarang dan selamanya." ucapnya setelah mengecup pelan bibir Cyntia. Cyntia hanya diam sambil menggigit bibirnya. Ah romantis sekali suaminya ini.
'Kau berbeda dengan wanita manapun honey. Aku tak akan pernah bisa jauh darimu. Kau pemilik hatiku sekarang' gumam Ariel dalam hatinya.
Selama seminggu ini Cyntia akan memikat pesonanya pada Ariel agar suaminya tak melirik wanita kanan kiri. Biarkan saja nakalnya hanya pada Cyntia. Tak boleh dengan yang lain.
Sorenya mereka hanya berkeliling saja untuk menghabiskan waktu agar cepat malam. Cepat pulang. Cepat bercinta. Itu saja.
Malam harinya Cyntia membawa Ariel ke restoran favoritnya dulu bersama Stella. Restoran yang mendominasi menu makanannya dengan chesee. Meleleh sudah liur Cyntia hanya dengan membayangkannya saja.
"Sayang kenapa kau tinggal di New York?" tanya Cyntia masih dengan mulut yang penuh makanan.
"Aku ke sini dulu karena mengejar kekasihku. Dia menghilang saat kami akan bertunangan." jawab Ariel jujur.
"Oo, jadi mengejar cinta yang lama. Lalu kenapa tak memilih kembali ke Canada?" tanya Cyntia. Apa Ariel masih berharap pada gadis itu? Makanya itu dia tak kembali.
"Kebetulan perusahaan daddy tak ada yang mengurus. Jadi sekalian saja aku yang mengurusnya dan tinggal di sini." jawab Ariel santai sambil membersihkan ujung bibir Cyntia dari sisa makanan yang menempel.
"Lalu bagaimana kisah romeo dan julietnya? Kemana sang juliet?" tanya Cyntia yang mulai cemburu.
"Julietnya Romeo ada di sini sekarang." jawab Ariel. Dia mengambil tangan Cyntia dan mengecupi punggung tangan itu.
"Really? Julietnya ada di sini? Nanti bukan Juliet yang ini." tak bisa kalau seperti ini. Cyntia takut sewaktu-waktu Ariel pergi darinya.
"Sudah aku katakan honey, kau sekarang yang aku cintai. Kau sudah seperti angin yang memenuhi hatiku. Dan sudah tak ada ruang lagi untuk hati yang lain." jelas Ariel dan kembali mengecup punggung tangannya. Ah Ariel, romantis gag sih?
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤