
Hari ini Ariel dan Cyntia bersiap untuk terbang ke Canada. Mereka menggunakan pesawat pribadi milik Ariel.
Cyntia masih begitu takjub dengan pesawat jet pribadi milik Ariel. Ini kali kedua dia menaikinya. Ada gitu ya orang sekaya kekasihnya ini. Tak habis pikir Cyntia. Bagaimana bisa dia mendapatkan pria yang berkuasa seperti Ariel.
"Sayang kau membeli pesawat ini dengan uangmu sendiri?" tanya Cyntia polos saat di dalam pesawat. Dia masih speechless saja dengan apa yang di lihatnya. Seperti tak nyata.
"Kenapa? Kau ingin aku belikan? Jika iya aku akan mengatakannya pada Soner." ucap Ariel santai. Cyntia bahkan tak dapat menjawab. Dia hanya berusaha mencerna jawaban Ariel sambil menelan salivanya saja.
"Bu..bukan itu maksudku sayang. Untuk apa juga kamu beli lagi. Ini juga nanti akan menjadi milikku jika kita sudah menikah." ucap Cyntia yang kedua telunjuknya dia satukan dan tersenyum malu.
"Oh God honey. Aku gemas padamu. Gemas. Mengerti. Cup.." Ariel mengecup bibir Cyntia dengan lembutnya.
"Tentu saja semua milikku akan menjadi milik nyonya Ariel. Bukankah begitu nyonya?" ucap Ariel yang mencubit kecil hidung mancung Cyntia.
"Sayang, nanti kalau kedua orang tuamu tak menyetujui hubungan kita bagaimana?" tanya Cyntia dengan sedihnya. Kandas pasti hatinya jika tak jadi memiliki Ariel.
"Tentu saja mommy dan daddy setuju pada pilihanku honey." jawab Ariel yakin.
'Bagaimana bisa mommy tak setuju. Mommy sendiri yang menyuruhku untuk membawamu ke rumah kembali saat kita pulang waktu pernikahan Shane kemarin.' gumam Ariel dalam hatinya.
Setibanya di bandara Ariel sudah di sambut mommy dan daddynya yang menjemputnya.
"Sayang... Mommy merindukanmu." teriak El saat melihat Ariel dan Cyntia. El berlari mendekat pada anaknya itu.
"Honey pelan-pelan jangan berlari." ucap Jake yang memegang El agar tak berlari. Aktif sekali istrinya ini. Padahal sudah tua. Tapi meski tua istrinya masih cantik dan hot di ranjang. Itu saja yang di pikirkan Jake sedari dulu.
"Mommy rindu padamu. Apa kau sudah siap menikah dengan calon menantu mommy sayang?" bisik El di telinga Ariel.
"Kalau bisa besok sudah menikah mom." jawab Ariel dengan tawanya dan El memukul pelan punggung Ariel.
"Nanti akan mommy bicarakan pada daddy. Mommy ingin cepat dapat cucu darimu sayang." bisik El kembali.
"Sayang apa kabarmu cantik? Kau semakin cantik saja sayang. Jadi ingat ketika mommy muda." ucap El yang mengedipkan matanya nakal pada Jake suaminya. Dan dia memeluk Cyntia.
"Hai son, bagaimana kabarmu?" Tanya Jake.
"Aku baik dad." ucap Ariel yang juga memeluk Jake.
"Aku baik bi, bibi apa kabar?" tanya Cyntia dengan lembutnya.
"Jangan lagi panggil bibi sayang. Panggilah mommy seperti Ariel memanggilku. Kau adalah calon manantuku sekarang." ucap El dengan senyum cantiknya. Meski sudah berumur El masih tetap cantik. Hanya ada beberapa kerutan kecil saja di wajahnya.
"Terima kasih bi, Eh mom." jawab Cyntia. Bahagianya Cyntia, ternyata kedua orang tua Ariel memberikan sinyal yang positif untuk hubungannya dengan Ariel.
El dan Jake membawa mereka ke mansionnya. Dan yang membuat Ariel dan Cyntia terkejut, ternyata El sudah menyiapkan acara pertunangan untuk Ariel san Cyntia di mansion.
"Oh ayolah mom. I love you mom dad." ucap Ariel speechless dan memeluk kedua orang tuanya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤